08/09/2026
Update Monitoring Bendung dan Jaringan Irigasi 7 & 8 Septemmber 2026
Antisipasi Dampak Kekeringan
Meninjau Kesiapan Pasokan Air di Tengah Tantangan Musim Kemarau. El Nino masih berlangsung, hal ini menimbulkan kekhawatiran akan ketersediaan pasokan air untuk lahan pertanian. Menjawab hal tersebut, tim BWS Sumatera VII Bengkulu melalui Satker OP SDA Sumatera VII kembali turun ke lapangan guna memastikan kondisi faktual di setiap infrastruktur irigasi.
Pemantauan berkala terus dilakukan pada enam Daerah Irigasi kewenangan BWS Sumatera VII Bengkulu, yaitu:
- DI Air Lais Kuro Tidur, Kabupaten Bengkulu Utara
- DI Air Seluma, Kabupaten Seluma
- DI Air Nipis Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan
- DI Air Manjunto, Kabupaten Mukomuko
- DI Air Ketahun, Kabupaten Lebong
- DI Air Alas, Kabupaten Seluma
Menjawab kekhawatiran masyarakat seputar potensi surutnya debit air akibat minimnya curah hujan, hasil pemantauan lapangan per 7 dan 8 September 2026 menunjukkan bahwa tinggi muka air di enam Daerah Irigasi kewenangan BWS Sumatera VII Bengkulu berada dalam kondisi cukup dengan elevasi muka air didapati mengalami penurunan. Terkait debit air, tim di lapangan tidak sekadar mendata elevasi, dilakukan juga penyetelan bukaan pintu air guna meminimalkan kehilangan air di saluran primer dan sekunder serta terus berkoordinasi dengan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) untuk mencari informasi faktual terkait kebutuhan air irigasi.
Informasi terkini dari tim OP, belum didapati adanya laporan terkait dengan kekurangan air pada saluran irigasi, namun BWS Sumatera VII Bengkulu terus terbuka dengan laporan dari masyarakat dan menyiagakan posko satgas kekeringan sebagai upaya penanganan dampak kekeringan dan El Nino.
*Luasan Daerah Irigasi mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 14/PRT/M/2015 Tahun 2015 tentang Kriteria dan Penetapan Status Daerah Irigasi.