BPS Provinsi Bali

BPS Provinsi Bali Badan Pusat Statistik Provinsi Bali
Penyedia Data Statistik Berkualitas Untuk Indonesia Maju

Badan Pusat Statistik Provinsi Bali merilis Publikasi “Luas Panen dan Produksi Padi di Provinsi Bali 2025”Tahukah  ? Pad...
04/09/2026

Badan Pusat Statistik Provinsi Bali merilis Publikasi “Luas Panen dan Produksi Padi di Provinsi Bali 2025”

Tahukah ?

Pada 2025, luas panen padi di Bali mencapai 96.444 hektare, dengan produksi padi sebesar 587.866 ton GKG. Jika dikonversikan menjadi beras, produksinya mencapai 331.531 ton, turun 7,49 persen dibandingkan tahun 2024.

Data tersebut dihasilkan melalui Survei Kerangka Sampel Area (KSA) yang memanfaatkan teknologi dan citra satelit untuk menghasilkan data pertanian yang lebih akurat.

Informasi selengkapnya dapat diakses melalui bali.bps.go.id pada menu Publikasi.




Mengapa angka kemiskinan BPS dan Bank Dunia bisa berbeda?Perbedaan angka kemiskinan yang dirilis BPS dan Bank Dunia bela...
02/09/2026

Mengapa angka kemiskinan BPS dan Bank Dunia bisa berbeda?

Perbedaan angka kemiskinan yang dirilis BPS dan Bank Dunia belakangan menjadi perhatian. Lantas, apakah salah satunya keliru?

Ternyata perbedaan tersebut terjadi karena BPS dan Bank Dunia menggunakan metodologi, standar, dan tujuan pengukuran yang berbeda.

Lalu, bagaimana sebenarnya BPS menghitung garis kemiskinan? Apa saja yang menjadi pertimbangannya? Dan mengapa angka tersebut tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan angka dari metodologi Bank Dunia?

Yuk, simak penjelasan selengkapnya melalui pemberitaan berikut:

📰 Bisnis Indonesia
“Cara BPS Menghitung Garis Kemiskinan, Pahami Perbedaannya dengan Metodologi World Bank”

📰 ANTARA
“BPS Menjelaskan Perbedaan Garis Kemiskinan RI dengan Bank Dunia”

📰 Media Indonesia
“Data Kemiskinan BPS dan Bank Dunia Beda, Ini Penjelasannya”

Mari membaca data secara utuh dengan memahami metodologi di balik setiap angka.

Terima Kasih Telah Menjadi Bagian dari SE2026Terima kasih kepada seluruh masyarakat, pelaku usaha, Petugas Sensus Ekonom...
02/09/2026

Terima Kasih Telah Menjadi Bagian dari SE2026

Terima kasih kepada seluruh masyarakat, pelaku usaha, Petugas Sensus Ekonomi, dan seluruh
jajaran BPS yang telah berpartisipasi dan bekerja keras dalam Sensus Ekonomi 2026.

Pada 1–15 September 2026, BPS melakukan pemeriksaan data dan penyisiran untuk
memastikan semua pelaku usaha terjangkau dalam Sensus Ekonomi 2026.

Bagi yang belum berpartisipasi, masih ada waktu! Terima kedatangan Petugas Sensus Ekonomi
dan berikan data yang benar dan lengkap.

Setiap usaha, setiap data, berarti untuk Indonesia.
Mari Bersama Mencatat Ekonomi Indonesia.





Badan Pusat Statistik Provinsi Bali merilis Publikasi “Perkembangan Triwulanan Ekonomi Provinsi Bali Triwulan II 2026”Ta...
01/09/2026

Badan Pusat Statistik Provinsi Bali merilis Publikasi “Perkembangan Triwulanan Ekonomi Provinsi Bali Triwulan II 2026”

Tahukah

Pada Triwulan II-2026, kontribusi ekonomi Bali terhadap perekonomian nasional mencapai 1,38 persen, meningkat dibandingkan periode sebelumnya. Capaian ini menegaskan bahwa Bali tidak hanya menjadi pusat aktivitas pariwisata, tetapi juga memiliki peran yang semakin penting dalam menopang dinamika perekonomian nasional. Bagaimana perkembangan ekonomi Bali dan indikator strategis lainnya pada Triwulan II-2026?
Simak informasi selengkapnya dalam publikasi yang dapat diakses secara gratis melalui bali.bps.go.id pada menu Publikasi.




