Geotek LIPI

Geotek LIPI PUSAT PENELITIAN GEOTEKNOLOGI - LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA (LIPI)
RESEARCH CENTER FOR GEOTEC

KUNJUNGAN ILMIAH UNIVERSITAS JEND. SOEDIRMAN KE GEOTEK LIPIBandung, Humas-LIPI. Salah satu terobosan pendidikan tinggi d...
21/08/2021

KUNJUNGAN ILMIAH UNIVERSITAS JEND. SOEDIRMAN KE GEOTEK LIPI

Bandung, Humas-LIPI. Salah satu terobosan pendidikan tinggi di Indonesia adalah implementasi Kampus Merdeka. Kampus Merdeka merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia yang memberikan kesempaatan bagi mahasiswa/i untuk mengasah kemampuan sesuai bakat dan minat dengan terjun langsung ke dunia kerja sebagai persiapan karier masa depan. Karena itulah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Jend. Soedirman (Unsoed) menyelenggarakan Webinar Kunjungan Ilmiah secara daring via Zoom ke Puslit Geoteknologi LIPI, Sabtu (21/8).
Ketua Jurusan Fisika Unsoed Wahyu Tri Cahyanto menghaturkan terima kasih kepada pihak LIPI yang berkenan menerima para mahasiswa/i dari Fisika Unsoed. Kegiatan ini amat penting sebagai bagian pengenalan institusi riset nasional seperti LIPI kepada para mahasiswa/i Fisika Unsoed. Terlebih, LIPI merupakan salah satu tujuan para alumni Jurusan Fisika sebagai tempat berkarir maupun para mahasiswa/i aktif untuk praktek kerja lapangan dan penelitian. “Kami berharap LIPI bisa menjadi mitra untuk melaksanakan kampus merdeka,” cetus Wahyu.
Hadir selaku narasumber dari LIPI adalah Kepala Satuan Kerja Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI Eko Yulianto, dan koordinator kelompok penelitian Puslit Geoteknologi LIPI Agus Men Rianto. Turut hadir p**a Koordinator Kehumasan Kawasan Multisatker LIPI Bandung Noorfiya Umniyati. Eko menjelaskan bahwa LIPI khususnya Puslit Geoteknologi LIPI memiliki skema yang disebut Thesis Market. Thesis Market memfasilitasi mahasiswa/i melakukan penelitian di LIPI dengan topik atau tugask akhir yang bisa dimanfaatkan. “Ini dibuat dalam perspektif memperbanyak SDM riset sehingga hasil riset lebih banyak sekaligus menyediakan topik yang bisa dimanfaatkan mahasiswa,” jelas Eko.
Setiap batch thesis market berlangsung selama kurang lebih 4 bulan dan disusun khususnya bagi mahasiswa sarjana. Para mahasiswa/i yang terlibat bahkan dimungkinkan untuk ikut turun riset ke lapangan jika memang diperlukan. Pada akhir batch para peserta nantinya akan mendapatkan sertifikat. Manfaat lainnya adalah terbitan paper yang bisa memberikan manfaat baik bagi peneliti maupun dosen pembimbing. Karena itulah setiap tahunnya Eko selalu mewajibkan peneliti di Puslit Geoteknologi LIPI untuk menampilkan rencana riset tahunan dalam topik-topik kecil. Harapannya mahasiswa/i dapat menggunakannya sebagai bahan tugas akhirnya kelak. “Karena ini jurusan fisika sementara Puslit Geotek secara umum berkonsentrasi dengan aspek-aspek kebumian tentunya yg bisa dilihat Geofisika,” ungkap Eko.
Sebelumnya, Agus Men Riyanto menceritakan secara singkat sejarah Puslit Geoteknologi LIPI kepada para peserta webinar. Ia menuturkan bahwa Puslit Geoteknologi LIPI bermula dari Lembaga Geologi dan Pertambangan Nasional (LGPN) yang berdiri sejak 1963. Lembaga ini fokus pada tektonik kawasan tumbukan lempeng, inventarisasi potensi hidrokarbon, penyusunan konsep pertambangan skala kecil dan konsep pemanfaatan batubara dengan nilai bakar rendah. “Kami terus bertransformasi hingga saat ini sebagai Puslit Geotek LIPI yang sedang bersiap untuk menyatu ke dalam BRIN,” tutur Agus.
Webinar juga berisi sesi tanya jawab yang cukup ramai dengan pertanyaan para peserta webinar. Salah satunya Mariana Soviana yang mengonfirmasi seperti apa proses pengujian karakteristik di LIPI? Menjawab pertanyaan tersebut Agus meyakinkan siapa pun yang hendak mendapatkan layanan pengujian bisa mengakses elsa.lipi.go.id. Proses pelayanan pengujian seperti pengujian karakteristik akan berlangsung mengikuti alur yang telah tersedia pada sistem elsa. “Semua ditransaksikan di elsa.lipi.go.id,” pungkas Eko.
Webinar Kunjungan Ilmiah Physic on Vacation and Education with LIPI and BATAN ini diikuti setidaknya 75 peserta. Sehari sebelumnya webinar menghadirkan narasumber dari BATAN untuk memahami profil dan layanan BATAN selama ini. AS

