01/03/2017
Kau begitu mempesona malam ini. Dalam terlelap pun kau terlihat menawan. Aku ingin mengecup bibirmu, membuka selimut dan mencuri peluk darimu, tetapi aku sadar aku hanya bermimpi. Aku sadar itu hanya akan membuat kesakitanku bertambah pada malam-malam selanjutnya. Ketika aku tersadar esok, dalam kesendirian di antara selimut, bantal dan guling, aku akan menangis karena menyadari kemesraan semalam hanya mimpi. Kemesraan yang tidak akan aku dapatkan lagi bersamamu. Karena kau memilih untuk pergi dan berkata tak akan kembali. Maka pada mimpi malam ini aku memutuskan hanya memandangimu saja. Aku ingin memberi jarak kepada perasaanku, agar ia tidak terlalu bahagia dalam mimpi dan sengsara dalam kenyataan.
Semalam, ketika mimpi dianugerahkan kepada manusia-manusia yang terlelap dalam tidurnya, aku bermimpi tentangmu. Aku tiba-tiba berdiri di kamarmu dan kau sedang tertidur di tempat tidurmu. Kau tertidur begitu nyenyak, mungkin karena terlalu lelah setelah seharian menjalani rutinitas. Aku duduk di sa...