Usaha Sampingan

Usaha Sampingan Kegiatan Sosial Kemasyarakatan Rumak Keluarga Indonesia kec. sungai serut

Permanently closed.
12/06/2016

IMAJINASI

Dengan imajinasi, kita bisa menjadi tuan atas takdir kita, I am the master of my fate. Stephen Covey dalam 7 Habits mengatakan kita membuat kreasi mental lebih dulu sebelum kreasi fisiknya.

Semakin kuat gambaran mental yang kita miliki, semakin besar energi yang kita miliki untuk mewujudkannya. Sebaliknya, jika kita terlalu banyak membayangkan yang buruk dan negatif, kita menarik energi negatif dan kita semakin ter-demotivasi untuk meraihnya.

Pepatah Latin mengatakan, Fortis imaginatio generat casum, artinya imajinasi yang jelas menghasilkan kenyataan. Dengan demikian, jangan sia-siakan kekuatan imajinasi dalam diri kita. Imajinasi mampu menjadi kendaraan kita menuju apa saja yang kita mimpi dan cita-citakan.

Imajinasi akan mengumpulkan seluruh energi kita untuk mewujudkannya. Dalam aplikasi sehari-hari, dengan imajinasi, kita membayangkan hal-hal positif yang akan kita lakukan dan membayangkan hal-hal positif yang akan terjadi. Betapa kita akan melihat langkah dan tindakan kita mulai mengarah pada apa yang kita bayangkan. Dan…the dreams will come true!

12/06/2016

Kadang-kadang sesuatu tidak berjalan seperti yang kita harapkan. Jika Anda saat ini mengalami hal itu, jangan putus asa! Hal sulit membutuhkan waktu. Hal mustahil perlu waktu sedikit lebih lama. Tetapi orang yang bertahan sampai akhir akan menang.

02/06/2016

"Banyak peluang emas yang terbungkus dengan kesulitan dan rintangan. Sebelum mencoba, kebanyakan orang menyerah karena memperkirakan tingkat kesulitan dari tantangan tersebut. Padahal, seringkali kesulitan hanya lah ilusi hal yang hanya diperkirakan."

29/05/2016

Perbedaan Sudut Pandang

Gimana sih sukses secara finansial? Karena saya itu selalu ingin membuat diri saya menjadi lebih baik, itulah sebabnya saya selalu belajar ilmu pengembangan diri agar selalu bisa upgrade diri saya senantiasa.

Tidak jarang p**a, pada saat sedang belajar ilmu baru, saya sering banget menemukan hal-hal yang berbeda yang dikatakan oleh para guru sukses tersebut. Ada yang bilang harus A, ada yang bilang harus B.

Terus gimana d**g Pak? Makin belajar makin bingung dah... Lah, itu yang terjadi pada diri saya.

Apalagi banyak orang diluar sana yang mengatakan juga, edukasi itu tidak menentukan sukses/tidaknya seseorang. Buktinya coba lihat, Bill Gates, Steve Jobs dan Mark Zuckerberg. Mereka trilyuner yang tidak lulus kuliah.

Ya masuk akal memang.. Namun, coba lihat juga statistik mereka yang lulus kuliah dan yang lulus SMA, berapa banyak sih yang sukses dari tingkatan lulusan SD/SMP/SMA di bandingkan dengan yang lulus kuliah?

Apakah yang lulus kuliah itu tidak ada yang sukses dan sampai jadi trilyuner? Tentu saja tidak. Mereka ADA. Hanya saja mereka tidak menjadi sensasional karena memang itu BIASA dan tidak kontroversial.

Lagi-lagi ini perbedaan persepsi. Ada yang menganggap ngga perlu pendidikan tinggi, tetapi ada juga yang menganggap perlu pendidikan tinggi agar bisa sukses.

Kedua belah paham sebetulnya sah-sah saja..

Sama halnya ketika saya belajar, ada seorang guru yang mengatakan bahwa saya harus bangun setiap pagi, menjabarkan target saya setiap harinya agar saya bisa FOKUS terhadap target saya dan bisa mencapai target tersebut.

Namun, untuk adilnya, coba lihat berapa banyak orang yang sukses yang tidak pernah melist target mereka dan mereka bisa mencapai target mereka serta menjadi super wealthy? Saya rasa juga banyak...

Kedua belah hal diatas juga sebetulnya sah-sah saja..

Terus gimana d**g Pak yang bener?

Setiap orang itu memiliki karakter, cara pandang dan pola berpikir yang berbeda-beda. Ada yang cocok dengan pemikiran kubu A, adap**a yang cocok dengan pemikiran kubu B.

Itu karena kita sebagai manusia adalah mahluk yang dinamis. Hal itu juga yang menyebabkan sukses itu caranya bagi setiap orang berbeda-beda.

Banyak orang bijak mengatakan success is about the journey dan saya mengamini hal itu. Sukses itu ibarat sebuah puzzle kehidupan dimana kita sendiri yang dapat menyatukannya.