13/05/2021
WEBINAR PUSAT PENELITIAN GEOTEKNOLOGI – LIPI(Terbuka untuk UMUM dan mendapatkan Sertifikat)Webminar ini akan memberikan ...
26/10/2020

WEBINAR PUSAT PENELITIAN GEOTEKNOLOGI – LIPI
(Terbuka untuk UMUM dan mendapatkan Sertifikat)

Webminar ini akan memberikan tambahan pengetahuan dan diskusi mengenai upaya identifikasi precursor Gempa di Indonesia dengan menggunakan teknologi Radon serta pengamatan muka airtanah yang diharapkan dapat semakin melengkapi ilmu dan teknologi GEMPA di Indonesia yang telah berkembang saat ini.
Diselenggarakan pada:
Hari/Tanggal : Rabu, 28 Oktober 2020
Pukul : 09.30 s.d. 11.30 WIB
Pendaftaran : http://bit.ly/webinarGeoteknologiLIPI

Pembicara:
Prof.Ir. Sunarno, M.Eng. Ph.D
Guru Besar Bidang Instrumentasi, Fakultas Teknik Nuklir dan Teknik Fisika
Universitas Gajah Mada

Moderator : Dr.Sci. Rachmat Fajar Lubis

Sesi Berbagi
1. Dr. Danny Hilman (LIPI/Pusgen)
2. Dr. Heru Hendraya (UGM/PAAI)
3. Dr. Agustya Adi Martha (BMKG)
4. Mahsun Ph.D (BATAN)
5. Heri Nurohman M.Sc (LIPI)

01/10/2020

PAHAMI ALUR NALAR TSUNAMI 20 METER

Beberapa hari belakangan ini, masyarakat dihebohkan dengan berita ancaman tsunami 20 meter di selatan Jawa. Berita ini ksemakin menimbulkan kepanikan ketika banyak medsos menambah-nambahinya dengan informasi yang cenderung menyasar pada pusat rasa takut masyarakat. Informasi yang perlu diketahui oleh masyarakat dari paper yang baru terbit itu tidak ada yang baru. Semuanya sudah pernah dikemukakan. Robert MacCaffrey sudah mengemukakan dalam publikasinya pada tahun 2008 bahwa secara hipotetis jalur subduksi selatan jawa yang memiliki panjang lebih dari 1800 km (dari selat sunda hingga nusa tenggara) memiliki potensi menghasilkan gempa berskala 9,6 jika runtuh secara bersamaan, dan akan berulang setiap 675 tahun. Yang perlu dipahami oleh masyarakat dan juga reporter adalah bahwa paper tersebut dibangun dengan banyak asumsi atau logika “jika” Asumsi adalah sesuatu yang dianggap benar padahal belum tentu benar. Karena basisnya adalah banyak asumsi maka kesimp**annya menjadi digiring oleh semua asumsi-asumsi yang digunakan itu. Jadi angka 20 m itu muncul jika dan hanya jika asumsi-asumsi itu benar; Seandainya salah satu asumsi atau “jika” itu salah maka angka 20 meter itu akan luluh dengan sendirinya atau berubah. Berikut ini “jika-jika” yang digunakan:
(1) Jika memang seismicity gap sepanjang itu memang runtuh dan menghasilkan gempa (karena tidak semua seismik gap terbukti memicu gempa);
(2) Jika gempa raksasa terakhir itu terjadi 400 tahun lalu dan belum terjadi gempa besar lagi hingga saat ini (karena boleh jadi gempa terakhir terjadi bukan 400 tahun lalu);
(3) Jika kecepatan pengump**an energi selama 400 tahun terakhir adalah dianggap sama dengan pengump**an energi hasil pengukuran dengan perangkat GPS (Global Positioning System) selama beberapa tahun terakhir (karena bisa saja kecepatan pengump**an energi ini berubah-ubah dari waktu ke waktu);
(4) Jika energi yang dikumpulkan selama 400 tahun itu tiba-tiba dilepaskan saat ini; (karena bisa saja bukan saat ini dilepaskannya);
(5) Jika gempa itu mengakibatkan deformasi (penyembulan) lantai samudera dengan volume tertentu sehingga air laut sebesar volume itu terdesak ke daratan (karena dimensi penyembulan hanya bersifat kira-kira saja);
(6) Jika batimetri dasar laut sepanjang selatan jawa memang kondisinya seperti yang digunakan untuk menghitung pemindahan volume air laut itu (karena kita tidak memiliki data batimetri detil saat ini);
(7) Maka akan ada tsunami 20 meter pada saat gelombang tsunami mencapai pantai, ingat 20 m itu di pantai bukan di daratan (karena Ketika masuk daratan energi dan kecepatan gelombang akan menurun sehingga tinggi dan kecepatan gelombang tsunami juga menurun)

