25/09/2021
AMIR, AKHIR SEBUAH SYAIR, adalah seri keempat dari rangkaian pentas monolog DI TEPI SEJARAH. Berkisah tentang Amir Hamzah (Chicco Jerikho), seorang sastrawan keturunan dari Kesultanan Langkat yang hidup di masa terjadinya revolusi sosial di Indonesia. Bersama Armin Pane dan Sutan Takdir, Amir bergerak, mengorbankan diri dan hidupnya, berjuang demi Indonesia yang berdaulat dengan pena dan kata-kata, dengan sajak, roman, risalah, dan kisah-kisah.
Demi kewajibannya pada keluarga, Amir meninggalkan perjuangannya untuk Indonesia. Amir tak bisa lagi menulis syair, tapi sajak-sajaknya, yang seluruhnya bernada liris itu, masih menyisakan gema. Di akhir hidupnya, ia dipancung oleh seorang algojo bernama Ijang Widjaja, yang merupakan guru silatnya di masa kanak-kanak.
Ijang dipenjara akibat keterlibatannya sebagai algojo. Namun, ia dibebaskan setelah menjalani beberapa tahun hukuman dan menjadi gila lantaran tak mampu menanggung rasa bersalah yang terus menghantuinya. Seni teater ini, disutradarai dan ditulis oleh Iswadi Pratama. Sedangkan bertindak sebagai sutradara visual adalah Yosep Anggi Noen.
Desain poster: Gandhi Setyawan
Foto Poster: Adrian Mulya, Riordan Antonio, Eric Persley
Saksikan DI TEPI SEJARAH. AMIR, AKHIR SEBUAH SYAIR, di INDONESIANA TV
INDIHOME CH. 200 (SD) & CH. 916 (HD)
https://indonesiana.tv/live
https:www.useetv.com/livetv/indonesiana