Sebuah perhelatan kebudayaan yang bertajuk “Festival Sabang Fair (FSF) 2014″ akan segera digelar di Kota Sabang, Provinsi Aceh. Kota yang berada paling ujung dari p**au Sumatera ini akan mengangkat perhelatan FSF 2014 dengan sebuah tema sederhana, yakni “Semangat Dalam Kebersamaan”. FSF 2014 akan berlangsung mulai tanggal 18-24 Juni 2014 yang nantinya akan bertempat di satu titik (venue) arena Tam
an Sabang Fair Kota Sabang, Pulau Weh, Sumatera – Indonesia. Agenda dari FSF ini merupakan perwujudan nyata dari Pemerintahan Kota Sabang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Sabang untuk mengikat kebersamaan dengan 23 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Aceh dalam kapasitas menjaga eksistensi kebudayaan sebagai estafet warisan yang harus kita teruskan dari generasi ke generasi mendatang. Selain itu juga menjadi sebuah sarana untuk mempromosikan potensi dari masing-masing daerah yang ada di tingkat kabupaten dan kota di Provinsi Aceh. Berbagai gelaran kreatifitas dn pengkaryaan seniman yang mengakar dari unsur seni tradisi Aceh menjadi salah satu andalan pada perhelatan FSF 2014, hal ini dimaksudkan menjadi ruang pengembangan kesenian Aceh yang adaptif, positif dan berkesinambungan tanpa harus meninggalkan nilai estetika dan etika yang terkandung dalam kesenian Aceh seutuhnya. Dan tak kalah pentingnya di FSF 2014 ini akan diadakan p**a pameran industri kreatif daerah yang diikuti oleh kabupaten/kota di Aceh sebagai peluang yang baik untuk mempromosikan potensi daerah masing-masing dengan harapan mampu menarik para investor serta wisatawan baik lokal dan mancanegara untuk dapat berkunjung ke sejumlah daerah yang ada di Provinsi Aceh. Pulau Sabang memiliki potensi wisata bahari dan telah dijadikan sebagai salah satu daerah target Destinasi Wisata Indonesia, bahkan angka kunjungan wisatawan ke Pulau Weh, Sabang dari tahun ke tahun terus meningkat. Pada tahun 2013 yang lalu jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Sabang mencapai 7.000 orang, sementara wisatawan nusantara telah mencapai 450.000 orang lebih. Dalam hal ini cukup beralasan bila FSF 2014 akan membawa manfaat yang lebih dari manifestasi produk kebudayaan dan pariwisata khususnya di Aceh dan Indonesia umumnya.