PAC PDI Perjuangan Cilodong

PAC PDI Perjuangan Cilodong Tokoh Masyarakat

08/01/2020

PAC PDI PERJUANGAN KECAMATAN CILODONG Kota Depok Provinsi Jawa Barat.
Mengucapkan selamat ulang tahun ke 47 Dirgahayu PDI PERJUANGAN
Merdeka... Merdeka...... Merdeka

" Jikalau kita Diridhai oleh Tuhan, kita pasti menang.
Tetapi jikalau kita tidak Diridhai oleh Tuhan, kita pasti akan hancur, kita pasti akan kalah. "
B**G KARNO
Bandung 24 Juli 1965
Amanat pada Kongres Muhammadiyah.

08/01/2020

Untuk melawan lupa : siapakah kita

Sejarah Berdirinya PDIP

Sejarah Partai PDIP tidak terlepas dengan Partai Nasional Indonesia yang didirikan oleh Soekarno pada 1927. Kebijakan fusi partai politik pada masa order baru dianggap sebagai awal mula terbentuknya PDIP. Anda dapat membaca sejarah PNI (Partai Nasional Indonesia). Pada 27 Februari 1970, Soeharto mengundang pimpinan lima partai politik, yaitu PNI (Partai Nasional Indonesia), Parkindo (Partai Kristen Indonesia), Partai Katolik, IPKI (Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia), dan Murba. Selanjutnya pada 7 Maret 1970 di ruang kerja Wakil Ketua MPRS M. Siregar, 5 tokoh parpol tersebut kembali bertemu dalam rangka membicarakan pengelompokkan partai. Pertemuan pun berlanjut pada 9 Maret 1970 dengan agenda pokok untuk penyelesaian deklarasai atau pernyataan bersama. Pertemuan dengan antara 5 partai politik dan Presiden Soeharto kembali dilakukan pada 12 Maret 1970.

Setelah melalui proses yang panjang, maka pada 10 Januari 1973 pukul 24.00 WIB, lima parpol sepakat melebur menjadi satu wadah bernama Partai Demokarsi Indonesai (PDI) pada pertemuan di Kantor Sekretariat PNI di Jalan Salemba Raya 73 Jakarta. Deklarasi ini ditandatangani oleh wakil kelima partai, yaitu MH Isnaeni dan Abdul Madjid (PNI), A. Wenas dan Sabam Sirait (Parkindo), Beng Mang Rey Say dan FX Wignyosumarsono (Partai Katolik), S. Murbantoko R. J. Pakan dan Achmad Sukarmadidjaja (Partai Murba), dan Drs. M. Sadri (IPKI).

Pertemua pertama dilaksanakan sesudah fusi, yaitu musyawarah nasional yang digelar pada 20-24 September 1973 di Jakarta. Tidak ada hasil signifikan yang didapat dari pertemuan ini. Keinginan untuk melaksanakan kongres terus tertunda akibat konflik internal yang terus bergejolak. Kongres PDI pun akhirnya bisa digerlar pada 12-13 April 1976. Intervensi pemerintah sangat kuat pada kongres ini, sehingga terpilihanya Sanusi Hardjadinata sebagai Ketua Umum DPP PDI secara aklamasi. Susunan DPP disempurnakan atas kesepakatan antara MH Isnaeni dan Sunawar.

Kongres PDI terus berlanjut hingga Kongres PDI ke-IV, tetapi konflik dan intervensi pemerintah masih terus berlanjut. Soerjadi kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PDI. Namun pada Kongres IV PDI di Medan, kericuhan terjadi dengan adanya demonstrasi yang dipimpin Jacob Nuwa Wea yang mencoba menerobos masuk ke area sidang Kongres. Akhirnya pemerntah mengambil alih melalui Mendagri Yogie S. Memed dan mengusulkan membentuk caretaker. Rapat formatur yang dipimpin Latief Pudjosakti (Ketua DPP PDI Jatim) pada tanggal 25-27 Agustus 1993 memutuskan susunan resmi caretaker DPP PDI.

Kegagalan Kongres IV PDI di Medan, memunculkan nama Megawatai Soekarnoputri yang didukung warga PDI untuk menjadi ketua umum karena dianggap sanggup menjadi tokoh pemersatu PDI. Pemerintah merasa khawatir dengan fenomenan tersebut. Pemerintah mengadang langkah Megawati dengan menerbitkan larangan mendukung pencalonan Megawati dalam Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar pada 2-6 Desember 1993 di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur.

