Kampus Ilmu Dar Alamiyyah

Kampus  Ilmu Dar Alamiyyah Media dakwah ajaran Islam yang bersumber dari Al-qur'an, Sunnah Nabi, dan Kutub para ulama.

21/08/2026

*KEPRIBADIAN SEORANG MUKMIN*

Fudhail bin 'Iyadh rahimahullah berkata :

الْمُؤْمِنُ قَلِيلُ الْكَلَامِ كَثِيرُ الْعَمَلِ , وَالْمُنَافِقُ كَثِيرُ الْكَلَامِ قَلِيلُ الْعَمَلِ , كَلَامُ الْمُؤْمِنِ حَكَمٌ وَصَمْتُهُ تَفَكُّرٌ وَنَظَرُهُ عِبْرَةٌ وَعَمَلُهُ بِرٌ وَإِذَا كُنْتَ كَذَا لَمْ تَزَلْ فِي عِبَادَةٍ

"Seorang yang beriman itu sedikit bicaranya dan banyak beramalnya, sedangkan orang munafiq itu banyak bicaranya dan sedikit beramalnya.

Ucapan seorang mukmin adalah hikmah, diamnya adalah tafakkur, penglihatannya adalah pelajaran dan amalnya adalah kebaikan. Jika engkau bisa menjadi seperti itu maka engkau terus menerus dalam melakukan ibadah."

Wallahu a'lam bish shawab
(Hilyatul Auliya, karya Abu Nu'aim Al Ashbahany, jilid 8 halaman 98)

AAAA

20/08/2026

*TANDA AKHLAK MULIA*

📑 Yusuf bin Asbath rahimahullah berkata:

علامة حسن الخلق عشرة أشياء:
١ - قلة الخلاف.
٢ - حسن الإنصاف.
٣ - ترك تطلب العثرات.
٤ - تحسين ما يبدو من السيئات.
٥ - التماس المعذرة.
٦ - احتمال الأذى.
٧ - الرجوع بالملامة على نفسه.
٨ - التفرد بمعرفة عيوب نفسه دون عيوب غيره.
٩ - طلاقة الوجه.
١٠ - لين الكلام.

"Tanda akhlak mulia ada 10 perkara:

1. Jarang berselisih.
2. Baik dalam bersikap adil.
3. Meninggalkan tindakan mencari-cari kesalahan orang lain.
4. Berusaha memperbaiki keburukan-keburukan yang nampak.
5. Mencarikan udzur bagi orang yang salah.
6. Bersabar menghadapi gangguan orang lain yang menyakitkan.
7. Introspeksi dengan mencela diri sendiri yang juga penuh kekurangan.
8. Hanya sibuk mengurus aib-aib sendiri tanpa mengurusi aib orang lain.
9. Wajah ceria.
10. Lembut perkataannya."

📚 At-Tanwir Syarh al-Jami' ash-Shaghir, juz 5 hlm. 535

Anton Abdillah Al Atsary

14/08/2026
09/08/2026

*Kebenaran Tidak Memandang Jumlah*

حدثنا ابن عباس عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: “عرضت عليّ الأمم، فرأيت النبي ومعه الرهط، والنبي ومعه الرجل والرجلان، والنبي وليس معه أحد

“Diperlihatkan kepadaku umat manusia seluruhnya. Maka akupun melihat ada Nabi yang memiliki pengikut sekelompok kecil manusia. Dan ada Nabi yang memiliki pengikut dua orang. Ada Nabi yang tidak memiliki pengikut” (HR. Bukhari dan Muslim)

*muhammad bin sirin rohimahullohu ta'aala berkata:*

_*لأن يموت الرجل جاهلا خيرا له من أن يقول ما لا يعلم*_

_*"Seandainya seorang lelaki mati dalam keadaan bodoh, maka hal itu lebih baik baginya daripada dia mengatakan perkara yang tidak ia ketahui"*_

