30/06/2015
ini ada Essay nih dari temen-temen kita =D
ARSITEKTUR MONITORING PADA PLC
PLC (PowerLine Communication)merupakan teknologi yang menggunakan koneksi kabel listrik yang dapat digunakan pada jaringan listrik yang ada untuk memberikan pasokan energi listrik, dan di saat yang bersamaan juga telah digunakan untuk mentransfer data dan transmisi suara. Kecepatan maksimal yang bisa diraih menggunakan teknologi ini kurang dari 256 Kbit/s sampai 45 Mbit/s.
Pada teknologi baru ini diperlukan sebuah Powerline status monitoring. Hal ini bertujuan untuk menjamin kestabilan sistem, dan juga dapat menemukan problem pada powerline dengan cepat, sehingga sangat efektif untuk menentukan langkah sesegera mungkin untuk menghindari kesalahan pada system tenaga. Sistem Monitoring pada Power Line mencakup 3 bagian yaitu, status perangkat pengumpulan data untuk transmisi maupun distribusi system, jaringan transmisi data, dan system manajemen.
Perangkat pengumpulan data meliputi beragam sensor nirkabel, dan bagian sensor membutuhkan respon untuk routing. Jaringan transmisi utama terdiri dari gateway, router, dan jaringan backbone (GSM, GPRS, atau Internet). Pada jaringan sensor, sensor menggali dan meneruskan data ke set yang telah ditunjuk oleh node gateway yang bertindak sebagai router. Data yang dikumpulkan akan diteruskan melalui router ke node yang lebih besar. Setiap sensor node harus dapat mencapai router untuk menjadi bagian dari jaringan. Bagian system manajemen menyediakan port jaringan untuk menerima data yang dikirimkan dari node sensor, dan kemudian memproses informasi yang diterima. Komponen utama dalam system meliputi :
1. Wireless Sensor Node
Wireless Sensor Node terdistribusi sepanjang kabel listrik untuk mendeteksi status yang berkaitan dengan keamanan pada sistem tegangan, seperti temperature, stress, tekanan dan lain lain. Node sensor harus terdiri dari bagian utama yaitu sensor pengumpulan sinyal, modul pemrosesan sinyal, modul transmisi data dan modul power supply.
2. Gateway Node
Gateway Node merupakan sensor node yang spesial karena dapatberkomunikasi antara sensor node dan sistem komunikasi. Data dari node sensor dalam rentang tertentu harus ditransmisikan ke sistem monitor melalui node gateway
3. Monitoring Server
Monitoring Server bertanggung jawab untuk manajemen sistem, proses informasi, state analysis, penilaian risiko dan manajemen keamanan. Ini adalah pusat dari sistem monitoring yang terus menerima data untuk node sensor, lalu merekap dan menganalisa data tersebut, dan memberikan laporan review. Untuk melindungi keamanan data, server memiliki tugas lain dari manajemen kunci, termasuk pembangkitan kunci, distribusi kunci, update kunci dan manajemen pengguna.
4. Network Manager
Network Manager bertanggung jawab untuk konfigurasi ke dalam jaringan, menjadwalkan komunikasi antar node, manajemen table routing dan monitoring dan memberikan laporan tentang status dari jaringan.
Monitoring pada Sistem Power Line terdapat 5 jenis informasi sebagai berikut :
1. Kondisi Menara : kondisi korosi menara
2. Mengecek kabel, apakah ada kawat konduktor yang rusak atau karat pada kabel tanah
3. Insulator
4. Suhu saluran listrik
5. Tekanan / stress pada saluran listrik
By : Achmad Fajrie
Referensi
1. Anindya Majumder, Power Line Communication : Overview, 2004
2. Xiaomei Yang, Shuibao Zhang, Security of Power Line Monitoring System Based on Wireless Sensor Network,2010
-NAF-