Namun hasil yang diperoleh adalah sebaliknya, keinginan sebagian besar peserta KLB untuk menjadikan Megawati sebagai Ketua Umum DPP PDI tidak dapat dihalangi. Megawati pun dinyatakan sebagai Ketua Umum DPP PDI periode 1993-1998 secara de facto. Pada Musyawarah Nasional (Munas) 22-23 Desember 1993 di Jakarta, secara de jure Megawati Soekarnoputri dikukuhkan sebagai Ketua Umum DPP PDI.

Konflik internal PDI tetap terjadi setelah berakhirnya Munas. Kelompok Yusuf Merukh membentuk DPP PDI Reshuffle yang tidak diakui pemerintah, tetapi aktivitasnya tidak pernah dilarang. Kelompok Soerjadi pun sangat gencar mencari dukungan ke daerah-daerah untuk mendapatkan dukungan menggelar Kongres. Sebanyak 16 orang anggota DPP PDI dari 28 pengurus berhasil dirangkul untuk menggelar Kongres.

Meskipun mengalami penentangan, kelompok Fatimah Achmad yang mendapatkan dukungan pemerintah tetap menyelenggarakan Kongres pada 22-23 Juni 1996 di Asrama Haji Medan dengan penjagaan sangat ketat dari aparat keamanan lengkap dengan kendaraan panser. Warga PDI yang setia mendukung Megawati berunjuk rasa besar-besaran pada 20 Juni 1996 dan berakhir bentrok dengan aparat. Peristiwa ini dikenal dengan Peristiwa Gambir Berdarah.

Masa pendukung Megawati menolak keras hasil Kongres Medan, tetapi pemerintah tetap mengakui hasil Kongres tersebut. Soeharto menerima 11 pengurus DPP PDI Kongres Medan yang dipimpin Soerjadi (Ketua Umum) dan Buttu Hutapea (Sekretaris Jenderal) pada 25 Juli 1996. Posisi Megawati pun semakin terpojok.

Akhirnya pada 27 Juli 1996, masa pendukung Megawati menggelar Mimbar Demokrasi di halaman Kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro. Kantor DPP PDI didatangi ratusan orang berkaos merah yang bertujuan mengambil alih kantor DPP PDI. Sejarah Partai PDIP tidak terlepas dari Peristiwa 27 Juli yang menelan banyak korban jiwa.

Setelah peristiwa tersebut, Megawati beserta pengikut setianya tetap eksis walaupun dengan berpindah-pindah kantor dan aktivitas yang dilakukan di bawah pantauan pemerintah. Megawati pun menyatakan bahwa PDI di bawah pimpinannya tidak ikut kampanye atas nama PDI. PDI di bawah kepemimpinan Soerjadi tetap mengikuti Pemilu 1997. Namun hasil Pemilu menunjukkan kuatnya dukungan warga PDI kepada Megawati, karena suara PDI merosot tajam sehingga hanya berhasil meraih 11 kursi DPR.

Peristiwa reformasi tahun 1998 membawa angin segar bagi PDI Megawati. Setelah lengsernya Soeharto, kepimpinan Megawati semakin kuat dan PDI di bawah kepemimpinannya semakin berkibar. Tanggal 8-10 Oktober 1998, PDI Meagawati menyelengarrakan Kongres V PDI di Denpasar, Bali. Megawati pun terpilih kembali menjadi Ketua Umum DPP PDI periode 1998-2003 secara aklamasi.

Pemerintah masih tetap mengakui PDI di bawah kepemimpinan Soerjadi dan Buttu Hutapea. Megawati pun mengubah nama PDI menjadi PDI perjuangan pada tanggal 1 Februari 1999 supaya dapat mengikuti Pemilu 1999. Nama ini disahkan oleh Notaris Rakhmat Syamsul Rizal dan kemudian dideklarasikan pada 14 Februari 1999 di Istora Senayan, Jakarta.

PDI Perjuangan melaksanakan Kongres I pada 27 Maret – 1 April 2000 di Hotel Patra Jasa, Semarang, Jawa Tengah. Megawati ditetapkan sebagai Ketua Umum DPP PDI Perjuangan periode 2000-2005 secara aklamasi tanpa pemilihan. Hingga saat ini, kendali PDI Perjuangan tidak pernah terlepas dari peran Megawati. Pada Kongres IV PDI Perjuangan di Bali tanggal 8-12 April 2015, sosok Megawati kembali dikukuhkan sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan periode 2015-2020.

Selamat  Tahun Baru  2020 TUHAN Memberkati.
31/12/2019

Selamat Tahun Baru 2020
TUHAN Memberkati.

