11/03/2026
Presiden soekarno beberapa kali mengalami percobaan bembunuhan namun semua tidak ada yang berhasil konon Soekarno memiliki Khodam dari seorang Kyai yang ahli tirakat. 14 Mei 1962, terjadi percobaan pembunuhan terhadap Presiden Pertama Indonesia Soekarno.
Peristiwa itu terjadi ketika pelaksanaan shalat Idul Adha di lapangan rumput antara Istana Negara dengan Istana Merdeka, Jakarta. "Saat itu, B**g Karno sedang salat Idul Adha di Istana Jakarta, pas memasuki rakaat kedua tiba-tiba saja ada tembakan," Seseorang tiba-tiba menembakkan pistol ke arah B**g Karno ketika shalat sedang berlangsung. Si penembak itu berada empat baris di belakang B**g Karno.
Belakangan, diketahui bahwa si penembak mengaku kesulitan membidik sasarannya karena melihat dua orang yang mirip dengan B**g Karno. Tembakan tersebut tak mengenai tubuh B**g Karno sedikit pun. Peluru hanya sempat menyerempet bahu Ketua DPR saat itu, Zainul Arifin. Dua anggota Detasemen Kawal Pribadi (DKP) Presiden, yaitu Soedrajat dan Soesilo juga terluka dalam peristiwa itu.
Saat shalat Idul Adha waktu itu, Ketua PBNU KH Idham Chalid bertindak sebagai imam, sementara khotibnya adalah wakil menteri Pertama Bidang Pertahanan dan Keamanan/KSAD Abdul Harris Nasution. Selain itu, Jenderal AH Nasution yang berdiri di sebelah kiri B**g Karno juga nyaris ikut menjadi korban. "Peluru-peluru dalam shalat Idul Idha beterbangan sebelah kiri saya, karena justru pada saat itu saya berdiri sebelah kiri Presiden," kata Nasution, Ketika mendirikan Shalat Id yang dimulai sekitar pukul 7.50 WIB tersebut, Sukarno berada di barisan terdepan jamaah. Di Samping Nasution ada KH Zainul Arifin. Di Samping Kiai Zainul ada KH Saifuddin Zuhri.