25/12/2022
Siap Menuju Pemilu 2024, BPKK PKS Bali Adakan Pelatihan Pendidikan Politik Pemilih Perempuan
DENPASAR (24/12) -- Bidik pemilih perempuan, Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bali adakan Pelatihan Pendidikan Politik Pemilih Perempuan (Pelatihan P4), di kantor DPW PKS Bali Jl. Resimuka Denpasar, Sabtu (24/12/2022).
Kegiatan dilaksanakan untuk menyongsong Pemilu 2024 sekaligus berupaya agar kaum perempuan juga turut aktif dalam kegiatan politik.
Pengurus BPKK Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS, Sri Ismayati hadir sebagai narasumber secara online, sedangkan peserta yang terdiri dari bakal calon legislatif (bacaleg) perempuan PKS Bali dan para pengurus hadir di kantor DPW PKS Bali.
Sri Ismayati memberikan penguatan kepada para bacaleg juga perempuan PKS pada umumnya untuk terlibat aktif dalam kegiatan politik dan pemberdayaan masyarakat sesuai dengan potensinya masing-masing.
"Kita harus selalu punya mindset, bagaimana berkontribusi kepada masyarakat dengan segala potensi yang dimiliki," kata Sri Ismayati.
"Lihat potensi apa yang bisa dikembangkan dari lingkungan, lalu berikan keterampilan kepada perempuan agar berdaya. Misalnya buat pelatihan memasak, membuat bank sampah, kompos, dan sebagainya," lanjut Sri dalam penyampaian materi tentang rekayasa sosial.
Sri juga mengingatkan bahwa kegiatan tersebut adalah kegiatan yang dilakukan terus-menerus, bukan hanya di momen-momen tertentu.
"Kita melakukan kegiatan pelayanan secara kontinyu, tidak hanya pada saat menjelang pemilu, Khususnya kepada konstituen dan anggota PKS. Lalukan pembinaan terus-menerus dan selalu amar makruf nahi munkar," lanjutnya.
Narasumber kedua dalam Pelatihan P4 BPKK PKS Bali adalah Heri Sukarmeni, Sekretaris Bidang Pembinaan Wilayah (BPW) PKS Kawasan Tenggara Indonesia, Heri Sukarmeni.
Heri memberikan motivasi kepada bacaleg dan pengurus perempuan PKS untuk amar makruf nahi mungkar, sebagai hal fundamental yang diajarkan Rasulullah.
"Belajar dari bagaimana caranya Rasulullah membangun kota Madinah setelah hijrah. Ini adalah referensi yang luar biasa dari Rasulullah, dan kita pasti bisa untuk meneladaninya," ujarnya.
Ketua BPKK PKS Bali Siti Fatimah mengatakan kegiatan tersebut juga dalam rangka momen Hari Ibu, agar perempuan berdaya dengan potensinya termasuk aktif dalam kegiatan politik dan pengambil kebijakan.
"Dengan semangat Hari Ibu kita tingkatkan kiprah perempuan di panggung politik," kata Fatimah.
Berdasarkan Pasal 245 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum disebutkan bahwa bakal calon anggota DPRD kabupaten/kota yang ditetapkan oleh pengurus partai politik peserta pemilu tingkat kabupaten/kota memuat keterwakilan perempuan paling sedikit 30%.
Untuk itulah Ketua DPW PKS Bali Hilmun Nabi mengharapkan kaum perempuan Bali untuk lebih aktif dalam kegiatan politik dan masyarakat khususnya melalui PKS.
(AS)