16/11/2020
SAATNYA KELUAR DARI COMFORT ZONE ATAU ZONA NYAMAN
Salah satu masalah terbesar aktivis mahasiswa adalah saat takut berbicara di depan orang lain atau di depan umum. Hasil tes psikologi bahwa mereka termasuk orang yang introver. Dan cirinya, dia lebih senang menyendiri, tidak nyaman jika terlalu banyak bersosialisasi, susah beradaptasi dengan orang baru, pendiam, lebih senang mendengar daripada bicara, punya lingkungan pertemanan yang kecil, cenderung menyimpan perasaannya sendiri dan lebih mudah bersosialisasi dengan orang yang sudah di kenal baik (keluarga).
Dengan kepribadian seperti itu, bisa dibayangkan betapa tersiksanya mereka saat berada di atas panggung dan diminta untuk berbicara (publik speaking) di depan banyak orang.
Jangankan berdiri dan bicara di atas panggung, berada di tengah keramaian saja mereka sudah merasa tidak nyaman. Mereka lebih nyaman duduk sendiri di depan laptop, bermain gadget, ditemani tumpukan buku-buku daripada berada di tengah kerumunan orang.
Yang seharusnya mereka harus merasa bahwa mereka harus memiliki keberanian berbicara di depan forum. Mereka harus melawan ketakutan yang sekian lama mereka perturutkan. "Orang berani (pemberani) bukanlah orang yang tidak punya rasa takut. Justru orang pemberani adalah orang yang sebenarnya takut, tapi ia tetap melakukan dan melawan sesuatu hal yang ia takutkan."
Kalian harus memulainya dari sekarang dan memberanikan diri bicara di forum kecil. Seperti menyampaikan pertanyaan, mengungkapkan pendapat, mengutarakan ketidaksetujuan dengan segala bekal argumentasi. Setelah mendobrak kekuatan di forum kecil, perlahan kalian beranikan diri berbicara di depan forum yang lebih besar.
Menurut hemat saya yang paling butuh di tolong dan butuh motivasi bukan orang yang punya utang sangat besar, bukan pemuda yang lahir di keluarga miskin yang untuk sekolah saja harus sambil bekerja, bukan orang yang saking bodohnya ia di sekolah sampai di bully teman-temannya, bukan anak muda yang berkali-kali jatuh dalam bisnisnya, bukan anak muda pengangguran yang sering menjadi bahan gunjingan masyarakatnya.
Tetapi menurut saya, bukan mereka yang layak untuk banyak di tolong. Tetapi, yang butuh pertolongan dan motivasi adalah orang yang tergolong "orang-orang biasa." Orang yang kondisi hidupnya biasa-biasa saja, orang yang kondisi hidupnya rata-rata atau golongan orang pertengahan. Summa la yamutu fiha wala Yahya "mereka tak akan mati dan hidup pun tidak." Tidak cukup kaya, tapi juga tidak miskin. Tidak pintar, tapi juga tidak bodoh. Posisinya ngambang.
Sayangnya, presentase orang-orang pertengahan ini ternyata jauh lebih banyak dari orang sukses dan gagal. Artinya, mayoritas orang-orang di sekitar kita masuk dalam golongan orang rata-rata. Buktinya kita bisa melihat dan mengamati sendiri di lingkungan kita, di sekolah atau di kampus, dan di ruangan kita.
_
_
_
JANGAN MAU JADI ORANG RATA-RATA ATAU PERTENGAHAN
_Ahmad Rifa'i Rif'an