29/11/2012
Tingginya nilai harga produksi pertanian bawang merah yang merupakan ikon Kabupaten Brebes, ternyata menjadi kendala tersendiri dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi bagi kalangan petani bawang merah.
Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Brebes, Masrukhi Bachro dalam acara Sarasehan dan Silaturrahmi yang diselenggarakan oleh LP2M Matarindo di Aula Hotel Angraeni Kota Ketanggungan Rabu (29/11) mengatakan, saat ini biaya menanam bawang merah untuk 1 kilogram sudah mencapai Rp 5000. Nilai tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan daerah lain, seperti Losari, Cirebon yang hanya berkisar Rp 3.500.
Selain biaya tanam yang mahal, untuk mendapatkan pasokan air petani juga harus mengeluarkan biaya senilai Rp 2,5 juta. Tingginya nilai produksi pertanian di Kabupaten Brebes menjadi persoalan tersendiri yang harus ditangani secara serius oleh pemimpin brebes yang baru nantinya. "Kalau ini tidak dilakukan, dalam kurun 5 tahun kedepan pertanian di Kabupaten Brebes akan tertinggal dengan daerah lain," ujar Masrukhi.
Selain itu, tingkat perekonomian petani juga akan semakin mundur. "Apabila ini terjadi, jangankan membeli barang mewah. Untuk membeli baju anaknya saat lebaran saja mereka akan kesulitan," terangnya lagi.
Sedangkan salah satu narasumber Atmo Suwito Rasban SE menegaskan Kabupaten Brebes bisa dikatakan menguasai 70 persen hasil komoditas bawang merah nasional. Namun yang menjadi pertanyaan, sudahkah petani bawang merah Kabupaten Brebes juga menguasai produksi dan pemasarannya? Sebaliknya, justru saat ini yang menguasai produksi dan distribusi serta pemasaran bawang merah di Kabupaten Brebes bukan petani Brebes asli.
"Ini merupakan tantangan bagi Bupati dan Wakil Bupati baru yang akan dilantik agar bisa merubah sistem pertanian di Kabupaten Brebes," ujarnya.
Ketua LP2M Matarindo Saefudin Abdurohim mengatakan, kegiatan sarasehan dan silaturrahmi yang diadakannya dilaksanakan untuk menghimpun masukan-masukan dari masyarakat dalam membangun Kabupaten Brebes yang lebih maju. "Masukan-masukan yang disampaikan dalam forum ini kemudian akan direkomendasikan kepada bupati dan wakil bupati yang baru agar bisa dilakukan demi terciptanya Brebes yang lebih baik," tuturnya.