13/05/2026
Rabu, 13 Mei 2026 — Kepala Bidang Penyuluhan mewakili Kepala menghadiri kegiatan Tanam Perdana Pertanian Modern – Advance Agricultural System (PM-ASS) yang dilaksanakan di lahan Brigade Pangan Cempaka Mulia, Desa Pelosokerep, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu. Kegiatan ini diinisiasi oleh Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Kepala .brmp , Dr. Detia Tri Yunandar, S.P., M.Si menyampaikan bahwa pengembangan PM-ASS seluas 100 hektare seluruhnya berada di Desa Pelosokerep, Kecamatan Terisi. Kegiatan tanam melibatkan 83 anggota kelompok tani yang tergabung dalam 10 Gapoktan dan 1 Brigade Pangan, serta 31 Koordinator Penyuluh se-Kabupaten Indramayu. Dalam mendukung pelaksanaan program tersebut, Kementerian Pertanian memberikan bantuan berupa benih dari Direktorat Jenderal Serealia, Pupuk Dolomit, Pupuk Silika, Pupuk Organik dari Pupuk Indonesia, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta 100 unit p***a, di mana 11 unit di antaranya dialokasikan khusus untuk program PM-ASS.
Sekretaris Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Kementerian Pertanian, Husnain, S.P., M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa program ini berawal dari kunjungan Menteri Pertanian ke Arkansas, Amerika Serikat, yang memperlihatkan sistem budidaya padi dengan jarak tanam rapat dapat mencapai Produksi hingga 10 ton per hektare. Melalui program ini, diharapkan pola budidaya tersebut dapat diadaptasi pada pertanaman padi di Indonesia. Pada sistem PM-ASS, kebutuhan benih mencapai 100 kg per hektare, lebih tinggi dibandingkan pola budidaya padi konvensional yang umumnya hanya memerlukan sekitar 25 kg per hektare.
Bupati Indramayu menegaskan bahwa modernisasi pertanian perlu dilakukan guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian. Namun demikian, beliau juga menyampaikan bahwa modernisasi pertanian berpotensi berdampak terhadap keberadaan buruh tani. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Indramayu berupaya menyiapkan langkah dan solusi guna mengantisipasi dampak tersebut.