📚 KITAB : I'LAMUL MUWAQQI'IN

Anton Abdillah Al Atsary

07/08/2026

UKHUWAH ISLAMIYYAH PENTING

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : لاَ تَحَاسَدُوا وَلاَ تَنَاجَشُوا وَلاَ تَبَاغَضُوا وَلاَ تَدَابَرُوا وَلاَ يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ وَكُوْنُوا عِبَادَ اللهِ إِخْوَاناً . الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يَخْذُلُهُ وَلاَ يَكْذِبُهُ وَلاَ يَحْقِرُهُ . التَّقْوَى هَهُنَا –وَيُشِيْرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ – بِحَسَبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ

[رواه مسلم]

Dari Abu Hurairah Radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa Sallam bersabda : Janganlah kalian saling dengki, saling menipu, saling marah dan saling memutuskan hubungan. Dan janganlah kalian menjual sesuatu yang telah dijual kepada orang lain. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya, (dia) tidak menzaliminya dan mengabaikannya, tidak mendustakannya dan tidak menghinanya. Taqwa itu disini (seraya menunjuk dadanya sebanyak tiga kali). Cukuplah seorang muslim dikatakan buruk jika dia menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim atas muslim yang lain; haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya.

(Riwayat Muslim)

- Larangan berbuat hasad. Larangan ini sampai derajat haram. Hasad memiliki berbagai macam bahaya. Benci terhadap qadha dan takdir Allah. Permusuhan antar sesama saudara. Adalah di antara sekian bahayanya.

- Larangan jual beli munajasyah.

- Larangan membelakangi. Yaitu memalingkan punggungnya dan tidak memperhatikannya.

- Larangan jual beli atas jual beli saudaranya dan semisalnya.

- Wajib hukumnya menumbuhkan ukhuwah imaniyyah.

- Takwa tempatnya di hati. Jika hatinya bertakwa, tentu anggota badannya bertakwa juga.

- Pengulangan kalimat yang dirasa penting untuk menjelaskan agar semakin paham

- Besarnya dosa bagi orang yang meremehkan seorang muslim.

- Darah, harta dan kehormatan seorang muslim hukum aslinya adalah terjaga. Namun, ada beberapa sebab yang membolehkan untuk melanggarnya.

- Andai umat Islam melaksanakan semua ajaran ini dengan baik, tentu mereka akan bahagia dunia dan akhirat.

At Ta'liqat Alal Arbain An Nawawiyyah, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin hal 152-157

===============

AAAA

*THIBBUN NABAWI - UPAH RUQYAH*ما أنزل الله داء إلا أنزل له شفاء_"tidaklah allah subhanahu wa ta'aala menurunkan penyakit...
05/08/2026

*THIBBUN NABAWI - UPAH RUQYAH*

ما أنزل الله داء إلا أنزل له شفاء

_"tidaklah allah subhanahu wa ta'aala menurunkan penyakit, kecuali Dia turunkan p**a untuk penyakit tersebut obatnya"_

Shahabat yang mulia Abu Sa‘id Al-Khudri rahimahullahu berkata :

