03/04/2026
BUMDesa dan KOPDES
BUMDesa merupakan produk jaman pemerintahan Bpk Jokowi. Dulu Desa Desa digenjot dengan setengah paksa membuat BUMDesa supaya bisa melancarkan pencairan Dana Desa. Hasilnya banyak sekarang BUMDesa hanya nama-nama pengurus saja, hanya ada nama plang nya saja (tapi lumayan ada plang nya), intinya ada wujudnya ada aktivitas gak ada. Belum lagi sebagian BUMDesa yg hanya dipake kendaraan oleh oknum pimpinan Kepala Desa utk mengalirkan dana dgn program2 fiktif utk menggapai bantuan dr Dana Desa, Pemkab dst.
Saya Pegiat BUMDesa merasakan betul kebingungan kami, peras otak, ropat rapat ketika awal2 lahir..
Ngurus badan hukum, ngurus NIB,buat bussines plan, pemetaan potensi desa dst. Sebagian besar pengurus BUMDes memang ngurusi, disisa waktu setelah bekerja.. Ada yg jadi Dosen, Pegawai, Amil Zakat dll.
Sebagian BUMDesa Sukses memajukan ekonomi Desa nya, dgn omset milliaran dst. Tapi juga masih buanyakk BUMDesa yg mati suri, masih bingung dst.
Blm ada kebijakan terhadap kondisi diatas, tampillah KOPDES.
KOPDES adalah produk Pemerintahan Bpk Prabowo.
Sama, mewajibkan semua Desa ada, kalo tdk ada maka Dana Desa terancam susah, bahkan sekarang katanya Dana Desa utk pembangunan Gedung KOPDES.
Pendaftaran badan hukum KOPDES serempak, ada petugas pendamping kopdes, gak usah bingung nyari ide usaha krn Kopdes akan pegang distribusi usaha strategis masy: Pupuk, LPG, apotik dll
Kopdes juga dibekali mobil, Truk, dst padahal juga blm tentu semua Desa butuh kendaraan operasional tsb.
Semuanya sdh ditata, di cepakke.. Dikawal ama PT Agrinas yg melibatkan aparat... Biar lancar..
Kita tunggu hasil dari 2 lembaga kakak beradik ini, meski Adik nya jadi anak emas, tapi kolaborasi memajukan Desa harus dipikul semua keluarga.