08/07/2023
Ia tersedak. Kalimatnya terbata-bata. Terhenti. Suara khotib jadi parau, tapi ia paksakan untuk meneruskan khotbahnya. Mungkin mata dan pipinya telah basah. Suasana jamaah jadi haru.
Itulah suasana khotbah Jumat di Masjid Nabawi di Madinah Al-Munawarah siang tadi.
Di bawah ini cuplikan pesan-pesan yang menjadikannya terharu dan semua jamaah terbawa dalam suasana yang amat menyentuh.
——
Sesungguhnya untuk setiap kedatangan ada kepulangan dan untuk setiap pertemuan ada perpisahan. Begitulah sunnah Allah.
Setelah kami melihat para jamaah haji datang dari segenap penjuru dan negeri yang jauh, supaya mereka menyaksikan sebagai manfaat dan pembelajaran bagi mereka. Bahasa, warna kulit, negara, ras, dan usia mereka berbeda-beda.
Setelah musim haji selesai lalu para tamu Allah yang Maha Rahman berpisah dengan tempat terbaik, tanah suci, tapi hati mereka bergolak dengan perasaan yang mendalam.
Wahai hamba Allah, para jamaah haji itu telah mengucapkan selamat tinggal kepada Baitullah al-Haram, sedang lisan mereka mengucapkan: A‘iduun, aayibun, taaibun, lirabbina hamidun (kita kembali, sebagai hamba yang bertaubat, kita sebagai hamba yang memuji rabb kami).
Kegembiraan yang menghantarkan para haji kembali ke negerinya. Mereka telah menyelesaikan ibadah haji.
Mereka telah “kembali” seperti pada hari ibunya melahirkan mereka. Mereka pulang ke tanah airnya dengan membawa “harta rampasan” yang patut disyukuri dan dipuji, yaitu aib yg ditutupi dan dosa-dosa yang diampuni.
Mak