Kalau salah satu dari keenam “jika” di atas salah (apalagi kalau lebih dari satu) maka angka 20 meter itu akan otomatis salah. Makanya, jika yang membuat model tsunami adalah orang yang berbeda maka akan dihasilkan ketinggian tsunami di pantai yang berbeda p**a karena mereka menggunakan seperangkat "jika-jika" yang berbeda p**a. Maka wajar jika sebelumnya seorang peneliti yang menghitung ancaman tsunami tsunami di selatan jawa menghasilkan angka ketinggian yang berbeda p**a. Yang perlu diketahui oleh masyarakat bahwa sains dibangun setidaknya di atas dua pondasi utama yaitu asumsi (seperangkat “jika-jika” itu) dan kualitas data (yang sangat tergantung pada metode pengambilan data yang digunakan). Maka cara “menggugurkan” kebenaran sains adalah dengan membuktikan bahwa “jika-jika” yang digunakan tidak valid, dan/atau dengan mengoperasikan metode baru dalam pengambilan data sehingga menghasilkan data yang lebih detil.

Ada kejadian menarik beberapa tahun lalu di kota Padang saat diadakan workshop/seminar terkait ancaman tsunami di kota Padang. Pemerintah kota Padang kebingungan harus milih yang mana, karena 5 kelompok ahli yang hadir dalam workshop itu mengeluarkan 5 buah model rendaman tsunami yang berbeda-beda.

Kalau kita memang ingin mengurangi risiko bencana tsunami maka aspek penting pertama yang harus dikelola adalah tata ruang wilayah pantai. Kita mestinya bisa belajar dari kasus tsunami selat sunda 2018 dan palu 2018. Kedua tsunami ini terhitung tsunami kecil yang inundasi gelombangnya hanya mencapai sekitar 200 meter dari garis pantai. Jika aturan sempadan pantai dipatuhi, maka seharusnya tidak perlu jatuh korban jiwa atau setidaknya korban jiwa dan kerugiannya akan bisa diminimalkan. Oleh karena itu, melakukan analisis risiko tsunami secara mendetil menjadi salah satu kunci yang perlu dilakukan untuk digunakan sebagai dasar dalam manajemen tata ruang wilayah pantai. Meskipun seringkali diklaim bahwa peta risiko tsunami itu sudah ada tapi baik kualitas data maupun skala petanya sangat tidak memadai untuk digunakan sebagai basis bagi mitigasi risiko tsunami secara umum maupun basis tata ruang secara khusus. Dalam hal tata ruang wilayah pantai ini kita bisa belajar dari yang dilakukan oleh pemerintah2 daerah di jepang yang terlanda tsunami 2011. Setelah 2011, wilayah2 yang terlanda tsunami Risiko tidak boleh dihuni lagi atau boleh dihuni dengan persyaratan sangat ketat. Strategi ini akan sangat baik jika kita adopsi tentunya setelah mempertimbangkan faktor2 lokal. Mengingat golden time yaitu selisih waktu antara gempa hingga tsunami mencapai daratan di wilayah Indonesia relatif pendek (banyak yang kurang dari 10 menit). Sementara tsunami bisa terjadi dalam kondisi terburuk misalnya malam hari, hujan dalam kepadatan lalin orang yang mengevakuasi diri. Maka menyediakan shelter/tempat evakuasi sementara tsunami menjadi penting. Karena keterbatasan anggaran pemerintah, shelter ini tidak harus dibangun secara khusus namun bisa dengan memfungsigandakan bangunan-bangunan yang sudah ada jika kondisi darurat terjadi. Tentunya bangunan-bangunan yang ditetapkan sebagai shelter pada saat kondisi darurat juga sudah diuji kelayakan dan kekuatan bangunannya. Kepada masyarakat harus ditanamkan kesadaran dan pengetahuan pentingnya evakuasi mandiri yang menjadikan guncangan gempa (khususnya gempa yang kuat guncangannya dan/atau gempa yang lama guncangannya) sebagai peringatan dininya dan tanpa harus bergantung pada sistem peringatan dini tsunami (InaTEWS). Hal ini karena berbagai hal dapat mengganggu efektivitas InaTEWS. Misalnya, guncangan gempa boleh jadi merusak berbagai sarpras InaTEWS termasuk pasokan listrik sehingga InaTEWS menjadi tidak berfungsi. Bencana sangat erat kaitannya dengan attitude/perilaku manusia. Teknologi/Sistem Peringatan Dini hanyalah alat bantu yang tidak terlalu membantu jika perilaku manusianya tidak bisa tertib dan semaunya sendiri.

