03/06/2026
Facebook No Rocky No Party
PKS malang dan tersayang
Ironisnya, di negeri ini integritas sering kalah oleh popularitas. Ketika ada partai yang mendapat nilai integritas tertinggi berdasarkan penilaian resmi Indeks Integritas Partai Politik (IIPP), fakta itu tidak otomatis membuat mayoritas pemilih berbondong-bondong mendukungnya.
Ini bukan semata soal satu partai, tetapi cermin cara berpikir politik bangsa. Banyak pemilih masih menentukan pilihan karena figur, pencitraan, bantuan sesaat, fanatisme kelompok, sentimen identitas, atau sekadar ikut arus. Sementara aspek yang lebih mendasar seperti integritas, tata kelola, transparansi, kaderisasi, dan rekam jejak sering berada di urutan belakang. Padahal justru dari situlah kualitas pemerintahan lahir.
Demokrasi pada akhirnya tidak hanya menghasilkan pemimpin sesuai keinginan rakyat, tetapi juga sesuai kualitas cara rakyat memilih. Jika masyarakat terus mengabaikan integritas dan lebih mengutamakan sensasi politik, maka jangan heran bila korupsi, pragmatisme, dan politik transaksional terus berulang dari generasi ke generasi.
Bangsa yang maju bukanlah bangsa yang hanya pandai mengkritik pemimpinnya. Bangsa yang maju adalah bangsa yang memiliki pemilih cerdas, yang mampu menghargai kejujuran di atas pencitraan, rekam jejak di atas janji, dan integritas di atas kepentingan sesaat.
Karena sejatinya, kualitas pemimpin adalah pantulan dari kualitas pemilihnya.
sumber: https://www.facebook.com/photo?fbid=1617255797067021&set=a.269490501843564
Lanjutan dikolom komentar...