Balei Bolon Nasara

Balei Bolon Nasara Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Balei Bolon Nasara, Jalan Kumbang no. 31, Bogor.

Kami menyediakan ruang kantor dan ruang meeting terpadu dengan lokasi yang sangat strategis yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas dalam gedung maupun disekitarnya

Perayaan Ulang Tahun YOS tahun 2022
01/11/2022

Perayaan Ulang Tahun YOS tahun 2022

19/12/2019

Ulang Tahun YOS Ke-55 Tahun (Alumni IPB 1964)

Natal bersama BICF 14 Desember 2019 di Balei Bolon Nasara
14/12/2019

Natal bersama BICF 14 Desember 2019 di Balei Bolon Nasara

Seminar "Pengembangan Pariwisata Danau Toba di Sekitar Wilayah Simalungun" Balei Bolon Nasara 30 November 2019
30/11/2019

Seminar "Pengembangan Pariwisata Danau Toba di Sekitar Wilayah Simalungun" Balei Bolon Nasara 30 November 2019

Kebersamaan Mahasiswa Pascasarjana dan Dosen Kristen IPB Sabtu 21 September 2019.
22/09/2019

Kebersamaan Mahasiswa Pascasarjana dan Dosen Kristen IPB Sabtu 21 September 2019.

Selamat kepada Bapak J. Sinambela dan Ibu Riahni A. Purba sebagai pemenang door prize hadiah utama 1 buah motor honda be...
02/09/2019

Selamat kepada Bapak J. Sinambela dan Ibu Riahni A. Purba sebagai pemenang door prize hadiah utama 1 buah motor honda beat pada acara Silaturahmi & Rondang Bintang 2019 PMS bersama IKEIS


Sedang antri mendaftar untuk acara Marrondang Bintang
24/08/2019

Sedang antri mendaftar untuk acara Marrondang Bintang

Seminar adat budaya SimalungunSabtu, 24 Agustus 2019
24/08/2019

Seminar adat budaya Simalungun
Sabtu, 24 Agustus 2019

Final preparations
24/08/2019

Final preparations

Ibu Iriana dan Bulang SimalungunOleh : Anwar SaragihSaya lahir dan tumbuh pada sebuah desa di Kabupaten Simalungun. Dibe...
17/08/2019

Ibu Iriana dan Bulang Simalungun

Oleh : Anwar Saragih

Saya lahir dan tumbuh pada sebuah desa di Kabupaten Simalungun. Dibesarkan dalam keluarga Simalungun p**a, karena Bapak dan Ibu (Mamak) yang bersuku Simalungun.

Secara empirik dalam berbudaya Bapak dan Mamak termasuk moderat, demokratis dan tidak terlalu ketat soal adat. Hal ini saya simpulkan sendiri, karena tak terlalu memaksakan agar saya punya pacar dan, harus akan menikah dengan perempuan bersuku Simalungun p**a.

Apalagi soal pilihan politik, saya tak pernah diwajibkan, diharuskan harus memilih pemimpin yang satu suku. Mereka sangat demokratis tentang pilihan-pilihan yang pernah saya ambil.

Meski begitu, Bapak dan Ibu selalu mengajarkan saya, secara detail soal budaya Simalungun dan perangkatnya. Tentang Ahap Simalungun. Utamanya, kala saya beranjak dewasa lalu melanjutkan pendidikan ke kota, tempat yang lebih beragam budaya dan adat. Pesan utamanya adalah tentang ingatan ke Tanoh Hasusuran (Tanah Asal).

Hari ini (17/8/2019) pada beranda dan linimasa media sosial, saya membaca satu per satu komentar masyarakat Simalungun tentang Ibu Iriana yang memakai Bulang Simalungun --penutup kepala untuk perempuan Simalungun dalam upacara hari Kemerdekaan di Istana Negara tadi pagi.

Ada kehormatan, ada kemasyuran tentunya untuk seluruh masyarakat Simalungun. Tak terkecuali saya, pastinya juga ikut berbangga hati. Sebab, upacara yang disaksikan ratusan juta masyarakat Indonesia itu menyorot simbol budaya Simalungun, Bulang Simalungun.

Bulang atau penutup kepala untuk perempuan Simalungun ada 4 (empat) jenis yaitu pertama, Bulang Sulappei (Bulang adat/pesta). Kedua, Bulang Teget (Bulang untuk pengantin). Ketiga, Bulang Suyuk (Bulang Pesta/Usia Tua). Dan, keempat, Bulang Hurbu/Salalu (Bulang Harian).

Soal Bulang yang dipakai Ibu Negara, Ibu Iriana tadi pagi adalah Bulang Teget. Pertanyaan paling penting tentunya, apa makna pemaknaan Bulang Teget yang dipakai oleh Ibu Iriana.

Secara Filosofi dalam budaya Simalungun, Bulang Teget digunakan perempuan Simalungun. Menunjukan perempuan tersebut sudah menikah dan bersuami, Pun Bulang Teget secara semiotika menyimbolkan sebagai istri yang baik, hormat dan bermartabat.

Ketika Bulang Teget dikenakan seorang perempuam. Posisinya di kepalaharus lebih tinggi yang disebelah kanan, yang berarti bahwa seorang istri, selalu menjunjung tinggi derajat suami yang disampingnya.

Sementara, Benang Bulang Teget yang berumbai dibuat berbaris terbuka. Posisinya sebelah kanan perempuan yang memakainya berada disebelah suaminya saat mereka berdampingan. Filosofinya merupaka keterbukaan isteri terhadap suaminya terhadap hal apapun.

Lalu rumbai yang menyatu disebelah kiri pemakai Bulang Teget, memang sengaja lebih rendah dari rumbai berbaris yang terbuka. Filosofinya, seorang istri selalu menjaga harkat martabat suaminya. Mengikat rapat segala sesuatu dalam rumah tangga mereka, tidak dibukakan ke orang lain sekalipun kepada orang tua.

Artinya Bulang Teget dalam budaya Simalungun, menjelaskan bahwa sebuah keharusan bagi seorang perempuan menjaga nilai-nilai kebudayaan, nilai kehormatan dan nilai kebanggaan dengan 3 (ikatan) yaitu pertama, terikat pada pasangan suami istri. Kedua, terikat pada orang tua dan mertua. Ketiga, terikat pada Tuhan yang Maha Pencipta.

Tentu saja, sebagai orang Simalungun, saya berharap, nilai-nilai baik ini menyatu dengan Ibu Iriana yang mendampingi Pak Jokowi dalam menjalankan roda pemerintahan di Indonesia. Diberkati selalu kesehatan, dilimpahkan kekuatan mendampingi Pak Jokowi dan Diberkahi segala kehormatan membawa Indonesia Maju.

Matur Suwun, Ibu Iriana. Terima Kasih, Dieteitupa.

Rapat Panitia acara Rondang Bintang di BBN 16 Agustuts 2019
17/08/2019

Rapat Panitia acara Rondang Bintang di BBN 16 Agustuts 2019

Address

Jalan Kumbang No. 31
Bogor
16128

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00
Sunday 09:00 - 17:00

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Balei Bolon Nasara posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share