21/06/2026
LESBUMI NU Terbitkan Maklumat Tambakberas 2026, Serukan “Kembali ke Akar” untuk Indonesia Mulia
Jombang, 14 Juni 2026 – Muktamar Kebudayaan Indonesia I yang diselenggarakan oleh LESBUMI NU di Tambakberas, Jombang, menghasilkan sebuah dokumen penting bertajuk “Maklumat Tambakberas 2026: Kembali ke Akar, Merawat Jiwa Sehat-Berdaulat, Menumbuhkan Indonesia Mulia.” Maklumat ini menjadi seruan kebudayaan bagi warga Nahdlatul Ulama dan seluruh elemen bangsa untuk kembali kepada nilai-nilai dasar kebangsaan, keulamaan, dan kebudayaan Nusantara dalam menghadapi berbagai krisis yang melanda Indonesia.
Dalam maklumat tersebut, LESBUMI NU menilai Indonesia saat ini tengah menghadapi berbagai persoalan yang saling berkaitan, mulai dari krisis kedaulatan, ekonomi, ekologi, kepemimpinan, pengetahuan, hingga krisis keulamaan. Menurut para perumus, salah satu akar persoalan tersebut adalah semakin jauhnya kehidupan berbangsa dari fondasi nilai yang melahirkan Republik Indonesia serta tradisi keulamaan dan kebudayaan Nusantara yang selama ini menjadi sumber kebijaksanaan bangsa.
Muktamar Kebudayaan Indonesia I kemudian merumuskan lima rekomendasi utama. Pertama, menghidupkan kembali semangat dan nilai-nilai dasar Pembukaan UUD 1945 sebagai pedoman moral, politik, hukum, dan ekonomi bangsa. Kedua, mengembalikan jati diri Nahdlatul Ulama sebagai kebangkitan ulama yang memiliki keberanian moral dalam mengawal keadilan dan mengontrol kekuasaan.
Ketiga, LESBUMI menyerukan penguatan “Jihad Kebudayaan” sebagai bentuk aktualisasi Resolusi Jihad di era modern. Jihad dimaknai tidak hanya sebagai perjuangan fisik, tetapi juga perjuangan spiritual, intelektual, sosial, ekonomi, politik, dan budaya untuk membangun Peradaban Nusantara yang adil dan beradab.
Keempat, maklumat menyoroti tantangan teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan (AI), robotika, dan rekayasa genetika. LESBUMI menegaskan bahwa teknologi harus digunakan sebagai sarana kemaslahatan manusia dan tidak boleh menggantikan otoritas moral serta keagamaan yang menjadi tanggung jawab manusia. Maklumat juga mendorong pengembangan kurikulum lintas disiplin di pesantren dan perguruan tinggi NU guna menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan akar tradisi.
Sementara itu, rekomendasi kelima menekankan pentingnya paradigma ekologi berbasis kebudayaan. Dalam bagian ini, maklumat menyoroti isu penerimaan konsesi tambang oleh NU yang dinilai perlu dikaji secara lebih komprehensif dari aspek agama, lingkungan, sosial, budaya, dan kemanusiaan. LESBUMI mendorong moratorium tindak lanjut konsesi tambang hingga tersedia kajian yang menyeluruh, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Pada bagian penutup, Muktamar Kebudayaan Indonesia LESBUMI NU 2026 mengajak seluruh warga NU, masyarakat sipil, komunitas budaya, pesantren, perguruan tinggi, dan para pemangku kebijakan untuk menjadikan semangat “Kembali ke Akar” sebagai gerakan kebudayaan nasional. Gerakan tersebut diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai keadilan, akal sehat, kepentingan rakyat, serta cita-cita kemerdekaan Indonesia.
Maklumat Tambakberas 2026 ditetapkan di Tambakberas, Jombang, pada 14 Juni 2026 dan ditandatangani oleh Ketua Pengurus LESBUMI PBNU M. Jadul Maula serta Sekretaris Inaya Wulandari Wahid. Dokumen ini diharapkan menjadi kontribusi pemikiran kebudayaan dalam menyongsong masa depan Indonesia yang berdaulat, berkeadaban, dan bermartabat.