15/07/2026
HARAPAN KEMBALI MENYALA, 17 WARGA BINAAN LAPAS BENGKULU IKUTI SIDANG TPP MENUJU KESEMPATAN KEDUA
BENGKULU – Harapan untuk kembali berkumpul bersama keluarga menjadi momen yang paling dinantikan oleh setiap warga binaan. Raut wajah penuh harap itu tampak menghiasi Aula Gedung Kegiatan Kerja (Giatja) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu saat sebanyak 17 warga binaan mengikuti Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) Integrasi, Rabu (15/07).
Sidang yang berlangsung secara objektif dan profesional tersebut dihadiri oleh seluruh anggota Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) Lapas Kelas IIA Bengkulu serta Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Madya dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bengkulu. Kegiatan ini merupakan salah satu tahapan penting dalam proses pembinaan sebelum warga binaan memperoleh hak integrasi, seperti Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Bersyarat (CB), maupun Cuti Menjelang Bebas (CMB).
Dalam pelaksanaannya, setiap warga binaan menjalani proses penilaian secara menyeluruh. Tim TPP menggali berbagai aspek, mulai dari perubahan perilaku selama menjalani masa pidana, kedisiplinan, keaktifan mengikuti program pembinaan kepribadian maupun kemandirian, hingga kesiapan mereka untuk kembali diterima dan beradaptasi di tengah masyarakat.
Kehadiran PK Madya dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bengkulu turut memberikan penguatan agar seluruh proses sidang berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, transparan, akuntabel, serta mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam memberikan rekomendasi hak integrasi kepada warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, menegaskan bahwa sidang TPP bukan sekadar proses administratif, melainkan bentuk komitmen pemasyarakatan dalam memastikan bahwa setiap warga binaan yang diusulkan memperoleh hak integrasi benar-benar telah menunjukkan perubahan perilaku yang positif.