30/04/2026
Apa yang lebih memilukan dari penyakit yang datang diam-diam, tanpa gejala, tapi berdampak seumur hidup?
Itulah kenyataan yang dihadapi dalam kasus HIV dan Infeksi Menular Seksual (IMS) di Kota Bima hari ini.
Data Dinas Kesehatan Kota Bima menunjukkan adanya temuan kasus baru yang terus muncul setiap tahun. Pada tahun 2024, ditemukan 38 kasus baru HIV, kemudian pada tahun 2025 kembali ditemukan 40 kasus baru yang didominasi oleh populasi kunci LSL (Laki-laki Seks dengan Laki-laki). Hingga April 2026, jumlah keseluruhan Orang Dengan HIV (ODHIV) di Kota Bima tercatat sebanyak 97 orang. Sementara itu, kasus IMS seperti sifilis dan gonore (GO) juga mencapai 90 orang. IMS tidak boleh dianggap ringan. IMS dapat menjadi pintu awal masuknya HIV, bahkan membuat seseorang hingga 5 kali lebih mudah tertular.
Berbeda dengan HIV yang sering tanpa gejala di awal, IMS umumnya memiliki gejala seperti luka pada alat kelamin, keluar cairan tidak normal, nyeri saat buang air kecil, atau ruam, meski pada sebagian kasus juga bisa tidak disadari.
Angka-angka ini bukan sekadar statistik. Munculnya kasus baru setiap tahun menjadi sinyal bahwa penularan masih terjadi di tengah masyarakat. Faktor seperti perilaku berisiko, kurangnya pemeriksaan rutin, serta stigma yang membuat orang enggan memeriksakan diri, turut memperbesar potensi penyebaran.
Agar terhindar dari kasus seperti ini, lindungi diri, hindari perilaku seksual berisiko, setia pada satu pasangan, gunakan kondom dengan benar bagi yang berisiko, jauhi NAPZA terutama penggunaan jarum suntik bersama, serta lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
_________________________________________________
Dinas Kesehatan Kota Bima
Melayani dengan ramah, senyum, ikhlas dan tuntas.
Ikuti akun sosial media Dinas Kesehatan Kota Bima:
Instagram:
Facebook: Kotabima & Dinas Kesehatan Kota Bima