21/11/2025
DAN KEIKHLASAN AKHIRNYA MENEMBUS BATAS
Namanya Pak Nono, umurnya sekitar 50 tahunan, aktifitasnya wiraswasta, istri satu anak satu posisi diluar kota. Rumahnya tepat berada di sebelah kanan posko PKS Desa Cibeunying Majenang, Jalan Mawar Rt.01/03, tempat basecamp kami melakukan aktivitas dan memanage semua kegiatan.
Beberapa hari setelah PKS melakukan aktivitas di samping rumahnya, tumbuh rasa penasaran yang sangat besar yang selama ini belum pernah dirasakan. Beliau mengamati semua aktivitas kami siang dan malam, mencermati setiap orang yang datang, menyelami setiap hiruk pikuk posko yang selalu ramai.
“Kalau siang saya lihat bapak-bapak tua dan muda di posko, lalu pergi ke lokasi pencarian korban, ibu-ibu ada di situ menjaga posko, menerima semua tamu yang datang dengan berbagai macam keperluan, lalu relawan perempuan tersebut yang belakangan beliau kenal dengan nama SANTIKA (Barisan Putri Keadilan) membawa logistik dibawa ke posko yang lebih dekat lagi dengan lokasi pencarian korban untuk dimasak dan dihidangkan bagi para relawan dari berbagai macam organisasi.
Beberapa orang kadang saya amati, logat bicaranya tidak menunjukkan logat orang sini, berarti mereka datang dari luar kota." Kata beliau dengan logat Sunda Majenang yang khas. “Saya kadang sampai malam, jam 2 mengamati posko PKS, mengamati aktivitas, saya sampai menangis melihat keikhlasan, ketulusan dan keseriusan relawan PKS membantu menangani bencana. Mereka tidur di posko dengan posisi dan kondisi ala kadarnya, meninggalkan keluarga dan kesenangan dunia yang saya yakini mereka Ikhlas demi misi kemanusiaan.” Kata Pak Nono sambil berkaca-kaca.
Hingga akhirnya hari itu, Kamis sore, 20 November 2025 saat rombongan DPTD PKS datang menyambangi posko relawan PKS untuk membersamai dan menguatkan relawan, Rombongan DPTD PKS menyempatkan untuk bersilaturahmi dengan rumah-rumah terdekat dengan posko. Saat itulah semua asa yang selama ini terpendam beliau luapkan sambil berkaca-kaca karena belum pernah menjumpai sebuah partai politik melakukan aksi kemanusiaan di saat jauh dari moment pemilu dan pemilukada. Disitulah beliau menemukan sebuah kepuasan batiniah atas semua kegundahan yang selama ini ia rasakan,“Bagaimana saya bisa menjadi bagian dari aksi-aksi Njenengan semua, mengingat saya sudah tua apa lagi yang harus dicari selain bagaimana kita bisa bermanfaat bagi orang lain?," kata beliau dihadapan para pengurus DPTD PKS Cilacap.
Salah seorang pengurus DPTD yang hadir saat itupun menjawab harapan beliau, bahwa PKS sangat senang sekali atas niat baik pak Nono untuk bergabung di PKS. Insya allah masuk PKS dan menjadi bagian relawan PKS itu sangat mudah. Tua muda tidak masalah, mau profesi apapun insya allah bisa, karena hakikatnya setiap kita bisa berkontribusi bagi dakwah dan bagi kemanusiaan. Semangat kami dalam berpartai diantaranya adalah *melayani* makanya insya allah ada ngga ada pemilu kita tetap bekerja untuk Masyarakat.
Selanjutnya perwakilan DPTD menginfokan kalau nantinya pengurus ranting Cibeunying atau pengurus DPC PKS Majenang akan menindaklanjuti masalah ini dengan bersilaturahmi ke rumah Bapak, kata Ust. Zabidi selaku perwakilan pengurus DPTD yang hadir saat itu. Pak Nono pun merasa sangat bergembira dengan jawaban tersebut, karena kegundahan dan harapannya terkabulkan. Akhirnya setelah sedikit berbasa-basi kami pun berpamitan dengan Beliau untuk melakukan aktifitas lainnya. Tak lupa kami menyampaikan permohonan maaf apabila aktivitas kami sedikit mengganggu tetangga dan lingkungan.
Sesaat setelah berpamitan kami sempatkan ngobrol bersama relawan yang lain, dalam kesempatan ini ustadz Zabidi selaku pengurus DPTD Cilacap memberikan statement untuk kita para relawan, “Jaga keikhlasan kita dalam beramal, dalam menolong sesama karena Keikhlasan dan ketulusan itu pasti akan bisa menembus batas dan sekat.”
Terbukti pak Nono yang akhirnya jatuh hati kepada PKS melalui aksi-aksi kemanusian menolong korban bencana disaat tidak ada moment politik saat itu.
Semoga kita bisa mengambil ibroh dari pengalaman ini sekaligus kita terus bersemangat untuk beramal shalih, karena Allah SWT berfirman: " ... Siapa yang mengharapkan pertemuan dengan Tuhannya hendaklah melakukan amal saleh dan tidak menjadikan apa dan siapa pun sebagai sekutu dalam beribadah kepada Tuhannya."
(QS. Al-Kahfi : 110)