10/04/2020
"DIA BUKAN TEMANMU BU!!"
_sumber dari film_
3 (End)
Terdengar suara motor diluar. itu pasti Jill. aku segera turun kelantai bawah. terlihat Jill masuk rumahku sambil menggendong ransel berwarna hitam.
"Jill, akhirnya kau sudah sampai. lihat ini!!" aku segera menyerahkan kertas yg diselipkan ibu kepadaku tadi
Jill menerima kertas itu dan membacanya.
"Ibuku dalam bahaya!! tolong lakukan sesuatu sekarang juga Jill!!" ujarku terlalu panik
Jep
Oh tidak! tiba-tiba lampu semuanya mati padahal aku sudah selotip semua saklar lampu agar tidak bisa ditekan. ini pasti matinya dari stop kontak. keadaan terlihat gelap semua namun aku masih bisa melihat sekelilingnya dan S**T!! sosok itu telah memunculkan diri, berdiri ditengah kegelapan tak jauh dari tempatku dan Jill berdiri.
Jill yg melihat bahwa sosok itu memunculkan diri segera menarik ranselnya dan merogoh sesuatu.
Aku masih terus menatap sosok itu dalam kegelapan. kau tahu apa yg kulihat selanjutnya? sosok itu dalam sekejap sudah berdiri tepat didepanku. aku syok. dan tak disangka sosok itu menarik kakiku hingga tubuhku terjatuh lalu menyeretnya.
"AAAAAA!!!!"
Jill mengeluarkan sesuatu dari ranselnya dan menyalakannya. dia berlari mengejarku sambil mengarahkan benda bercahaya itu. sosok itu langsung hilang setelah terkena cahaya. aku segera berdiri dibantu oleh Jill.
"Ini peganganmu," Jill menyerahkan sebuah lilin yg sama. lilin itu tidak berbentuk panjang biasanya. melainkan seperti bentuk tabung dan sumbunya berada didalam. jadi kalau dinyalakan dengan api akan terlihat seperti lampu lampion. lilin seperti itu biasanya selalu ada di gereja-gereja.
"Ibumu dimana?" tanya Jill
Aku tersentak dan baru ingat hal itu. "Ya tuhan, ibu ada dikamarnya dilantai atas!!" seruku panik
"Ayo kesana!!"
Aku dan Jill berlari menaiki tangga ke lantai atas sambil memegang lilin. sesampainya dikamar ibu, pintu kamar dalam keadaan terbuka. aku masuk untuk memeriksa kamar itu menggunakan cahaya lilin, namun ibu tidak ada disana.
"Jill, kemana ibuku?!" seruku panik
"Sebaiknya kita berpencar dan cari ibumu diruangan lain," saran Jill
Aku dan Jill mulai berpencar memeriksa ruangan-ruangan didalam rumahku. Jill memeriksa bagian lantai atas, sedangkan aku dilantai bawah.
Dengan ditemani dengan cahaya lampu lilin, aku mengitari semua ruangan-ruangan dengan hati yg berdebar sambil memanggil ibuku.
"Ibu... ibu..."
Hampir semua ruangan sudah aku periksa namun hasilnya tetap nihil. tiba-tiba tak ada angin tak ada hujan lilinku mati. suasanapun kembali gelap.
Ketika itulah sosok itu sudah berdiri tepat didepanku. aku kaget dan syok secara bersamaan. hal yg tadi kualami kini terulang lagi. sosok itu menarik kakiku hingga aku terjerembab lalu menyeret tubuhku dengan cepat.
Aku tidak bisa berteriak minta tolong. suaraku seakan sudah lenyap. namun Tuhan mengembalikan akal sehatku dalam situasi ini. aku segera merogoh sesuatu didalam kantong celana dan menyalakannya lalu mengarahkan benda itu tepat didepan sosok itu. dalam sekejap saja sosok itu sudah hilang ketika ada penerangan. aku bernapas lega lalu bangkit. badanku terasa remuk.
Drrtt.. drrtt...
Aku mengangkat benda yg kuarahkan tadi. itu adalah ponselku.
Oh S**TT!! baterai-nya lemah dan 10 detik lagi akan mati. aku segera berlari sekuat mungkin untuk mencari cahaya sebelum ponselku mati. dipikiranku sekarang aku harus bisa lolos dari sosok jahat itu.
Tepat saat ponselku sudah mati aku sudah berada diluar rumahku. aku terus berlari tanpa sadar melewati sebuah tembok yg mengeluarkan bayangan gelap terpantul sinar bulan. dan tiba-tiba tubuhku terangkat seperti ada yg mengangkatnya dan itu adalah sosok jahat Sherlyn..!! sialnya aku tak menilik keadaan sekitar. ditempat gelaplah sosok Sherly selalu berada mau itu dimanapun.
Aku berteriak sekencang-kencangnya saking panik dan takut. hingga tiba-tiba aku merasa ada sinar cahaya menyorot kearahku lalu tubuhku langsung jatuh. sosok itu sudah hilang saat ada cahaya tadi.
"Rez, kau tidak apa-apa?" Jill menghampiriku sambil memegang sebuah senter
Aku bangkit lalu menggelengkan kepala sebagai jawabannya. Jill menarik tanganku keluar dari bayangan gelap dari tembok dan berhenti saat tubuh kita sudah diterangi cahaya bulan. Jill lalu mematikan lampu senternya.