أَنَّ رَهْطًا مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ انْطَلَقُوْا فِي سَفْرَةٍ سَافَرُوْهَا حَتَّى نَزَلُوْا فِي حَيٍّ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ، فَاسْتَضَافُوْهُمْ فَأَبَوْا أَنْ يُضَيِّفُوْهُمْ. فَلُدِغَ سَيِّدُ ذَلِكَ الْحَيِّ، فَسَعَوْا لَهُ بِكُلِّ شَيْءٍ، لاَ يَنْفَعُهُ شَيْءٌ. فَقَالَ بَعْضُهُمْ: لَوْ أَتَيْتُمْ هَؤُلاَءِ الرَّهْطَ الَّذِيْنَ قَدْ نَزَلُوْا بِكُم، لَعَلَّهُ أَنْ يَكُوْنَ عِنْدَ بَعْضِهِمْ شَيْءٌ. فَأَتَوْهُمْ فَقَالُوْا: يَا أَيُّهَا الرَّهْطُ! إِنَّ سَيِّدَنَا لُدِغَ، فَسَعَيْنَا لَهُ بِكُلِّ شَيْءٍ، لاَ يَنْفُعُهُ شَيْءٌ، فَهَلْ عِنْدَ أَحَدٍ منكُمْ شَيْءٌ؟ فَقَالَ بَعْضُهُمْ: نَعَمْ، وَاللهِ إِنِّي لَرَاقٍ، وَ لَكِنْ وَاللهِ لَقَدِ اسْتَضَفْنَاكُمْ فَلَمْ تُضَيِّفُوْنَا، فَمَا أَنَا بِرَاقٍ لَكُمْ حَتَّى تَجْعَلُوْا لَنَا جُعْلاً. فَصَالِحُوْهُمْ عَلَى قَطِيْعٍ مِنَ الْغَنَمِ. فَانْطَلَقَ فَجَعَلَ يَتْفُلُ وَيَقْرَأُ: {الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ} حَتَّى لَكَأَنَّمَا نُشِطَ مِنْ عِقَالٍ، فَانْطَلَقَ يَمْشِي مَا بِهِ قَلَبَةٌ. قَالَ: فَأَوْفَوْهُمْ جُعْلَهُمُ الَّذِي صَالَحُوْهُمْ عَلَيْهِ. فَقَالَ بَعْضُهُمْ: اقْسِمُوا. فَقَالَ الَّذِي رَقَى: لاَ تَفْعَلُوْا حَتَّى نَأْتِيَ رَسُوْلَ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَذْكُرَ لَهُ الَّذِي كَانَ، فَنَنْظُرَ مَا يَأْمُرُنَا. فَقَدِمُوْا عَلى رَسُولِ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَذَكَرُاْ لَهُ ذَلِكَ، فَقَالَ: وَمَا يُدْرِيْكَ أَنَّهَا رُقْيَةٌ؟ أَصَبْتُمْ، اقْسِمُوا وَاضْرِبُوا لِي مَعَكُمْ بِسَهْمٍ

Sejumlah shahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pergi dalam sebuah safar (perjalanan) yang mereka tempuh, hingga mereka singgah di sebuah kampung Arab. Mereka kemudian meminta penduduk kampung tersebut agar menjamu mereka, namun penduduk kampung itu menolak.

Tak lama setelah itu, kepala suku dari kampung tersebut tersengat binatang berbisa. Penduduknya pun mengupayakan segala cara pengobatan, namun tidak sedikit pun yang memberikan manfaat untuk kesembuhan pemimpin mereka. Sebagian mereka berkata kepada yang lain :
“Seandainya kalian mendatangi rombongan yang tadi singgah di tempat kalian, mungkin saja ada di antara mereka punya obat (yang bisa menghilangkan sakit yang diderita pemimpin kita).” Penduduk kampung itu pun mendatangi rombongan shahabat Rasulullah yang tengah beristirahat tersebut, seraya berkata : “Wahai sekelompok orang, pemimpin kami disengat binatang berbisa. Kami telah mengupayakan berbagai cara untuk menyembuhkan sakitnya, namun tidak satu pun yang bermanfaat. Apakah salah seorang dari kalian ada yang memiliki obat?” Salah seorang shahabat berkata : “Iya, demi Allah, aku bisa meruqyah. Akan tetapi, demi Allah, tadi kami minta dijamu namun kalian enggan untuk menjamu kami. Maka aku tidak akan melakukan ruqyah untuk kalian hingga kalian bersedia memberikan imbalan kepada kami.”

