Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung

Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung Laman Resmi Facebook Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung. Instagram: lpnbandung
Twitter/X: lpnbandung
Tiktok: lpnbandung

13/06/2026

Lapas Narkotika Bandung Kembangkan Peternakan, 500 Ayam Petelur HY-Line Siap Dukung Pembinaan dan Ketahanan Pangan

Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung kini memiliki 500 ekor ayam petelur jenis HY-Line sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian Warga Binaan. Program ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran keterampilan di bidang peternakan, tetapi juga mendukung ketahanan pangan serta pengembangan unit usaha produktif di lingkungan lapas.

Melalui budidaya ayam petelur, Warga Binaan dibekali pengetahuan dan pengalaman kerja yang dapat menjadi bekal berharga saat kembali ke tengah masyarakat. Bersama, kita wujudkan pemasyarakatan yang bermanfaat, produktif, dan berdampak.








Pemasyarakatan Berdampak untuk Negeri: Menimipas Resmikan Program Bedah Rumah dan SAE Berkah MandiriMenteri Imigrasi dan...
13/06/2026

Pemasyarakatan Berdampak untuk Negeri: Menimipas Resmikan Program Bedah Rumah dan SAE Berkah Mandiri

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas), Agus Andrianto, meresmikan Program Bedah Rumah, Renovasi Tempat Ibadah, serta Optimalisasi Sarana dan Edukasi (SAE) Berkah Mandiri di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Warungkiara pada Rabu (10/6). Program tersebut merupakan wujud nyata komitmen Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengoptimalkan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan sekitar.

Melalui program ini, hasil karya dan keterampilan Warga Binaan tidak hanya menjadi sarana pembinaan, tetapi juga berkontribusi langsung dalam membantu masyarakat melalui pembangunan rumah layak huni, perbaikan fasilitas ibadah, serta pengembangan sarana edukasi yang bermanfaat. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi pemasyarakatan yang produktif, humanis, dan berdampak sosial.

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Dewi Asmara, turut memberikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, program ini menjadi contoh nyata keberhasilan proses pembinaan yang mengintegrasikan Warga Binaan dengan masyarakat. Di satu sisi, Warga Binaan memperoleh kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan rasa tanggung jawab sosial, sementara di sisi lain masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari hasil pembinaan yang dilaksanakan di dalam lapas.

Pada kegiatan tersebut, Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung, Sopiana, juga turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan program pembinaan kemandirian dan pemberdayaan Warga Binaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kehadiran Kalapas Narkotika Bandung menunjukkan komitmen jajaran pemasyarakatan dalam mendukung berbagai inovasi dan program yang selaras dengan tujuan pemasyarakatan, yaitu membentuk Warga Binaan yang produktif, mandiri, dan siap kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.








13/06/2026

Suasana haru dan penuh makna mewarnai pelaksanaan Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) di Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung. Dalam sidang kali ini, keluarga Warga Binaan turut hadir untuk memberikan dukungan serta menjadi bagian dari proses pembinaan dan evaluasi yang dijalankan.

Kehadiran keluarga menjadi pengingat bahwa setiap perubahan positif membutuhkan dukungan dari orang-orang terdekat. Melalui Sidang TPP, Lapas Narkotika Bandung terus berkomitmen mewujudkan pembinaan yang humanis, objektif, dan berorientasi pada keberhasilan reintegrasi sosial Warga Binaan.

Bersama keluarga, kita bangun harapan, perkuat semangat, dan siapkan langkah menuju kehidupan yang lebih baik.








repost  Sahabat Pemasyarakatan,Direktorat Jenderal Pemasyarakatan kembali memindahkan sejumlah Narapidana berisiko tingg...
09/06/2026

repost Sahabat Pemasyarakatan,

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan kembali memindahkan sejumlah Narapidana berisiko tinggi ke beberapa Lapas di Pulau Nusakambangan. Narapidana tersebut berasal dari berbagai wilayah di Indonesia dan ditempatkan di lima Lapas, yaitu Lapas Kelas IIA Karanganyar, Lapas Kelas IIA Besi, Lapas Kelas IIA Gladakan, Lapas Kelas IIA Narkotika, dan Lapas Kelas IIA Ngaseman.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya penguatan keamanan dan ketertiban di lingkungan Pemasyarakatan. Sejak akhir tahun 2024 hingga saat ini, sebanyak 2.834 Warga Binaan berisiko tinggi telah dipindahkan ke Nusakambangan.