"Kau menemukan ibuku?" tanyaku
"Tidak," jawab Jill. "Kita terlambat. Kemungkinan ibumu sudah tewas Za.."
Aku tergelak dan menggeleng keras.
"Tidak tidak!! ibuku pasti masih hidup!! kita cari lagi diseluruh ruangan!!" seruku histeris
Jill menghembuskan napas pelan.
"Baiklah, itu baru kemungkinan saja. sekarang kita masuk kedalam rumahmu lagi dan harus menyalakan lampu. dimana letak stop kontak?"
"Diruang paling belakang,"
"Oke kita kesana dulu untuk menyalakan lampu, tetapi tidak lewat depan rumah"
"Hm oke!"
Aku dan Jill berjalan kerumahku lagi. lewat jalan setapak dipinggir rumahku yg terhubung ke tempat penjemuran baju.
Aku dan Jill masuk lewat pintu belakang yg ternyata tidak terkunci lalu menuju stop kontak dengan diiringi cahaya dari senter. perasaanku masih was-was takut hal yg sama yg kualami terjadi lagi.
Akhirnya stop kontak sudah didepan mata. Jill menyerahkan senter kearahku. aku mulai membuka besi penutup stop kontak dengan tangan kiriku yg memegang senter. sedangkan Jill tengah menyiapkan peralatannya untuk menangkap sosok Sherlyn.
Klik
Lampu menyala semua setelah aku nyalakan. aku bernapas lega. Jill terlihat sudah bersiap-siap dengan acara penangkapan hantu. Jill duduk dilantai dengan memegang sebuah buku. didepannya ada sebuah botol dari kaca juga ada seperti bakaran dari kemenyan gitu aku tidak paham sama sekali, dan Jill tengah membaca kata-kata yg tak kumengerti dari buku itu sembari memegang liontin kalung yg ada dilehernya. aku diam memerhatikan ritualnya dengan cemas, takut, deg-degan juga.
Tak lama tiba-tiba udara semakin dingin. aku merinding. bulu kudukku langsung berdiri semua.
Jep.. jep.. jep..
Tiba-tiba lampu berkedap-kedip nyala-mati-nyala-mati dan seterusnya. kini suasana makin tambah mencekam apalagi sekarang angin tiba-tiba datang membuatku semakin merinding. Jill tetap fokus membaca kata-kata dari buku itu, tak sedikitpun terganggu.
Kalian tahu apa yg terjadi selanjutnya? aku melihat dari kejauhan ada sosok Sherlyn!! sosok itu hilang sekejap saat lampu nyala, terus muncul saat lampu mati dengan posisi makin maju begitu seterusnya. hingga sosok itu semakin mendekat kearah kami. aku takut. aku memejamkan mata dengan kuat tak ingin melihat kejadian yg akan terjadi selanjutnya.
20 detik kemudian, aku tak merasakan apa-apa. hawa mencekam seperti sudah hilang, terbukti aku tidak merasakan angin kencang lagi. sedikit demi sedikit aku membuka kedua mataku. keadaan semua ruangan menyala total. dimana sosok hantu jahat itu??
"Dia sudah terkurung disini,"
Aku menoleh kearah sumber suara. Jill tengah mengacungkan sebuah botol kaca kearahku.
"Sekarang sosok itu tidak akan mengganggu lagi karena aku sudah mengirim 'dia' ke alamnya" lanjut Jill
Aku bernapas lega mendengar itu. akhirnya semua ini berakhir sudah. namun tiba-tiba aku mengingat sesuatu.
"Jill, apa ibuku masih hidup?!"
"Entah, coba kita cari lagi"
Mendengar jawaban Jill yg terlihat ragu membuat hatiku putus asa. tapi aku berdoa semoga ibuku baik-baik saja.
Aku dan Jill mulai mencari ibu disetiap sudut ruangan hingga ruangan terakhir yaitu ruangan kamar ibuku. pintu kamar itu dalam keadaan tertutup. aneh!
Aku membuka pintu secara perlahan dengan hati yg tak tentu. saat pintu sudah terbuka lebar, aku syok melihat tubuh ibuku terbujur kaku dilantai kamar. aku berlari kearahnya dan duduk bersimpuh disamping ibuku.
"I..ibu?" panggilku lirih
Tak ada sahutan. mata ibu masih saja terpejam.
"Ibu..."
Aku memegang tangan ibu dan merasakan suhu tubuhnya terasa sangat dingin. dengan cepat aku meraih tangan ibu dan memeriksa denyut nadinya. deg. sekali lagi aku lebih memastikan memeriksa denyut nadi dilehernya. deg. terakhir aku memeriksa hidung ibuku apakah masih ada hembusan napas atau tidak. tanganku mulai terulur menuju hidung ibuku dengan gemetaran.
Oh tidak... aku masih tidak percaya.. ini pasti mimpi..!!! tolong untuk siapapun bangunkan aku dari mimpi buruk ini...!!!
"Yang sabar.. ikhlaskan kepergian ibumu..."
Suara Jill terdengar olehku. oh Tuhan ternyata ini bukanlah mimpi.
"IBUUUUUU........"