Mereka pun bersepakat untuk memberikan sekawanan kambing) sebagai upah dari ruqyah yang akan dilakukan. Shahabat itu pun pergi untuk meruqyah pemimpin kampung tersebut. Mulailah ia meniup disertai sedikit meludah dan membaca) : “Alhamdulillah rabbil ‘alamin” (Surah Al-Fatihah). Sampai akhirnya pemimpin tersebut seakan-akan terlepas dari ikatan yang mengekangnya. Ia pun pergi berjalan, tidak ada lagi rasa sakit (yang membuatnya membolak-balikkan tubuhnya di tempat tidur).

Penduduk kampung itu lalu memberikan imbalan sebagaimana telah disepakati sebelumnya. Sebagian shahabat berkata : “Bagilah kambing itu.” Namun shahabat yang meruqyah berkata : “Jangan kita lakukan hal itu, sampai kita menghadap Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu kita ceritakan kejadiannya, dan kita tunggu apa yang beliau perintahkan.” Mereka pun menghadap Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu mengisahkan apa yang telah terjadi. Beliau bertanya kepada shahabat yang melakukan ruqyah : “Dari mana engkau tahu bahwa Al- Fatihah itu bisa dibaca untuk meruqyah ? Kalian benar, bagilah kambing itu dan berikanlah bagian untukku bersama kalian.”

Beberapa faedah yang dapat kita ambil dari hadits Abu Sa‘id Al-Khudri radhiallahu 'anhu di atas adalah

Surah Al-Fatihah mustahab untuk dibacakan kepada orang yang disengat binatang berbisa dan orang sakit,
Boleh mengambil upah dari ruqyah dan upah itu halal)
Seluruh kambing itu sebenarnya milik orang yang meruqyah adapun yang lainnya tidak memiliki hak, namun dibagikannya kepada teman-temannya karena kedermawanan dan kebaikan.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam minta bagian dalam rangka lebih menenangkan hati para shahabatnya dan untuk lebih menunjukkan bahwa upah yang didapatkan tersebut halal, tidak mengandung syubhat.
Demikian faedah yang disebutkan Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu dalam Al-Minhaj Syarhu Shahih Muslim

📚 KITAB : Al Minhaj Syarhu Shahih Muslim

Anton Abdillah Al

Imam Ibnul Jauzy rahimahullah berkata dalam kitabnya Shaidul Khathir: "Wahai jiwa yang telah menyaksikan HikmahNya, tida...
28/07/2026

Imam Ibnul Jauzy rahimahullah berkata dalam kitabnya Shaidul Khathir:

"Wahai jiwa yang telah menyaksikan HikmahNya, tidaklah pantas bagimu menghadap kepada selain Allah. Akan sangat aneh jika Kamu mengadukan kefakiran kepada makhluk yang sederajat denganmu, yang bibirnya bergerak seperti bibir milikmu. Oleh karena itu, kembalilah kepada Fithrah. Memohonlah kepada Sang Pemilik segala sebab. Alangkah bahagianya kamu jika bisa mengenal-Nya. Jika kamu mengenal-Nya ibaratnya, dunia dan akhirat telah berada di genggamanmu."

[Dikutip dalam kitab Shaidul Khathir, Imam Abul F***j Abdurrahman Ibnul Jauzy, hal. 63 Dar At-Taqwa Mesir]

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

AAAA

Seorang Ulama Besar yang sangat Teliti/Kritis, seorang pendidik yang Mulia, dan Pemilik Program-Program Ilmiah yang Dibe...
23/07/2026

Seorang Ulama Besar yang sangat Teliti/Kritis, seorang pendidik yang Mulia, dan Pemilik Program-Program Ilmiah yang Diberkahi, beliau adalah Syaikh Shalih bin Abdullah bin Hamad Al-Osaimi "hafizhahullah"

Syaikh Salih Al-Osaimi dianggap sebagai salah satu ulama kontemporer paling menonjol yang dikenal karena perhatiannya terhadap pendidikan yang sistematis, pengajaran matan-matan ilmiah, serta penyebaran ilmu syar'i sesuai metode para pendahulu yang saleh (Salaf).