Transformasi Budaya Kerja, Hemat Energi





Keluarga Besar Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung mengucapkan selamat dan sukses kepada:KUSNALI, A.Md.IP., S.Sos., M.H.at...
08/06/2026

Keluarga Besar Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung mengucapkan selamat dan sukses kepada:

KUSNALI, A.Md.IP., S.Sos., M.H.
atas jabatan barunya sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur.

Serta

YUDI SUSENO, Bc.IP., S.Pd., M.Si.
atas jabatan barunya sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat.

Semoga amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh integritas, profesionalisme, dan dedikasi tinggi dalam mewujudkan Pemasyarakatan yang semakin maju, humanis, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Berikut hasil Survei Persepsi Kualitas Pelayanan (SPKP) dan Survei Persepsi Anti Korupsi (SPAK) pada Lapas Narkotika Kel...
08/06/2026

Berikut hasil Survei Persepsi Kualitas Pelayanan (SPKP) dan Survei Persepsi Anti Korupsi (SPAK) pada Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung Periode Januari-Mei 2026 yang menunjukan predikat sangat baik.

Terima kasih untuk Sahabat Pemasyarakatan yang
telah ikut serta dalam survei.








Lapas Narkotika Bandung Luncurkan Inovasi 'CAPAS'BANDUNG — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Bandung se...
08/06/2026

Lapas Narkotika Bandung Luncurkan Inovasi 'CAPAS'

BANDUNG — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Bandung secara resmi mengimplementasikan sistem keamanan terbaru bernama Call Petugas Pemasyarakatan Service (CAPAS). Kehadiran inovasi Ini diharapkan menjadi solusi mutakhir untuk menangani lambatnya respons kedaruratan di dalam area blok hunian.

Lahirnya CAPAS tidak lepas dari tantangan nyata yang dihadapi oleh Lapas Narkotika Bandung. Berdasarkan data per Maret 2026, lapas ini menghadapi tingkat overkapasitas yang sangat signifikan, mencapai sekitar 183 persen. Tercatat sebanyak 1530 warga binaan menghuni fasilitas yang sejatinya hanya berkapasitas normal untuk 790 orang. Padatnya populasi ini secara otomatis meningkatkan potensi kerawanan dan gangguan keamanan ketertiban di dalam lapas.

Selain persoalan overkapasitas, kondisi arsitektur tata ruang blok hunian juga menjadi kendala strategis. Jarak dari pos penjagaan menuju bagian dalam kamar hunian berkisar jarak terdekat 25 meter hingga 75 meter. Celah jarak dan tata ruang ini memicu keterlambatan deteksi ketika terjadi insiden. Sebelum adanya inovasi ini, waktu respons petugas untuk tiba di titik kejadian darurat memakan waktu hingga 10–15 menit, sebuah durasi yang berisiko tinggi terhadap keselamatan jiwa.

Langkah institusional ini dinilai sangat efektif dalam menghapus celah lambatnya penyampaian informasi (zero information gap) sekaligus memastikan pengerahan personel penjagaan di lapangan menjadi jauh lebih terarah dan presisi.

Peluncuran inovasi CAPAS pada akhirnya menjadi sebuah pembuktian transformasi birokrasi di lingkungan pemasyarakatan. Arsitektur pengamanan kini tidak lagi sekadar bertumpu pada rutinitas penjagaan manual dan melainkan beralih menjadi sistem yang jauh lebih adaptif, responsif yang mengintegrasikan sistem keamanan yang ada di dalam lapas dan mutlak diorientasikan pada pemecahan permasalahan berbasis kebutuhan nyata di lapangan.








Transformasi pembinaan yang dijalankan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), mulai dari program ketahanan pang...
04/06/2026

Transformasi pembinaan yang dijalankan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), mulai dari program ketahanan pangan hingga pelatihan keterampilan kerja, diapresiasi Pusat Lembaga Pemasyarakatan Militer (Puslemasmil). Apresiasi tersebut disampaikan dalam audiensi antara jajaran Ditjenpas dan Puslemasmil di Kantor Ditjenpas, Jakarta Pusat, Rabu (3/6), sebagai bagian dari penguatan sinergi dan pertukaran praktik baik penyelenggaraan pembinaan.


Address

Wargamekar
Bandung
40375

Opening Hours

Monday 08:30 - 14:30
Tuesday 08:30 - 14:30
Wednesday 08:30 - 14:30
Thursday 08:30 - 14:30

Telephone

+6287782130347

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung:

Share