18/05/2026
RSUD dr. Fauziah Bireuen menerima kunjungan kerja dari RSUD Muyang Kute Bener Meriah dalam rangka kaji tiru pelayanan Hemodialisa atau Dialisis (13/05/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari sistem dan mutu pelayanan unit dialisis yang telah berjalan di RSUD dr. Fauziah Bireuen.
Rombongan RSUD Muyang Kute Bener Meriah diterima langsung oleh Wakil Direktur Administrasi Umum dan Keuangan RSUD dr. Fauziah Bireuen, Mirzal, S.Kep.M.K.M di ruang kerja Direktur. Hadir juga jajaran manajemen Kabag Perencanaan Fadli, SKM, Kabid Penunjang Medis apt. Muzakir, S.Farm, Kabid Pelayanan Medis dr. Riza Fahmi, M.K.M, Kabid Keperawatan Ns.Hamdiana, M.Kep., pj Diklat Ti Aminah, S.Kep.SKM, dan kepala unit Hemodialisa RSUD dr Fauziah Bireuen, Ns. Muliadi, S.Kep. serta dokter pelaksana HD.
Dalam sambutannya, Wadir Administrasi Umum dan Keuangan Mirzal menyampaikan apresiasi atas kepercayaan RSUD Muyang Kute Bener Meriah memilih RSUD dr. Fauziah Bireuen sebagai tempat belajar.
“Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai bentuk kolaborasi antar rumah sakit daerah. Unit Hemodialisa atau Dialisis RSUD dr. Fauziah Bireuen terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan, mulai dari standar operasional, keselamatan pasien, hingga kenyamanan selama proses cuci darah,” ujarnya.
Tim dari RSUD Muyang Kute Bener Meriah diajak meninjau langsung alur pelayanan Hemodialisa, mulai dari pendaftaran pasien, persiapan alat, proses dialisis, hingga manajemen limbah medis. Diskusi juga membahas manajemen SDM, jadwal layanan, pengendalian infeksi, dan sistem pencatatan pelaporan yang digunakan.
Kepala Unit Hemodialisa RSUD dr. Fauziah Bireuen, Ns. Muliadi, S.Kep, menjelaskan bahwa saat ini unit dialisis melayani puluhan pasien rutin per hari dengan 2 shift pelayanan, dengan 15 mesin dialisis.
“Kunci kami adalah konsistensi pada SOP dan komunikasi aktif dengan pasien gagal ginjal agar kepatuhan terapi terjaga,” jelasnya.
Kunjungan kaji tiru ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi RSUD Muyang Kute dalam mengembangkan unit Hemodialisa yang aman, efisien, dan berpusat pada pasien. Kedua rumah sakit sepakat untuk menjaga komunikasi dan saling berbagi praktik dan pengalaman ke depannya.