20/07/2019
Terbentuknya benua dan samudera (benua pangea)
Asal Mula Beragam Benua di Bumi
Pernah tahu kata Pangaea? Paham artinya? Pangaea adalah kesatuan benua berupa satu daratan yang besar. Itu adalah keadaan awal Bumi yang kita tempati sekarang.
Jadi, Benua Amerika, Asia, Eropa, dan Afrika dkk dulu tidak terpisah lautan. Melainkan, menjadi satu yang disebut Pangaea itu. Pangaea adalah superbenua yang ada selama era Paleozoikum dan Mesozoikum (sekitar 250 juta tahun lalu). Laut tunggal sangat besar yang mengelilingi Pangaea diketahui sebagai Panthalassa.
Nama Pangaea kali pertama digunakan pencetus teori pergeseran benua asal Jerman, Alfred Wegener. Dia menulisnya pada buku yang berjudul The Origin of Continents and Ocean (Entstehung Die Kontinente und der Ozeane) pada 1920. Isinya menunjukkan bahwa superbenua Pangaea memainkan peran kunci pembentukan benua dan samudra.
Ada tiga fase utama dalam pecahnya Pangaea. Fase pertama dimulai pada masa Permian hingga masa Jurassic (200-135 juta tahun lalu).
Pada masa Permian, kurang lebih pada 225 juta tahun lalu, mulai ada keretakan di daerah selatan. Yaitu, terpisahnya daerah Antartika, India, dan Australia.
Kemudian di zaman Triassic, keretakan terjadi di timur Tethys Ocean dan Pasifik Barat. Peristiwa tersebut mengakibatkan terpisahnya bagian yang kini diyakini sebagai Amerika Utara dan Afrika. Juga, adanya laut baru, yaitu Samudra Atlantik.
Berlanjut ke zaman Jurassic sekitar (135 tahun lalu), India bergerak ke arah timur dan memisahkan diri dari Afrika. Pergerakan dari Antartika dan Australia semakin menjauh ke arah selatan.
Fase kedua dalam pecahnya Pangaea dimulai pada zaman Cretaceous Awal (150-140 juta tahun lalu). Saat itu, superbenua kecil, Gondwana, mengalami keretakan yang cukup besar. Yaitu, dominasi utama Amerika Selatan dan Afrika di Gondwana mulai tak tampak.
Amerika Selatan bergerak searah jarum jam mendekati Antartika dan Australia, sedangkan Afrika semakin lengket dengan Eurasia. Namun, tidak diikuti