Pengurus Anak Cabang PAC PDI PERJUANGAN Kecamatan Cilodong Kota Depok Jawa Barat. Mengucapkan Selamat Hari Natal 25 - De...
24/12/2019

Pengurus Anak Cabang PAC PDI PERJUANGAN Kecamatan Cilodong Kota Depok Jawa Barat.

Mengucapkan Selamat Hari Natal 25 - December - 2019 dan Tahun Baru 1 -Januari - 2020
Kepala Seluruh Umat Kristiani Di Indonesia yang Merayakannya.

Kiranya Damai Natal senantiasa Menyertai kita Semua sesama Anak Bangsa.
Haleluya... Ya Ilahi
Haleluya.... Ya Ilahi
Haleluya..... Ya Ilahi
Amin.. Amin.. Amin 🎄🎄🎄

Banyak Terimakasih buat Presiden Jokowi yg telah melantik Ulama Terbaik Habib Luthfi bin Yahya sebagai Anggota Wantimpre...
15/12/2019

Banyak Terimakasih buat Presiden Jokowi yg telah melantik Ulama Terbaik Habib Luthfi bin Yahya sebagai Anggota Wantimpres,
Selamat semoga Habib Luthfi bin Yahya dapat menjadi Penasihat dan Guru bangsa yg di muliKan Allah SWT Amin.

Sebagai pendakwah, dia dikenal sebagai tokoh yang kerap mengangkat isu-isu nasionalisme dan persatuan dalam ceramahnya.

KITA BERI KESEMPATAN 6 BULAN BUAT BAPAK AMIN RAIS LAKSANAKAN JANJINYA KALAU TIDAK KITA BUAT PETISI.  Kami Memberi Dukung...
29/10/2019

KITA BERI KESEMPATAN 6 BULAN BUAT BAPAK AMIN RAIS LAKSANAKAN JANJINYA KALAU TIDAK KITA BUAT PETISI.

Kami Memberi Dukungan Penuh pada Bpk Amin Rais Memenuhi Janjinya sebagai bentuk tanggung jawab Moral pada Publik
Amin.. Amin... Amin

22/10/2019

Sudah dari Jaman Orla, Orba, Reformasi Isu PKI di Kapitalisasi dgn Tujuan Menghancurkan B**g Karno dan PDI Perjuangan, Namun ternyata Masyarakat Indonesia Sangat Cerdas sehingga tidak Mudah di Hipnotis atau di pengaruhi oleh isu tersebut,
Buktinya Dengan Mengusung Ideologi Pancasila sesuai tanggal lahirnya yg di gali oleh B**g Karno dari Saripatinya Nilai Nilai Agama dan Budaya Indonesia,
Partai PDI Perjuangan Masih di beri kepercayaan oleh Rakyat, buktinya PDI Perjuangan satu satunya Partai yg Mengukir Sejarah dua kali Berturut-turut Mampu memenangi Pemilu Legislatif secara Nasional,
Di mana Semua Pengamat Politik bakan Pakar Politik Selalu menyatakan bahwa tidak akan mungkin dalam sistem Pemilu sekarang ini ada Partai yg bisa Memenangi Pemilu Secara Nasional 2 kali berturut-turut,
PDI Perjuangan Mampu Mencatat Satu satunya Partai yg mampu berturut turut Memenangi kontestasi Politik electoral tersebut.
Sekalipun di bombardir Isu PKI, Anti Islam, Kafir, Antek Asing dll.


Selamat Mengemban Tanggung Jawab sebagai Presiden dan Wakil Presiden Semoga bapak Jokowi dan KH Ma'ruf Amin Di Limpahkan...
21/10/2019

Selamat Mengemban Tanggung Jawab sebagai Presiden dan Wakil Presiden
Semoga bapak Jokowi dan KH Ma'ruf Amin Di Limpahkan Hikmat dan Kebijaksanaan agar Dapat Bekerja demi Kemajuan NKRI.

20/10/2019

Puji dan Syukur
Dengan Ijin Tuhan Yang Maha Esa
Presiden & Wakil Presiden RI telah di lantik Hari ini 20 Oktober 2019
Amin 🙏

15/10/2019

MEMBANGUN PARTAI ITU ADALAH INVESTASI MASA DEPAN.

Merdeka...Merdeka ... Merdeka
12/10/2019

Merdeka...Merdeka ... Merdeka

Puan Maharani mengajak anggota DPR periode 20192024 untuk melakukan kewajiban mereka sebagai wakil rakyat tanpa memikirkan untung dan rugi

10/10/2019

Address

Cilodong

Telephone

+6281213803286

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PAC PDI Perjuangan Cilodong posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share