Inflasi Provinsi Bali pada Agustus 2026 Tercatat 3,45 Persen (y-on-y)Pada Agustus 2026 secara year-on-year (y-on-y), Pro...
01/09/2026

Inflasi Provinsi Bali pada Agustus 2026 Tercatat 3,45 Persen (y-on-y)

Pada Agustus 2026 secara year-on-year (y-on-y), Provinsi Bali mengalami inflasi sebesar 3,45% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,41. Inflasi tertinggi tercatat di Kota Denpasar sebesar 3,64% dengan IHK sebesar 114,89, sedangkan inflasi terendah tercatat di Kabupaten Badung sebesar 2,86% dengan IHK sebesar 109,91.

Secara bulanan (month-to-month/m-to-m), Provinsi Bali mengalami inflasi sebesar 0,61%, sementara secara year-to-date (y-to-d) tercatat inflasi sebesar 2,16%.

Inflasi y-on-y Agustus 2026 didorong oleh seluruh kelompok pengeluaran. Andil inflasi tertinggi tercatat pada kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 1,16%, diikuti kelompok Transportasi sebesar 0,76% serta Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar 0,38%. Sementara itu, andil inflasi terendah tercatat pada kelompok Rekreasi, Olahraga, dan Budaya sebesar 0,01%.

Secara y-on-y, inflasi Bali pada Agustus 2026 meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 2,42%. Inflasi tertinggi selama periode Agustus 2025–Agustus 2026 terjadi pada Februari 2026 sebesar 3,89%, sedangkan terendah pada April 2026 sebesar 2,08%.

Data selengkapnya dapat diakses di Berita Resmi Statistik pada web http://bali.bps.go.id atau aplikasi AllStats BPS.



Rapat Kerja Komite IV DPD RIBersama BPS dan BPKPBPS Provinsi Bali menghadiri Rapat Komite IV DPD RI bersama BPS dan BPKP...
01/09/2026

Rapat Kerja Komite IV DPD RI
Bersama BPS dan BPKP

BPS Provinsi Bali menghadiri Rapat Komite IV DPD RI bersama BPS dan BPKP yang membahas hasil Sensus Ekonomi serta efektivitas penggunaan Transfer ke Daerah (TKD). Pembahasan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat pemanfaatan data statistik untuk mendukung pembangunan daerah.

Hasil Sensus Ekonomi 2026 diharapkan dapat memberikan gambaran terkini mengenai kondisi dan struktur ekonomi daerah. Sementara itu, evaluasi efektivitas TKD menjadi langkah penting agar alokasi dan pemanfaatan anggaran semakin tepat sasaran serta memberikan dampak bagi kesejahteraan masyarakat.

Selesai Didata, Bukan Berarti SE2026 SelesaiData Sensus Ekonomi 2026 tidak serta-merta siap digunakan setelah masa penda...
30/08/2026

Selesai Didata, Bukan Berarti SE2026 Selesai

Data Sensus Ekonomi 2026 tidak serta-merta siap digunakan setelah masa pendataan selesai. Di balik data yang nantinya menjadi gambaran kondisi ekonomi Indonesia, terdapat serangkaian tahapan panjang yang telah dimulai sejak sebelum pelaksanaan pendataan.

Ketika petugas selesai mendatangi responden, juga bukan berarti seluruh rangkaian Sensus Ekonomi 2026 telah berakhir.

Data yang terkumpul masih perlu melalui sejumlah
tahapan: pemeriksaan, pengolahan, validasi, evaluasi, penjaminan kualitas, hingga Post Enumeration Survey
(PES).