Dr. Eko Yulianto
Peneliti Paleotsunami di Puslit Geoteknologi-LIPI

== Academic and Journal Writing ==Pada tanggal 11-12 Desember 2019, Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI melaksanakan pela...
20/12/2019

== Academic and Journal Writing ==

Pada tanggal 11-12 Desember 2019, Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI melaksanakan pelatihan penulisan ilmiah, dengan menggandeng Pusat Bahasa ITB sebagai pemateri dan instruktur.

Kegiatan 2 hari ini diinisiasi untuk meningkatkan kemampuan peneliti dalam penulisan karya tulis ilmiah terutama yang berbahasa Inggris, dalam rangka meningkatkan kualitas maupun kuantitas publikasi ilmiah di bidang kebumian, pada jurnal berskala global.

++ PEDEKATE Sesar Lembang ++ Kamis 19 Desember 2019 ++Pada tanggal 19 Desember 2019, telah dilaksanakan kegiatan ekskurs...
20/12/2019

++ PEDEKATE Sesar Lembang ++ Kamis 19 Desember 2019 ++

Pada tanggal 19 Desember 2019, telah dilaksanakan kegiatan ekskursi dengan tema PDKT Sesar Lembang.

Untuk mengenal Sesar Lembang, Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI bersama dengan BNPB dan Pemerintahan Kab. Bandung Barat, mengunjungi beberapa titik antara lain Gunung Putri, Kawasan Graha Puspa, Kampung Daun (Vila Triniti), dan sekitar The Peak, Kabupaten Bandung Barat.

Dalam kegiatan ini, Puslit Geoteknologi menyampaikan rencana untuk mengembangkan kawasan Bandung Barat untuk memiliki Geopark yang mengedepankan resiko bencana.

Masyarakat relatif mudah mengakses, juga melihat lanskap sesar Lembang secara jelas. Aspek sarana, dan prasarana penunjang untuk geopark juga sudah memadai.

== Rekonsolidasi Kelompok dan Kegiatan Penelitian ==Pada hari Rabu - Kamis (4-5 Desember 2019), bertempat di Bandung, te...
20/12/2019

== Rekonsolidasi Kelompok dan Kegiatan Penelitian ==

Pada hari Rabu - Kamis (4-5 Desember 2019), bertempat di Bandung, telah dilangsungkan kegiatan Rekonsolidasi Kelompok dan Kegiatan Penelitian. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh sivitas Pusat Penelitian Geoteknologi, dan diawali dengan pengarahan dari Inspektorat LIPI serta Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi, LIPI.

Dalam kegiatan ini, telah diresmikan 10 Kelompok Penelitian pada Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI yaitu:
1. Kelompok Penelitian Gempabumi
2. Kelompok Penelitian Gerakan Tanah
3. Kelompok Penelitian Rekayasa Sumberdaya Geologi
4. Kelompok Penelitian Ketahanan Air
5. Kelompok Penelitian Iklim dan Lingkungan Purba
6. Kelompok Penelitian Geofisika
7. Kelompok Penelitian Eksplorasi Sumberdaya Geologi
8. Kelompok Penelitian Geomatika dan Komputasi
9. Kelompok Penelitian Geo-Ekologi
10. Kelompok Penelitian Tsunami

Dalam kegiatan ini, setiap kelompok penelitian memetakan anggota kelompok serta bidang keahlian masing-masing. Kelompok penelitian juga merumuskan roadmap kegiatan dan target capaian dalam 5 tahun ke depan, serta membahas keterbatasan yang dimiliki.

