28/05/2026
Antisipasi Krisis Informasi, Lapas Curup Ikuti Penguatan Peran Humas dari Dirjenpas
Curup — Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Curup mengikuti kegiatan arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terkait penanganan krisis di tiga wilayah melalui Zoom Meeting yang dilaksanakan di lingkungan Lapas Curup, Kamis (28/05/2026).
Kegiatan ini diikuti langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Curup, Untung Cahyo Sidharto selaku pembina dalam Tim Humas, didampingi Kasubbag Tata Usaha selaku Ketua Tim Humas, Selamat Riadi, serta Kaur Kepegawaian dan Keuangan, Amrullah selaku sekretaris tim humas.
Arahan disampaikan oleh jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan humas dalam menghadapi potensi krisis media, khususnya di tiga wilayah yang menjadi perhatian. Dalam kegiatan tersebut, seluruh tim humas diinstruksikan untuk mampu merespons isu secara cepat, tepat, dan terukur guna meminimalisir dampak negatif terhadap citra pemasyarakatan.
Selain itu, disampaikan p**a pentingnya memperkuat sinergi antar tim humas di setiap Unit Pelaksana Teknis (UPT), meningkatkan kualitas publikasi kegiatan positif, serta melakukan klarifikasi secara aktif terhadap informasi yang beredar di masyarakat, baik melalui media sosial maupun media massa.
Menanggapi arahan tersebut, Kepala Lapas Kelas IIA Curup, Untung Cahyo Sidharto, menyampaikan bahwa penguatan peran humas menjadi hal yang sangat penting dalam menghadapi dinamika informasi di era digital saat ini.
“Humas merupakan garda terdepan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan komunikasi yang efektif, responsif, dan akurat dalam menghadapi setiap dinamika isu yang berkembang, sehingga kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan tetap terjaga,” ungkapnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang membahas strategi penanganan krisis media serta penguatan koordinasi antar tim humas di lingkungan pemasyarakatan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran humas, khususnya di Lapas Curup, semakin siap dalam menghadapi isu-isu krisis serta mampu membangun komunikasi publik yang transparan, informatif, dan berimbang demi mendukung citra positif pemasyarakatan.