Sure, kita bisa belajar dan mendapatkan tips dari banyak guru kesuksesan diluar sana. Namun, lagi-lagi mereka tidak dapat membantu Anda menyatukan puzzle sukses Anda karena Anda adalah seseorang yang unik dan dinamis.

Sukses itu di tangan Anda sendiri.

Kalau menurut Anda penting bagi Anda untuk meningatkan diri Anda akan target Anda setiap pagi dan menuliskan diatas kertas, lakukan itu.

Kalau menurut Anda penting pendidikan bagi Anda untuk bisa sukses, lakukan itu.
Yang tahu kebutuhan Anda untuk sukses hanyalah diri Anda sendiri.

Make a decision for yourself and don't let others tell you what you can/can't do.

Start and create your own personal legendary journey.

28/05/2016

Kebiasaan Segera Menyelesaikan Masalah

Saat menghadapi hal yang kurang menyenangkan, kadang kita perlu waktu untuk menerimanya. Sering p**a kita menyesal berkepanjangan. Atau, tak jarang, malah kita repot untuk mencari-cari siapa yang bisa disalahkan.

Padahal, jika kita mau merenung sejenak, apa pun kondisi dan permasalahan yang timbul: kita sendiri yang menanggung dan merasakannya. Karena itu, kita p**a yang harus segera menyelesaikannya! Terlepas dari apa pun asal mula masalah, akan jauh lebih bermanfaat jika kita segera mencari sumber masalah dan menuntaskannya.

Sebab, jika dibiarkan berlarut-larut, tantangan/masalah yang satu akan segera bertumpuk dengan tantangan/masalah lain. Maka: biasakan segera memecahkan persoalan, dan segera mencari langkah untuk menyelesaikannya.

Jangan lari dari masalah! Hadapi dengan jiwa yang tenang dan pikiran yang terang. Saat kita berhasil menyelesaikan satu masalah, niscaya kita akan belajar satu lagi ilmu yang bermanfaat, sehingga esok hari kita akan mendapat banyak berkah.

12/05/2016

5 Resep keberhasilan :

1. Selalulah berambisi dan berjiwa muda.
2. Hargailah teori yang sehat, temukan gagasan baru, khususkan waktu memperbaiki produksi.
3. Senangilah pekerjaan Anda dan usahakan buat kondisi kerja Anda senyaman mungkin.
4. Carilah irama kerja yang lancar dan harmonis.
5. Selalu ingat pentingnya penelitian dan kerja sama.

12/05/2016

MELESAT SETELAH DIRENDAHKAN

Direndahkan, disepelekan, dianggap tidak memiliki kemampuan kerap membuat kita merasa bahwa kita memang rendah. Bahwa kita memang tidak ada artinya. Kita tidak melihat peluang lain ketika kita direndahkan. Kita merasa bahwa situasi seperti itu tidak bisa dirubah lagi. Padahal yang terjadi sesungguhnya, situasi seperti itu hadir karena konsep diri kita sendiri yang memang rendah, tidak yakin akan diri sendiri yang akhirnya muncul ke permukaan dan terlihat oleh orang lain.

Konsep diri kita sendiri adalah pandangan dan persepsi kita tentang diri kita sendiri. Konsep diri kita yang rendah akan membuat kita terlihat rendah di mata orang lain. Celah untuk mengambil hal positif bisa kita lakukan ketika itu terjadi. Mengambil hal positif akan membuat konsep diri kita menjadi positif dan akhirnya orang lain menganggap apa yang mereka lakukan salah. Beberapa hal ini bisa menjadi alternatif yang bisa kita pahami kita direndahkan orang lain

Direndahkan Karena Kita Memang Rendah. Coba pandangi diri kita di cermin. Lihat seperti apa diri kita sebenarnya. Secara jujur kita membuat penilaian akan diri kita sendiri.Benarkan bahwa ketika kita direndahkan kita memang rendah? Benarkan ketika kita dikecilkan kita memang kecil dan tidak bisa melakukan hal-hal yang sifatnya besar? Ketika kita melihat diri kita secara jujur dan mengakui bahwa ada hal yang salah pada diri kita tentunya kita juga akan tahu kenapa orang lain melakukan hal itu.
Misal, kita selalu melakukan pekerjaan yang salah dan kita tahu itu salah karena sejak awal kita memang tidak percaya diri untuk melakukan pekerjaan itu. Ketika kita jujur dan mengakui paling tidak pada diri sendiri bahwa kita salah, bahwa kita memang tidak melakukan hal yang optimal, maka kita akan jujur mengakui bahwa orang lain yang memberi kepercayaan atas pekerjaan itu memaki pada kita, memang tidak salah. Itu artinya orang lain merendahkan diri kita karena kualitas diri kita memang rendah. Ketika kita menyadari hal itu, akan mudah mencari potensi lain dan cara lain agar kita tidak menjadi rendah di mata orang lain.

Direndahkan Karena Kita Akan Menjadi Tinggi. Mengakui diri kita sendiri, mengorek dan interopeksi terhadap kekurangan diri sendiri akan membuat kita sadar bahwa ada yang salah dengan persepsi orang lain atau ada yang salah dengan diri kita sendiri.Bisa jadi orang lain menganggap diri kita rendah karena memang konsep diri kita negatif dan memang kita tidak pernah berperilaku yang positif.

