30/09/2026
https://www.youtube.com/watch?v=-73AsxvdK6o
WEBINAR NASIONAL DPD HPJI JAWA BARAT JEMBATAN VS KENDARAAN ODOL: MENGELOLA RISIKO OVERLOAD & OVERDIMENSION
Rabu, 30 September 2026
Sambutan : Ir. Pantja Dharma Oetojo, M.Eng.Sc. (Ketua HPJI DPD Jawa Barat dan Staf Menteri PU)
Moderator : Wahyu Supriyo W., S.T., M.Eng. (Kepala Balai Sistem Jaringan dan Lingkungan Jalan - Direktorat Jenderal Bina Marga)
Narasumber :
1 Dr. Ir. Widi Nugraha, S.T. M.T. membawakan Jembatan vs Kendaraan ODOL: Mengelola Risiko Overload dan Overdimension dari tahap Desain hingga Operasional (Jafung PKJJ Balai Keamanan Jembatan dan Terowongan Khusus โ Direktorat Jenderal Bina Marga)
2 Ir. Hendra Widhatra, S.T., M.Sc. membawakan Sharing Knowledge โPenggunaan WIM di Project penggantian jembatan Callender Hamiltonโ (Kepala Satuan Kerja KPBU Callender Hamilton dan Plt. Kepala Subdirektorat Keselamatan dan Keamanan Jalan dan Jembatan โ Direktorat Jenderal Bina Marga)
3 M. Syahriar Fakhrurrozi perwakilan dari PT Baja Titian Utama membawakan: Dari Beban Kendaraan ke Kesehatan Struktur, Peran Data WIM dan SHMS dalam Pemeliharaan Infrastruktur pada Lingkungan Kegiatan KPBU - CH
Jaringan jalan dan jembatan adalah urat nadi perekonomian kita. Keberadaan jembatan yang andal merupakan syarat mutlak untuk memastikan konektivitas interregional berjalan tanpa hambatan dan rantai pasok ekonomi makro tetap berputar. Namun, kita semua menyadari sebuah tantangan besar yang hingga hari ini masih menjadi ancaman nyata bagi keberlanjutan infrastruktur kita, yaitu fenomena kendaraan Overdimension dan Overload (ODOL).
Dampak kendaraan ODOL tidak lagi sekadar menyebabkan kerusakan dini (premature distress) pada perkerasan jalan. Pada struktur jembatan, dampaknya jauh lebih masif, fatal, dan destruktif. Beban aktual kendaraan yang melampaui Beban Rencana (Design Load) secara terus-menerus memicu terjadinya kelelahan bahan (fatigue failure), lendutan berlebih, bahkan skenario terburuknya adalah potensi keruntuhan mendadak (catastrophic failure) sebelum usia layan jembatan tercapai.
Melalui tema webinar hari ini, "Jembatan vs Kendaraan ODOL: Mengelola Risiko Overload dan Overdimension", HPJI Jawa Barat ingin menegaskan bahwa mitigasi risiko ODOL tidak bisa lagi dilakukan dengan cara-cara yang reaktif atau sekadar mengandalkan penegakan hukum di ujung jalan. Kita harus bergeser ke arah strategi terpadu yang komprehensif di sepanjang siklus hidup jembatan (bridge life-cycle management).
โข Di tahap desain dan perencanaan, kita dituntut menetapkan kriteria beban rencana yang realistis dan material yang tahan fatigue.
โข Di tahap konstruksi, jaminan mutu dan ketepatan metode kerja adalah harga mati.
โข Di tahap operasional dan pemeliharaan, kita harus mulai mengadopsi teknologi cerdas seperti sistem pemantauan beban Weigh-in-Motion (WIM) serta sistem pembatasan otomatis.
Webinar ini mengupas tuntas dari berbagai sudut pandang, regulasi dan penanganan beban ekstrem, melihat inovasi dari penyedia produk dan jasa konstruksi, hingga mendengarkan sharing knowledge yang sangat berharga terkait aplikasi nyata Weigh-in-Motion pada proyek Jembatan Pengganti Callender Hamilton.
WEBINAR NASIONAL DPD HPJI JAWA BARAT JEMBATAN VS KENDARAAN ODOL : M...