09/05/2026
Setiap 10 Mei, dunia memperingati Hari Lupus Sedunia untuk meningkatkan kesadaran penyakit lupus. Lupus merupakan penyakit autoimun kronis ketika sistem kekebalan tubuh justru menyerang sel dan jaringan tubuh sendiri. Kondisi ini dapat mengenai berbagai organ seperti kulit, sendi, ginjal, paru, jantung, hingga sistem saraf, sehingga lupus sering dijuluki penyakit seribu wajah karena gejalanya sangat beragam dan sering menyerupai penyakit lain.
Di Indonesia, angka pasti penderita lupus belum sepenuhnya terdokumentasi, namun survei menunjukkan prevalensi sekitar 0,5% populasi dengan estimasi lebih dari 1,25–1,3 juta orang, terutama perempuan usia reproduksi. Banyak kasus penderita lupus ditemukan sudah pada stadium lanjut karena gejala awalnya kerap dianggap keluhan ringan, sementara data rumah sakit menunjukkan kasus rawat inap dan kematian akibat komplikasi lupus meningkat dari tahun ke tahun.
Lupus memang belum dapat disembuhkan total, tetapi dengan diagnosis yang tepat, terapi jangka panjang, dan pemantauan teratur, banyak orang dengan lupus yang dapat mempertahankan kualitas hidup, bekerja, dan tetap produktif. Dukungan keluarga, teman, tenaga kesehatan, dan komunitas berperan penting untuk mengurangi stigma, menjaga kesehatan mental, dan membantu odapus mematuhi pengobatan.
Salam Literasi, 📚