Setiap tahap memiliki peran penting untuk memastikan data yang dihasilkan memenuhi standar statistik berkualitas yaitu kelengkapan cakupan , konsisten, akurat, dan dapat diandalkan.

SE2026 masih berproses.
Kami terus menjaga setiap tahapnya agar hasil akhirnya
dapat memberi gambaran ekonomi Indonesia yang sesungguhnya.




30/08/2026

Perbincangan Kepala BPS dan DAR Center terkait DTSEN

Kepala BPS RI, Ibu Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan bahwa masyarakat bisa melakukan updating secara mandiri apabila terdapat desil yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Nah, bagaimana caranya, dan apa yang perlu dilakukan?

Semeton bisa simak cuplikan perbincangan beliau bersama DAR Center berikut ini. Yuk, disimak sampai selesai agar tidak keliru dalam melakukan updating data.

Untuk mendapatkan penjelasan yang lebih lengkap, video selengkapnya bisa Semeton saksikan di kanal DAR Center (Daya Akar Rakyat).

Ketika Kita Terdata, Kita Akan Terpetakan dengan BenarKondisi kesejahteraan keluarga dapat berubah dari waktu ke waktu. ...
28/08/2026

Ketika Kita Terdata, Kita Akan Terpetakan dengan Benar

Kondisi kesejahteraan keluarga dapat berubah dari waktu ke waktu. Jika data belum diperbarui, posisi relatif kesejahteraan kita yang tercatat di DTSEN yang tercatat mungkin belum mencerminkan kondisi terkini.

Seperti Pak Timbul, pemutakhiran data mandiri yang dilakukan telah memperbaiki posisinya dalam DTSEN.

Mari berpartisipasi aktif dalam pemutakhiran data agar kondisi kita dapat tergambarkan dengan lebih tepat.




🌿 Cerita Serat dari Piring Penduduk Bali 🌿Di balik sajian khas Bali, terdapat cerita tentang pola konsumsi dan sumber se...
28/08/2026

🌿 Cerita Serat dari Piring Penduduk Bali 🌿

Di balik sajian khas Bali, terdapat cerita tentang pola konsumsi dan sumber serat yang hadir dalam kehidupan sehari-hari.

Mulai dari jukut urab, lawar, plecing kangkung, hingga rujak kuah pindang, berbagai kuliner Bali menghadirkan beragam bahan pangan nabati yang menjadi bagian dari pola makan masyarakat.

Namun, bagaimana gambaran konsumsi buah dan sayur penduduk Bali? Apakah sudah mendekati rekomendasi kebutuhan harian?

Berdasarkan Susenas Maret 2025, piring penduduk Bali mencatat konsumsi sayur sebesar 129,16 gram dan buah sebesar 117,11 gram per kapita per hari.

Secara keseluruhan, konsumsi buah dan sayur mencapai 246,27 gram per kapita per hari. Angka ini menjadi gambaran bahwa masih terdapat ruang untuk meningkatkan konsumsi buah dan sayur agar mendekati rekomendasi WHO sebesar 400 gram per hari bagi penduduk usia di atas 10 tahun.

📊 Dari data, kita memahami Bali.
🍽️ Dari piring, kita membaca cerita.

Yuk, kenali lebih dekat pola konsumsi masyarakat Bali melalui data statistik.
👉 Simak selengkapnya dalam publikasi “Pola Konsumsi dan Pengeluaran Penduduk Provinsi Bali 2025” di bali.bps.go.id.

Address

Jalan Raya Puputan No. 1 Renon
Denpasar
80226

Opening Hours

Monday 09:00 - 16:00
Tuesday 09:00 - 16:00
Wednesday 08:00 - 16:00
Thursday 08:00 - 16:00
Friday 08:00 - 16:30

Telephone

+62361238159

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when BPS Provinsi Bali posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to BPS Provinsi Bali:

Share