02/03/2012
Nopendi Bocah Ndeso Bintang Lokal Persiba
BANTUL - Sosok ibu paruh baya dengan ramah menyambut Tribun Jogja, Kamis (10/2/2011). Namanya Waljinem, ibu wing back kanan Persiba Bantul, Nopendi, setia memberikan dukungan kepada putranya berkarir di bola. Rumahnya di daerah Tirtonirmolo, Kasihan, terlihat sederhana, seluas kurang lebih seratus meter persegi. Rumah ini p**a Pendi dibesarkan. "Nggih pun rezekine Pendi mas dados pemain bal (Sudah rejekinya Pendi jadi pemain bola)," kata perempuan yang akrab dipanggil Ibu Wal. Waljinem menceritakan Nuk, panggilan kecil Pendi, sudah menyukai bermain bola. Putra kedua dari tiga bersaudara ini berbeda dengan kakak dan adiknya yang bosen bermain bola. "Dulu waktu kecil sampai dibela-belain izin sekolah kalau pas latihan bola," kata Waljinem. Pendi dibesarkan di tengah keluarga sederhana. Ibunya berprofesi sebagai pedagang kecil, sedang sang ayah, Ramlan, adalah supir truk. Namun, dibalik segala keterbatasan tersebut, Pendi membanggakan kedua orangtuanya. "Kaki saya itu sudah nggak sehat, saya dan bapaknya pernah kecelakaan berakibat jari kaki bapaknya patah. Tapi ndilalah (kebetulan) rezekinya Pendi kok ya di kaki," katanya sambil menunjukan lututnya yang pernah retak karena kecelakaan. Waljinem mengaku melihat bakat Pendi sejak SD, namun karena faktor biaya Pendi baru masuk SSB Hizbul Wathan (HW) sejak kelas satu SMP. Pendi mengawali karirnya di SSB HW, kemudian pindah ke SSB Guntur dan SSB Melati Muda. Melalui SSB itu, Pendi lolos seleksi Persiba U-23 dan mulai magang di Persiba. Sejak saat itu, bakatnya tercium pelatih Nandar Iskandar dan didaftarkan sebagai pemain Persiba pada 2008.(*)