15/12/2016
NEGARA PAJAJARAN
Pertama tama di ceritakan perihal perjalanan hidup Pangeran Walangsungsang. Hingga datang kepada ceriatan yang Sinuhun Susuhunan Cirebon.
Adapun yang di buka oleh cerita ini adalah menceritakan suatu praja di Pajajaran Ratu Agung di tanah sunda yang bernama Sri Sang Ratu Wisesa, mashur di sebut Sri Mahaprabu Siliwangi. Beristri 3 orang.. ialah Amberkasih, Aci Bedaya dan Permaisuri Ratu Subanglarang.. Sang Prabu berputra empat puluh orang..
Sang Prabu baersabda, " Hai anakku Walangsungsang, aku lihat engkau bermuram durja, semunya prihatin tidak sama dengan sesama yang berkumpul duduk, apa yang jadi kesedihan engkau, bukankah engkau calon Prabu Anom memangku negara ? atau putri yang engkau inginkan, beritahu saja yang engkau s**ai, jangan engkau bersedih hati, tidak baik bagi pribawa semuanya keraton" Sang putra menjawab dengan dengan kidmat sambil menundukan kepalanya dan mengeluarkan air mata. " Duhai Gusti murka dalem yang hamba mohon.. karena tadi malam hamba mimpi bertemu dengan .seorang lelaki yang elok dan agung memberi wejangan agama Islam. sarengat Jeng Nabi Muhammad yang jadi utusan Hyang Widi, namun menyesal sekali belum tuntas hamba sudah terjaga. Sekarang hamba rindu sekali keoada agama Islam, mengingat tidak adanya guru untuk meneruskan pelajaran agama Islam itu ".
Sang Prabu berkata sambil tersenyu, " Walangsungsang, engkau orang muda jangan terlanjur, engkau kena sihir, kena bius Muhammad yang mengaku anutan, yang jadi duanya Widi, sungguh dusta seenak nafsunya. karena sesungguhnya agama Dewa yang mulia, Yang Jagat Nata Pangerannya orang setriloka, sejak dahulu hingga sekarang para leluhur tidak menghendaki di rubah.
Walangsungsang menjawab sambil menyembah, " Duhai Gusti mohon ampunan Dalem, Pengertian, kebijaksanaan dan pemaafan Dalem yang hamba mohonkan, karena hamba lebih condong atau s**a sarengat Jeng Nabi MUhammad dan sesungguhnya Ilahi yang wajib disembah itu melainkan Allah yang tiada sekutu sesama yang baharu { mahluk}.
Sang Prabu Murka, karena sang putra tidak patuh, bertentangan dengan agamanya. sang putra di marahi dan di usir keluar dari Praja Pajajaran.... {bersambung...}