10/08/2026
Sebanyak 240 guru mengikuti Pelatihan Jarak Jauh (PJJ) Pelopor Kurikulum Berbasis Cinta Angkatan IV hingga IX yang dibuka secara daring, Senin (10/8/2026).
Enam angkatan tersebut masing-masing diikuti 40 peserta dari wilayah kerja BDK Banjarmasin. Pelaksanaan secara daring menjadi strategi BDK Banjarmasin untuk tetap menjaga pengembangan kompetensi aparatur di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Kepala BDK Banjarmasin, Muslimin, menegaskan bahwa efisiensi bukan alasan untuk menghentikan pengembangan kompetensi.
βPJJ ini adalah solusi yang tepat di saat kebijakan pemerintah terkait efisiensi anggaran,β ujarnya.
Dalam arahannya, Muslimin menekankan posisi strategis guru dalam menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta. Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga perlu membangun akhlak, empati, kasih sayang, dan karakter peserta didik.
Kurikulum Berbasis Cinta diarahkan melalui lima pilar, yaitu cinta kepada Tuhan, cinta kepada diri sendiri dan sesama, cinta kepada ilmu, cinta kepada lingkungan, serta cinta kepada tanah air. Kelima pilar tersebut diharapkan dapat terintegrasi dalam pembelajaran yang diampu para guru.
βAnak-anak tidak hanya pintar secara akademik, tetapi punya rasa kasih sayang, rasa empati, dan akhlaknya mulia,β pesan Muslimin.
Ia juga mengingatkan peserta agar mengikuti proses PJJ dengan sungguh-sungguh. Tujuan utama pelatihan, menurutnya, adalah memperoleh ilmu dan menambah wawasan, bukan sekadar mengejar sertifikat.
βTujuan pertama kita adalah mencari ilmu, untuk menambah wawasan. Sertifikat akan mengikuti,β tegasnya.
Melalui PJJ ini, BDK Banjarmasin mendorong penguatan kompetensi guru sekaligus memperluas penerapan pendekatan pendidikan yang menempatkan karakter, empati, kasih sayang, dan akhlak sebagai bagian penting dari pembelajaran.