Dalam acara ini juga dilaksanakan inisiasi kerjasama penelitian terutama dalam internal puslit lintas kelompok penelitian.

Semoga dengan peresmian kelompok penelitian ini, menjadikan pusat penelitian geoteknologi lebih baik dan mampu melaksanakan riset-riset yang berkontribusi bagi negara dan ilmu pengetahuan.

++ PEDEKATE  Sesar Lembang ++ Kamis 19 Desember 2019 ++Semua udah kenal Lembang d**g ya, daerah wisatanya yang super cia...
17/12/2019

++ PEDEKATE Sesar Lembang ++ Kamis 19 Desember 2019 ++

Semua udah kenal Lembang d**g ya, daerah wisatanya yang super ciamik, tahunya yang super sedap, dan sesarnya yg super misterius..

Wha, Sesar? Itu apa sih, itu dimana sih, ceritanya gimana sih?

Nah, mungkin sebagian teman-teman sudah pernah dengar kan soal Sesar Lembang, yang katanyaaa, katanya, duluuu kala pernah terjadi gempa besar disini, dan katanya juga, katanya bakal terjadi gempa nih..
Mungkin pernah dengar legenda Sangkuriang juga kan? Pada tau gak sih klo sebenarnya legenda Sangkuriang ini menceritakan gempa besar di Lembang dan Bandung lho..

Penasaran ceritanya? Bosan cuma denger seminarnya aja? Atau gak mau dengar 'katanya' aja? Pengen bukti lebih? Pengen cerita sama ahlinya?

Nah, admin mau kasih info nih,
Geotek LIPI bakalan mengadakan Ekskursi alias jalan-jalan..
Untuk mengenal Sesar Lembang , kita bakal jalan-jalan ke daerah Lembang, melihat dari dekat Sesar Lembang itu gimana, dan melihat, kog bisa sih Tim Geotek LIPI sampai tahu gempa-gempa disini hingga ratusan tahun lalu? Trus klo nanti gempa, itu gimana sih ceritanya Lembang sm Bandung ini?

Boleh lo yang mau nimbrung sama ekskursi ini, bisa banget tanya sama ahli Sesar Lembang 👍

Katanyaaa, Tak Kenal Maka Tak Sayang, sooo, yuk kenali si Sesar Lembang ini..

Cung yang kepo sama Sesar Lembang! 😆

=====

Catat tanggalnya yaaaa, yang mau tanya-tanya boleh ya, admin share juga rute kita yah, siapa tau ada yang mau nimbrung, bisa nih cegat tim Geotek LIPI di jalan, atau meet - up di site yang mau kita kunjungi, bebass..

NONTON BARENG - OPEN FOR PUBLIC======================Hellooo...Teman-teman pernah dengar gak berita akhir-akhir ini klo ...
24/07/2019

NONTON BARENG - OPEN FOR PUBLIC

======================

Hellooo...

Teman-teman pernah dengar gak berita akhir-akhir ini klo daerah Selatan Jawa itu menyimpan potensi gempa besar?

Mulai disebut2 tuh sejarah beberapa gempa besar termasuk di Jogja, dan masih banyak lagi..

Tau gak sih klo study paleotsunami alias tsunami purba memang bisa menjawab pertanyaan itu?
Dari studi ini bisa dirunut atau dicari lagi sejarah2 tsunami hingga jutaan tahun lalu..

Nah, di Geotek LIPI mau ada pemutaran film nih, The Untold Story of Java Southern Sea..

Siap banget untuk menjawab pertanyaan tentang Pantai Selatan..

Ingat lho, kita gak sekadar nonton bareng lho, akan ada diskusi dan tanya jawab langsung dari tim ahli..

Yuk bergabung, and get your questions answered..

Address

Gedung 70, Jalan Sangkuriang, Kompleks LIPI
Bandung
40135

Opening Hours

Monday 07:30 - 16:00
Tuesday 07:30 - 16:00
Wednesday 07:30 - 16:00
Thursday 07:30 - 16:00
Friday 07:30 - 16:30

Telephone

+62222503654

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Geotek LIPI posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Geotek LIPI:

Share