Tapi bisa jadi orang lain merendahkan kita karena kita adalah ancaman untuk mereka karena takut kita menjadi setinggi bahkan lebih tinggi dari mereka.Banyak peristiwa di beberapa tempat terjadi ketika seorang yang memiliki potensi besar justru terus dikecilkan dengan tujuan mereka tidak berani menatap ke depan dan pada akhirnya mereka yakin dengan persepsi itu lalu tenggelam tidak berani bermimpi lagi.Dan untuk mengetahui tentang hal ini tentu saja selain intropeksi dan yakin dengan diri kita sendiri, kita juga harus mencari orang lain untuk membantu menilai agar penilaian kita benar-benar objektif adanya.

Pahami Orang Lain Kita Akan Paham Diri Kita. Seringnya orang memandangi diri orang lain dari penampilan luar dan dari apa yang dikatakan orang lain tentang diri kita kepada mereka. Mengambil celah dari prinsip seperti ini sesungguhnya kita mulai melaju. Pahami orang lain di sekeliling kita dan lingkungan kita. Ubah persepsi mereka yang tidak baik tentang kita yang bisa jadi mereka dapat dari orang lain dengan mulai merubah perilaku kita kepada mereka.

Kalau selama ini kita dikenal sebagai orang angkuh, coba pikirkan dalam-dalam, apakah kita memang ingin dikenal sebagai orang angkuh, atau sebaliknya kita justru ingin dianggap sebagai orang yang ramah? Kalau ingin dianggap sebagai orang yang ramah, maka coba sentuhlah hati satu dua orang dengan mulai menyapanya. Sehingga kita yang tadinya tidak biasa untuk bersikap ramah juga belajar untuk menjalani hal itu. Atau mungkin kita dianggap sebagai seorang anak buah yang tidak professional karena sebelumnya kinerja kita memang tidak profesional, maka ubahlah persepsi orang itu dengan mengubah diri kita sendiri menjadi seorang yang profesional sehingga orang menilai baik kinerja kita.

Direndahkan Bukan Harga Mati. Untuk orang-orang dengan konsep diri positif dan memandang segala apapun dengan kaca mata positif, maka dicaci, direndahkan orang lain akan dianggap sebagai salah satu celah untuk melangkah ke arah yang positif. Direndahkan bukan harga mati. Direndahkan itu artinya sebuah langkah awal untuk kita mulai intropeksi apa yang salah dengan sikap kita selama ini. Jika selama ini kita direndahkan karena wawasan kita yang hanya seputaran batok kelapa, maka cobalah untuk menambah wawasan itu sehingga segala kalimat yang ke luar dari mulut kita adalah kalimat yang diakui kualitasnya. Bukan orang lain yang bisa mengubah nasib kita, tapi kita yang harus mengubah nasib kita sendiri.

Jangan Merendahkan Orang Lain! Jika kita diterima orang lain, dihormati dan disenangi karena keadaan kita, maka kita akan cenderung bersikap menghormati dan menerima diri kita sendiri. Sebaliknya, bila orang lain selalu meremehkan kita, menyalahkan kita dan menolak kita, maka kita akan cenderung tidak akan menyenangi diri kita sendiri.

Jika kita sudah mampu ke luar dari zona "caci maki dari orang lain terhadap kita", lalu kita bangkit dan membuat orang lain merasa bahwa selama ini persepsi mereka terhadap diri kita salah, sudah seharusnya kita tidak mengulang pengalaman kita pada orang lain. Menjadi seorang yang lebih bermartabat, dengan mengangkat harga diri orang lain lewat pujian yang tidak berlebihan dan dorongan kuat, agar mereka bangkit dari keterpurukan adalah dampak positif bagi pribadi yang melihat, bahwa setiap hidup adalah proses. Dan mengambil hikmah dari setiap proses. adalah ciri khas orang yang bijaksana.

Setuju?

10/05/2016

THINK POSITIVE..

Lebih mudah mana...
Berusaha menyingkirkan semua kerikil tajam di setiap jalanan, atau memakai sepatu agar kaki kita tidak terluka?

Lebih mungkin mana...
Berusaha mensteril semua tempat agar tak ada kuman, atau memperkuat daya tahan tubuh kita sendiri?

Lebih mudah mana...
Berusaha mencegah setiap mulut agar tak bicara sembarangan, atau menjaga hati kita sendiri agar tak mudah tersinggung?

Lebih penting mana....
Berusaha menguasai orang lain, atau belajar menguasai diri sendiri?

Yang penting bukan bagaimana orang harus baik padaku, melainkan bagaimana aku berusaha baik pada semua orang...

Karena, bukan orang lain yg membuat aku bahagia, tapi Sikapkulah yg menentukan, aku bahagia atau tidak..

Setuju?!

Address

Bengkulu

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Usaha Sampingan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Usaha Sampingan:

Share