Rumah Baca Kotak Kardus

Rumah Baca Kotak Kardus Dalam kotak kardus kami ingin berbagi imajinasi. Sebuah proyek kecil untuk menambah minat baca, karena membaca adalah berimajinasi.

15/03/2017

Kau, yang saat ini tertunduk lesu di kamarmu atau kau yang sedang berjalan dalam kesendirian bersama kesunyian paling dalam. Kau yang sedang menikmati gerimis dengan secangkir coklat panas atau kau yang sedang menyendiri di sebuah bukit bersama sebatang kretek. Kau yang saat ini masih menjalani ruti...

12/03/2017

Pada rentang waktu yang begitu lama aku terjebak dalam jurang kesedihan, setelah aku terjatuh ketika seseorang mendorong diriku dari kebahagian. Ketika aku terkulai tak berdaya pada kesedihan yang berjejal dan memburai, aku melihatmu. Pada tebing jurang kau berikan tangan, seberkas cahaya menerangi…

11/03/2017

Puisi Visualisasi Puisi - Maaf 9:10 PM By Juni Agustus 0 Comments Sebelum kita mengalah pada ego masing-masing. Sebelum kita mencoba saling melupakan. Sebelum kita berpisah di sebuah persimpangan jalan yang akan membawa kita kepada akhir cerita masing-masing. Sebelum waktu mendinginkan rasa yang per...

08/03/2017

Saat ini yang aku butuhkan hanya tempat untuk bersandar. Kepala ini terlalu berat untuk aku bawa menjalani rutinitas. Ingin aku potong kepalaku lalu aku taruh tempat tidur dan pergi tanpa kepala. Tetapi tidak mungkin, jika pun mungkin siapa yang tidak ketakutan bertemu orang berjalan tanpa kepala? A...

06/03/2017

Kita telah menjalani hubungan ini tiga tahun. Berarti sudah enam musim kita lewati bersama. Kita melewati dingin hujan dalam pelukan hangat dan mengatasi panas musim kemarau dengan kesejukan kebersamaan. Kita juga telah melewati berbagai hal, jurang yang hampir menenggelamkan hubungan kita atau tama...

02/03/2017

Puisi Visualisasi Puisi - Puisi Hujan 7:21 PM By Juni Agustus 0 Comments Aku rindu hujan saat itu Saat peluh menetes, dari daun  yang tertunduk lesu Aku rindu hujan saat itu Saat awan memeluk senja, yang membuatnya kelabu Aku rindu hujan kala itu Kala cahya tersenyum manis, di balik muka pintu Aku r...

Kau begitu mempesona malam ini. Dalam terlelap pun kau terlihat menawan. Aku ingin mengecup bibirmu, membuka selimut dan...
01/03/2017

Kau begitu mempesona malam ini. Dalam terlelap pun kau terlihat menawan. Aku ingin mengecup bibirmu, membuka selimut dan mencuri peluk darimu, tetapi aku sadar aku hanya bermimpi. Aku sadar itu hanya akan membuat kesakitanku bertambah pada malam-malam selanjutnya. Ketika aku tersadar esok, dalam kesendirian di antara selimut, bantal dan guling, aku akan menangis karena menyadari kemesraan semalam hanya mimpi. Kemesraan yang tidak akan aku dapatkan lagi bersamamu. Karena kau memilih untuk pergi dan berkata tak akan kembali. Maka pada mimpi malam ini aku memutuskan hanya memandangimu saja. Aku ingin memberi jarak kepada perasaanku, agar ia tidak terlalu bahagia dalam mimpi dan sengsara dalam kenyataan.

Semalam, ketika mimpi dianugerahkan kepada manusia-manusia yang terlelap dalam tidurnya, aku bermimpi tentangmu. Aku tiba-tiba berdiri di kamarmu dan kau sedang tertidur di tempat tidurmu. Kau tertidur begitu nyenyak, mungkin karena terlalu lelah setelah seharian menjalani rutinitas. Aku duduk di sa...

Aku ingin menikmatimu perlahan, menikmati setiap sentuhan di bibirku, belaian di lidah dan aliran hangat di tenggorakan.
27/02/2017

Aku ingin menikmatimu perlahan, menikmati setiap sentuhan di bibirku, belaian di lidah dan aliran hangat di tenggorakan.

yang memberi efek kebahagian dan memperbaiki perasaan seseorang. Bangsawan di Perancis menganggap coklat sebagai ramuan cinta, sehingga mereka membuat karya-karya seni erotis lewat media coklat. Ketenarannya mengelilingi se-antero dunia sejalan dengan penjelajahan bangsa Eropa mengelilingi dunia. Hi...

Aku pernah belajar merelakanmu berkali-kali. Melepasmu pergi dengan cinta yang lain. Membiarkan kesempatan memilikimu hi...
26/02/2017

Aku pernah belajar merelakanmu berkali-kali. Melepasmu pergi dengan cinta yang lain. Membiarkan kesempatan memilikimu hilang untukku. Sebab kamu berhak bahagia; meski sesungguhnya aku tidak bahagia dengan keputusan itu. Ketidak-beranianku mengikatmu memberi ruang bagi orang asing mendekatimu.

. Buku tersebut melengkapi keproduktifitasan Boy Candra dalam menulis novel, setelah sebelumnya berhasil menerbitkan novel-novel lain, seperti

25/02/2017

    Kita akhirnya dipertemukan setelah sekian lama hanya bisa berkomunikasi lewat dunia maya. Sudah tiga bulan kita mengenal setelah suatu hari kau tanpa aba-aba menyapaku lewat pesan singkat. Aku yang kala itu sedang jatuh karena hubungan yang kandas tanpa berpikir panjang membalas pesanmu. Dan ter...

23/02/2017

Puisi Sepilihan Puisi dalam Buku Kumpulan Puisi – Buku Tentang Ruang – Avianti Armand 19.40 By Juni Agustus 0 Comments TOPOGRAFI Kamu adalah topografi dari tidur yang panjang dan mimpi yang lengang. Hujan lepas dan lesap di rambutmu ketika subuh menyimpan dingin di kayu angin dan tubuh menjelma lata...

22/02/2017

     Aku masih menyimpan senyum gula jawamu dalam beberapa helai foto di laptopku. Meski kau kerap menjengkelkan, senyum gula jawamu selalu saja sukses menentramkan keresahan-keresahan dalam dadaku. Sekesal apapun aku pada sikapmu, sesakit apapun aku, senyummu selalu membuatku hanyut dalam rindu. Se...

Address

Pantai Parangtritis
Bantul
55772

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Rumah Baca Kotak Kardus posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category