22/05/2026
KPU Republik Indonesia
• • •
, KPU terus berupaya memperkuat pendidikan pemilih berkelanjutan dan partisipasi masyarakat di tengah situasi non-tahapan serta efisiensi anggaran. Melalui berbagai inovasi dan kolaborasi, KPU didorong untuk tetap menghadirkan program yang low cost namun high impact dengan menyesuaikan perkembangan teknologi informasi dan karakter generasi pemilih saat ini.
Hal tersebut disampaikan Anggota KPU RI August Mellaz saat memberikan arahan secara daring dalam Rapat Koordinasi Sinergi KPU Kabupaten/Kota dalam Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Sulawesi Tenggara, Rabu (20/05/2026).
Mellaz menjelaskan bahwa menuju Pemilu 2029, komposisi pemilih akan didominasi generasi milenial, Gen Z, dan Gen Alpha yang sangat dekat dengan teknologi digital dan media sosial. Karena itu, KPU perlu mengoptimalkan kanal digital, memperkuat storytelling, membangun internal key opinion leader, serta mengemas data dan produk pengetahuan kepemiluan menjadi konten yang informatif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan publik.
Selain itu, KPU juga terus memperkuat kolaborasi multipihak bersama kampus, komunitas, media, dan masyarakat sipil guna membangun ekosistem pendidikan demokrasi yang lebih inklusif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.