22/08/2026
Perkuat Swasembada Pangan, BRMP Pascapanen Koordinasikan Mitigasi Kekeringan di Banyuasin
Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pascapanen Pertanian (BRMP Pascapanen Pertanian) menggelar Rapat Koordinasi Swasembada Pangan dan Mitigasi Dampak Kekeringan di Kabupaten Banyuasin, Kamis (20/8/2026). Rapat dipimpin Kepala BRMP Pascapanen Pertanian dan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan terkait, mulai dari jajaran pemerintah daerah, bidang pertanian, klimatologi, pengelolaan sumber daya air, penyuluh pertanian, hingga Tim Swasembada Pangan BRMP Pascapanen.
Rapat koordinasi tersebut menjadi forum untuk memperkuat sinergi dan komitmen seluruh pihak dalam mendukung pencapaian target swasembada pangan, khususnya di tengah kondisi musim kemarau yang berpotensi memberikan dampak terhadap kegiatan budidaya pertanian di Kabupaten Banyuasin.
Dalam arahannya, Kepala BRMP Pascapanen Pertanian, Suharyanto menekankan pentingnya pelaksanaan kegiatan rutin yang harus dilakukan dan dilaporkan secara berkala. Ia juga menggarisbawahi perlunya komitmen dan dukungan seluruh pihak yang terlibat agar berbagai program dapat berjalan optimal dalam mewujudkan swasembada pangan.
Kabupaten Banyuasin memiliki target produksi yang perlu didukung dengan peningkatan areal tanam. Berdasarkan hasil rapat, target yang ditetapkan mencapai 246.711 dengan luas panen 204.016, sehingga masih diperlukan penambahan areal melalui sejumlah kecamatan yang memiliki potensi tanam.
Sementara itu, Kepala BRMP Sumatera Selatan, Noor Roufiq menyampaikan sejumlah langkah yang dapat mendukung percepatan pelaksanaan program. Usulan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) dapat dilakukan secara manual. Selain itu, akan dilakukan revisi petunjuk teknis yang memungkinkan usulan dari penyuluh dapat langsung disampaikan kepada BRMP tanpa harus melalui rekomendasi Dinas Pertanian. Revisi tersebut direncanakan dilakukan pada minggu berjalan.
Dari sisi dukungan sarana produksi, kuota bantuan yang tersedia masih cukup banyak dan perlu segera dimanfaatkan. Stok benih padi juga masih tersedia, antara lain varietas Inpari 49, Inpari 32, Inpari 50, dan Inpari 47. Bantuan yang masih memiliki kuota perlu dimanfaatkan agar tidak dialihkan ke daerah lain.
Melalui rapat koordinasi ini, seluruh pihak didorong untuk memperkuat koordinasi dan mempercepat tindak lanjut di lapangan. Optimalisasi bantuan, penguatan infrastruktur irigasi, pemanfaatan sumber daya yang tersedia, serta penyesuaian strategi tanam terhadap kondisi iklim menjadi langkah penting untuk menjaga produktivitas pertanian sekaligus mendukung pencapaian target swasembada pangan di Kabupaten Banyuasin.