17/04/2026
Desa Padang Capo bukan sekadar titik di peta, melainkan rumah bagi banyak harapan yang tumbuh dari kerja keras masyarakatnya. Namun, harapan itu kini seakan terhambat oleh kondisi jalan tanah yang longsor—akses utama yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan warga. Jalan tersebut bukan hanya jalur penghubung antarwilayah, tetapi juga penopang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Ketika jalan itu rusak dan tak kunjung diperbaiki, warga harus menghadapi kesulitan yang berlipat. Anak-anak berjuang untuk tetap bersekolah, para petani kesulitan membawa hasil panen, dan keadaan darurat menjadi semakin mengkhawatirkan karena akses yang terbatas. Kondisi ini tentu bukan sekadar persoalan infrastruktur, tetapi juga menyangkut kesejahteraan dan keselamatan masyarakat.
Melalui narasi ini, terselip harapan besar kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu agar segera mengambil langkah nyata. Perbaikan jalan longsor di Desa Padang Capo bukan hanya tentang pembangunan fisik, melainkan tentang menghadirkan kembali rasa aman, membuka kembali akses kehidupan, dan memastikan bahwa masyarakat desa tidak tertinggal dalam pembangunan.
Kami percaya bahwa pemerintah hadir untuk seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang berada di pelosok. Sudah saatnya perhatian dan tindakan nyata diberikan, agar harapan masyarakat Desa Padang Capo tidak terus tertunda. Jalan yang layak adalah awal dari kehidupan yang lebih baik—dan itu adalah hak setiap warga.