Beliau menggabungkan antara riwayat (penyampaian sanad) dan dirayat (pemahaman mendalam), serta antara keilmuan yang kokoh dan pengajaran yang baik.

Ribuan penuntut ilmu dari dalam maupun luar Kerajaan Arab Saudi telah mengambil manfaat dari keilmuan beliau.

Beliau lahir di kota Riyadh pada tahun 1971 M, tumbuh dengan kecintaan terhadap ilmu, lalu berkelana (rihlah) menuntut ilmu ke lebih dari lima belas negara.

Beliau berguru kepada banyak ulama hingga menjadi salah satu ulama yang paling perhatian dalam merumuskan kurikulum belajar, menghidupkan majelis-majelis ilmu, serta menghubungkan para penuntut ilmu dengan matan-matan dan prinsip-prinsip dasar keilmuan.

Syaikh dikenal dengan kesungguhan dan kerja keras yang tiada tandingannya. Beliau mendirikan lebih dari 18 program ilmiah tahunan yang menghidupkan kembali perjalanan belajar yang sistematis, mendidik ribuan pelajar di dalamnya, dan memberikan dampak nyata dalam menyebarkan ilmu syar'i serta mengaitkan masyarakat dengan prinsip-prinsip dasarnya.

Di Antara Guru-Guru Beliau yang Paling Menonjol:

Syaikh Abdul Aziz bin Baz
Syaikh Muhammad bin Salih Al-Utsaimin
Syaikh Abdullah bin Aqil
Syaikh Abdullah bin Jibreen
Syaikh Bakr Abu Zaid
Syaikh Salih Al-Fawzan
Syaikh Abdullah Al-Ghudayyan
Syaikh Abdul Wakil Al-Hasyimi
(Semoga Allah merahmati ulama yang telah wafat di antara mereka, dan menjaga ulama yang masih hidup).

Program-Program Ilmiah Beliau yang Paling Terkenal:

Program Al-Dars Al-Wahid (Pelajaran Satu Hari): Diadakan selama 6 hari setiap tahunnya. Dalam program ini, dibahas 5 kitab setiap hari. Program ini telah mencapai 10 putaran, di mana sekitar 300 kitab telah dijelaskan dalam 300 majelis.

Program Al-Yaum Al-Wahid (Program Satu Hari): Menjelaskan 1 kitab dalam 3 sesi pelajaran dan diadakan sebulan sekali. Program ini telah mencapai 9 putaran.

Program Muhimmat Al-Ilm (Poin-Poin Penting Ilmu): Merupakan salah satu programnya yang paling terkenal, mencakup sejumlah matan ilmiah yang dijelaskan dalam majelis-majelis intensif. Ribuan santri/mahasiswa telah mengambil manfaat darinya, baik secara langsung maupun daring.

Beliau juga memiliki program-program ilmiah bermanfaat lainnya, seperti: Asas Al-Ilm, Taysir Al-Ilm, Al-Ta'lim Al-Mustamirr, dan Al-Mawa'izh Al-Hisan, di samping kajian-kajian ilmiah rutin beliau di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Di Antara Karya Tulis Beliau:
Al-Bayyinah fi Iqtibas Al-Ilm
Al-Masa'il Al-Arba'un 'an Al-A'immah Al-Arba'ah
Mu'jam Al-Ahadits Al-Qishar
Ma'ani Al-Fatihah wa Qishar Al-Mufasshal
At-Thurfah As-Saniyyah
Khulashah Muqaddimah Ushul At-Tafsir
Waqi'una Al-Mu'ashir
Al-Wafa' bi Shahih Al-Adzkar
Asy-Syikayah wa An-Nikayah
Al-Inntima' Al-Haqq
Tadzkirah Al-Haditsi wa Al-Mutafaqqih
Serta karya-karya bermanfaat lainnya.

