30/11/2025
7 murid Sunan Kalijaga yang tersohor dan s4kt1
Sunan Kalijaga merupakan salah satu dari sembilan ulama yang melakukan penyebaran agama Islam di tanah Jawa, yaitu Wali Songo. Selama berdakwah ke berbagai daerah-daerah di Pulau Jawa, diketahui Sunan Kalijaga tidak melakukannya seorang diri.
Sunan Kalijaga memiliki beberapa orang murid yang berperan penting untuk membantunya, memberi ajaran ilmu keislaman kepada masyarakat kala itu.
Diketahui murid-murid dari Sunan Kalijaga tersebut bukanlah orang s3mb4r4ng4n. Mereka juga terkenal s4kt1 mandraguna. Berikut ini ketujuh orang murid Sunan Kalijaga yang namanya tersohor.
1. Joko Tingkir
Raden Mas Karebet atau dikenal Joko Tingkir merupakan murid dari Sunan Kalijaga yang juga seorang ningrat.
Joko Tingkir adalah putra dari Ki Ageng Pengging. Sepeninggalan ayahnya, ia diasuh Nyi Ageng Tingkir. Sejak saat itu namanya diganti yang semula Raden Mas Karebet, menjadi Joko Tingkir.
Selama berguru dengan Sunan Kalijaga, ia juga menjadi abdi bagi Kesultanan Demak. Kemudian Joko Tingkir menikah dengan putri Sultan Trenggono. Hingga akhirnya Joko Tingkir diangkat menjadi adipati Kerajaan Pajang.
Konon, Joko Tingkir dikenal memiliki kes4kt1an lewat pus4k4 s4kt1 bernama Bajulgiling. Kemampuannya yang luar biasa itu dapat men4klvkkan puluhan 4k0r bv4y4 sekaligus.
Berkat sepak terjang Joko Tingkir dalam memerintah kerajaan, dirinya diangkat menjadi Sultan Kerajaan Pajang, dan diberi gelar Sultan Hadiwijaya.
2. Ki Ageng Pemanahan
Ki Ageng Pemanahan adalah cucu Ki Ageng Selo, yang masih memiliki garis keturunan Majapahit. Ia juga berperan penting dalam berdirinya Kerajaan Pajang. Sebagai rasa terimakasih, Ki Ageng Pemanahan diberi hadiah sebuah tanah perdikan di Alas Mentaok.
Ia kemudian memb4b4t1 wilayah tersebut, dan mendirikan kerajaan Mataram. Ki Ageng Pemanahan, kemudian bertemu dengan Sunan Kalijaga. Setelah pertemuannya dengan Sunan Kalijaga, Ki Ageng Pemanahan memperdalam keilmuwan agama Islam.
Ki Ageng Pemanahan dikenal sebagai seseorang yang s4kt1. Ia pernah bert3mpvr m3l4w4n Arya Penangsang, seorang raja dari kerajaan demak yang tak pernah k4l4h di m3d4n p3r4n9.
Cucu Ki Ageng Selo ini menggunakan pusakanya yang bernama Kiai Pleret. Seketika ny4-w4 Arya Penangsang berhasil ditvmp4s olehnya.
3. Ki Ageng Giring
Menurut kisah, Ki Ageng Giring dan Ki Ageng Pemanahan sama-sama menerima amanat sebagai penerus raja-raja jawa berikutnya. Mereka berdua sama-sama keturunan raja Brawijaya, dari Kerajaan Majapahit. Namun, lelaku wangsit tersebut akhirnya jatuh ke Ki Ageng Pemanahan.
Meski begitu, Ki Ageng Giring tidak terlalu mempersoalkan prihal t4ht4 kerajaan. Ia bersama Sunan Kalijaga kembali melanjutkan dakwahnya, menyebarkan agama Islam di pulau jawa.
4. Pangeran Mangkubumi
Pangeran Mangkubumi merupakan keturunan dari pangeran tumapel, bin Sunan Ampel, dan Syarifah Pasai. Sejak sang ayah w4f4t, ibunya kembali menikah dengan Maulana Islam atau Ki Ageng Pandanaran I. Pangeran Mangkubumi lalu diwarisi ta4ht4, sebagai bupati Semarang, dan bergelar sebagai Ki Ageng Pandanaran II.
Setelah berguru kepada Sunan Kalijaga, Ki Ageng Pandaran II memutuskan untuk melepas jabatannya, dan menyiarkan agama Islam. Sejak saat itu ia dikenal dengan nama Sunan Tembayat.
5. Raden Cakrajaya
Ketika berguru dengan Sunan Kalijaga, ia diperintahkan untuk lebih memperdalam agama, dan mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa.
Cakrajaya kemudian mengikuti perintah Sunan Kalijaga, dan s3m3d1 di sebuah hutan. N4s1b n44s menimpa dirinya, saat hutan yang dijadikan tempat pertapaannya terb4-k4r.
Kebakaran itu memb4-k4r h4b1s seluruh isi hutan, termasuk Cakrajaya. Namun, secara aj41b Cakrajaya berhasil selamat dan sehat, meski seluruh tubuhnya mengh1t4m akibat terl4l4p 4p1.
Karena itu, ia juga dikenal dengan nama Sunan Geseng. Geseng dalam bahasa jawa artinya g0s0ng atau h4ngvs.
6. Sunan Muria
Raden Umar Said atau juga dikenal Sunan Muria, merupakan putra dari Sunan Kalijaga. Ia adalah Wali Songo termuda.
Berdasarkan buku yang berjudul Sejarah Wali Songo. Disebutkan bahwa Sunan Muria dikenal sebagai tokoh penyebar Islam terutama di wilayah Gunung Muria, yang berlokasi di pantai utara Jepara. Dalam dakwahnya Sunan Muria menggunakan pendekatan dengan tradisi dan kebudayaan jawa seperti tembang macapat.
7. Raden Syarifuddin
Raden Syarifuddin atau Sarridin adalah putra dari Sunan Muria, yang berarti juga cucu dari Sunan Kalijaga. Ia juga dikenal dengan sebutan Syekh Jangkung. Ia merupakan pemuka agama yang berkharisma, dan ahli tasawuf.
Pemberian nama Syekh Jangkung, diucapkan sendiri oleh kakek sekaligus gurunya Sunan Kalijaga. Gelar Syekh merupakan pemberian dari negeri Andalusia, sedangkan Jangkung memiliki arti dilindungi, diayomi, dipelihara, dididik, dan selalu dalam naungan.