Info Boyolali

Info Boyolali berbagi informasi daerah Kabupaten Boyolali dan sekitarnya

Pemkab Boyolali segera Terbitkan SE (surat edaran) Izin HajatanBOYOLALI – Kasus positif Covid-19 masih fluktuatif di Boy...
28/11/2020

Pemkab Boyolali segera Terbitkan SE (surat edaran) Izin Hajatan

BOYOLALI – Kasus positif Covid-19 masih fluktuatif di Boyolali. Namun tak menyurutkan langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali yang berniat mengizinkan gelaran hajatan. Jika tidak ada kendala, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Boyolali segera terbitkan surat edaran (SE) terkait hajatan, pekan ini. Seperti diungkapkan Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Boyolali Suratno usai meneliti video simulasi hajatan di ruang kerjanya, Senin pagi (2/11).

Persiapan matang digeber jelang terbitnya SE. Salah satunya menggelar simulasi hajatan di halaman kantor Kesbangpol Boyolali, Selasa (27/10) pekan lalu. Simulasi juga didokumentasikan lewat video. Sebagai bahan evaluasi, apakah ada yang perlu dibenahi atau tidak.

“Kami evaluasi dulu. Karena video ini akan jadi panduan bagi masyarakat, termasuk penyelenggara hajatan,” katanya.

Kesbangpol targetkan penerbitan SE maksimal pekan ini. Sebab, sudah banyak pihak menanti SE tersebut. Selain masyarakat yang ingin menggelar hajatan, juga dirindukan pekeja seni, persewaan alat pesta, catering, sound system, make-up artist (MuA), master ceremony (MC), jasa penyewaan gedung, jasa fotografi, wedding organizer (WO), dan sebagainya.

“Mungkin ada masyarakat yang pekan ini punya hajatan. Meskipun belum keluar SE-nya, namun teman-teman di kecamatan sudah memberikan arahan. Supaya ikut mengakomodasi SE tersebut,” ujarnya.

Salah satu poin penting dalam SE tersebut, selain penerapan protokol kesehatan (prokes) ketat pencegahan Covid-19, yakni pelaksanaan hajatan dengan sistem banyu mili. Sesuai simulasi pekan lalu, tamu udangan setelah mengisi buku tamu, langsung menyapa kedua mempelai. Namun dilarang bersalaman. Cukup melambaikan tangan dari jarak yang sudah ditentukan. Kemudian langsung pulang meninggalkan lokasi.

Aturan lainnya, pemilik hajatan dilarang menggelar resepsi yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Tamu dilarang makan hidangan di lokasi. Selanjutnya, dilarang gelar hajatan pada malam hari.

“Jumlah tamu undangan bebas. Berapa pun dipersilakan. Mau 500 orang, 1.000 orang juga boleh. Tapi ya itu tadi. Banyu mili,” tegasnya.

Penerbitan SE sekaligus standar operasional prosedur (SOP) ini, diharapkan meminimalkan munculnya klaster penyebaran baru dari hajatan. Sekaligus menggerakkan lagi perekonomian rakyat. Khususnya yang terlibat langsung dalam gelaran hajatan.

“Banyak sekali yang terlibat dalam kegiatan hajatan. Mulai dari vendor, jasa persewaan, mapun hasil pertanian dan peternakan. Dengan begitu, perputaran ekonomi di masyarakat melaju cepat. Tidak stagnan,” tandasnya.

Mamik Prakoso, 42, pemilik persewaan alat pesta asal Kecamatan Simo, Boyolali menyambut gembira rencana penerbitan SE hajatan. "Sudah delapan bulan tidak ada hajatan karena pandemi Covid-19. Otomatis tidak ada pemasukan sama sekali dari sewa tenda, kursi, dan sebagainya. Ya senang kalau memang Pemkab Boyolali mengizinkan kembali hajatan. Setelah ini saya akan sterilkan alat-alat pesta dengan semprotan disinfektan," ujarnya. (wid/fer)

________________________________________________
sumber: https://radarsolo.jawapos.com/read/2020/11/02/222461/pemkab-boyolali-segera-terbitkan-se-izin-hajatan

Pilkada di Klaten dan Boyolali Jadi Perhatian Khusus Polda JatengSebanyak dua daerah di Jawa Tengah menjadi perhatian kh...
28/11/2020

Pilkada di Klaten dan Boyolali Jadi Perhatian Khusus Polda Jateng

Sebanyak dua daerah di Jawa Tengah menjadi perhatian khusus dalam pengamanan Pilkada serentak 9 Desember mendatang.

Pasalnya, daerah tersebut dinilai rawan bencana karena dampak dari erupsi Gunung Merapi.

Dua daerah tersebut antara lain Kabupaten Klaten dan Kabupaten Boyolali.

"Dua wilayah itu yang rawan karena ada operasi kontijensi erupsi Gunung Merapi. Magelang sedikit aman karena tidak ada Pilkada. Jadi Boyolali dan Klaten diwaspadai serta kita doakan tidak meletus," kata Kapolda Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam siaran pers, Jumat (27/11/2020).

Sebanyak 14.000 personel bakal diterjunkan guna mengamankan jalannya Pilkada di 21 kabupaten dan kota.

Pengamanan Pilkada itu juga dikhususkan di dua daerah rawan bencana.

"Jadi anggota yang terlibat Operasi Mantab Praja akan dibedakan. Kita pisah dengan kontijensi di wilayah Merapi yang saat ini siaga 3," tegasnya.

Sebelum pencoblosan, seluruh personel pengamanan juga dipastikan akan menjalani swab test terlebih dahulu untuk mencegah penularan Covid-19.

"Jadi dijamin pada saat hari H pencoblosan khususnya dalam hal pengamanan Pilkada, anggota clear sehat semua," jelasnya.

sumber : https://regional.kompas.com/read/2020/11/27/21253391/pilkada-di-klaten-dan-boyolali-jadi-perhatian-khusus-polda-jateng

Address

Boyolali
57317

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Info Boyolali posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share