Syaikh memadukan antara periwayatan dari sejumlah besar ulama dan perhatian terhadap penyebaran ilmu syar'i melalui pengajaran, penulisan karya, serta program-program ilmiah yang terstruktur. Beliau memberikan pengaruh yang sangat jelas dalam mengokohkan metode belajar, menghidupkan kajian matan, dan melahirkan sejumlah besar penuntut ilmu, hingga beliau menjadi salah satu tokoh pendidikan syar'i sistematis yang paling menonjol pada era ini.

Semoga Allah menjaga Syaikh Salih Al-Osaimi, memberkahi ilmu dan amalnya, serta memberikan manfaat melalui beliau bagi Islam dan kaum muslimin.

✍️ سير أعلام المعاصرين

23/07/2026

*BELAJAR LANGSUNG DARI SEORANG GURU*

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah memberikan beberapa faidah dalam menuntut ilmu langsung bersama guru, diantaranya:

1. Dapat menyingkat waktu. Daripada seorang murid membolak-balikkan isi kitab dan melihat didalamnya pendapat mana yang rajih dan apa penyebabnya atau mana yang kuat dan apa penyebabnya. Namun jika belajar bersama guru, itu merupakan makanan matang baginya, sehingga mudah untuk menilitinya isi kitab tersebut.

2. Dapat lebih faham. Seseorang apabila membaca dengan bimbingan gurunya akan cepat lebih faham dibandingkan dengan membaca kitab sendirian, karena itu ia bisa saja mengulang beberapa kali bacaan, atau bahkan salah dalam memahaminya.

3. Adanya hubungan antara murid dan guru, ini merupakan hubungan antara ahli ilmu dari yang kecil sampai yang besar.

Imam Ibnu khaldun rahimahullah berkata dalam bait syair dalam kitab Muqaddimah nya:
مَن لم يشافه عالماً بِأصوله
يقينه في المشكلات ظنون

"Barang siapa yang tidak belajar langsung dasar-dasar ilmu dari seorang ulama,
Maka kesimp**an-kesimp**an yang diyakininya dalam banyak masalah yang sulit, (sebenarnya) hanya dalam dugaan-dugaan semata".

(Syarhu Hilyah Thalibil Ilmi, Syaikh Al-Utsaimin, Hal. 105-106, Muassasah Syaikh Utsaimin Saudy)

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

AAAA

21/07/2026

*BERCITA-CITALAH YANG TINGGI*

فياطالب العلم، ارسم لنفسك كبر الهمة، ولا تنفلت منه، وقد أومأ الشرع إليها في فقهيات تلابس حياتك، لتكون دائما على يقظة من اغتنامها...

Wahai Penuntut Ilmu, canangkanlah cita-cita yang tinggi pada dirimu, janganlah berpaling darinya. Syariat telah mengisyaratkan akan hal itu pada banyak masalah fiqih yang engkau jalani dalam keseharianmu, supaya engkau selalu siap mendapatkannya, ..

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin berkata:
"Termasuk Cita-cita yang tinggi yakni jangan sampai engkau mengharap milik orang lain, karena jika engkau menginginkan milik orang lain, lalu mereka memberikannya kepadamu maka mereka akan memilikimu, karena pemberian itu sebenarnya akan mengikatmu. "

"orang yang bercita-cita tinggi akan selalu menjaga waktunya, dia mengetahui bagaimana menggunakan waktu, tidak membuang-buangnya tanpa ada faidah,..."

(Kitab Syarh Hilyah Thalibil Ilmi li Bakr Abu Zaid, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, hal 102 )

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Anton Abdillah Al Atsary

Address

Jalan Raya Kota Wisata , Ciangsana, Gunung Putri
Bogor
16968

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kampus Ilmu Dar Alamiyyah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Kampus Ilmu Dar Alamiyyah:

Shortcuts

Share

Category