28/08/2026
Halo, Sobat Hutan!
Turut berduka dan simpati mendalam dari Forest Watch Indonesia (FWI) untuk seluruh tim di lapangan yang tak kenal lelah memadamkan api, serta satwa-satwa liar yang kembali kehilangan ruang hidupnya akibat tragedi ini.
Seluas 802,4 hektare kawasan Taman Nasional Way Kambas hangus terbakar hingga 25 Agustus 2026. Ini bukan kejadian pertama, dari 2024, 2025, dan kini 2026, api terus berulang di kawasan yang sama.
Ketika Way Kambas terbakar, bukan hanya sebatas kawasan yang hangus. Rumah bagi satwa terancam seperti Gajah, Badak, dan Harimau Sumatera ikut terenggut. Api memang bisa dipadamkan dengan water bombing hingga patroli darat, tetapi butuh waktu bertahun-tahun bagi ekosistem untuk pulih dari kerusakannya.
Penanganan karhutla di kawasan konservasi tidak boleh sebatas memadamkan api dan mencari siapa yang membakar. Deteksi dini, pengawasan ketat, pengelolaan area rentan, hingga penegakan hukum harus dievaluasi total.
Jika kejadian ini terus berulang tiap tahun, seberapa efektif sebenarnya sistem pencegahan dan perlindungan kawasan konservasi kita?