15/08/2026
Arsitektur RAPBN 2027 didesain tetap ekspansif, kolaboratif, terarah, serta terukur .
Dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran (TA) 2027, Menkeu Purbaya
menyampaikan optimisme bahwa kinerja perekonomian nasional akan tetap solid dan terjaga serta
APBN tetap mampu menjalankan perannya dalam meredam gejolak sekaligus
mendukung agenda pembangunan untuk mencapai kesejahteraan rakyat.
Postur RAPBN 2027 meliputi:
- Pendapatan Negara Rp3.426,0 triliun;
- Belanja Negara Rp4.097,2 triliun;
- Defisit Anggaran 2,40% PDB.
Sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo Subianto pada Pidato Kenegaraan dalam rangka
Penyampaian RUU APBN 2027 beserta Nota Keuangan, RAPBN 2027 difokuskan pada 8 klaster
Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN), yaitu:
1. Kedaulatan Pangan,
2. Kemandirian Energi dan Air,
3. Pendidikan,
4. Kesehatan,
5. Hilirisasi dan Industrialisasi,
6. Infrastruktur, Perumahan dan Ketahanan Bencana,
7. Ekonomi Kerakyatan dan Desa, serta
8. Penurunan Kemiskinan.
APBN adalah instrumen untuk melindungi rakyat, memperkuat bangsa dan mewujudkan cita-cita
kemerdekaan. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen akan terus mengelola APBN dengan sehat,
kredibel dan berkelanjutan menuju Indonesia tumbuh lebih tinggi dan sejahtera lebih cepat.