14/10/2026
“ISEF hadir bukan sekadar sebagai festival, tetapi sebagai etalase capaian sekaligus mesin penggerak untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia!”
Demikian yang disampaikan Gubernur BI, Destry Damayanti, dalam Opening Ceremony Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 Tahun 2026, yang bertajuk “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”, (14/10), di Jakarta.
, ISEF 2026 menjadi momentum untuk memperkuat berbagai capaian ekonomi dan keuangan syariah Indonesia, antara lain:
• Peringkat 4 dunia di Global Islamic Economy Indicator (SGIE 2025/2026), dengan peringkat 1 di sektor modest fashion
• Sektor Halal Value Chain tumbuh 5,5% (yoy) pada triwulan II 2026, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.
• Green sukuk mencapai USD7,7 miliar di pasar global dan Rp108,9 triliun di pasar domestik per Juni 2026
Capaian ini adalah fondasi, bukanlah garis akhir. Akselerasi pada ekonomi syariah hanya mungkin dicapai lewat sinergi dan transformasi digital. Karena itu, ISEF 2026 hadir dengan tiga kebaruan: Transformative Impact, Digital Immersive, dan Multi-Generational Event.
Inovasi juga dilakukan melalui kompetisi digital VITRAH dan ISEF World di Roblox untuk membuka ruang partisipasi generasi muda!
Tiga inisiatif strategis yang diluncurkan:
• ICoC (Islamic Financial Market Code of Conduct): pedoman perilaku transaksi pasar keuangan syariah
• IIZCP 2.0 (Index Implementasi Zakat Core Principles): indeks implementasi zakat, kini dengan dimensi Manajemen Risiko
• International Scholarship: memperkuat pengembangan talenta serta kerja sama pendidikan ekonomi dan keuangan syariah di tingkat internasional.
Hasil kolaborasi banyak pihak: ICoC menguatkan kepercayaan industri, IIZCP menguatkan tata kelola keuangan sosial, International Scholarship menyiapkan talenta bangsa. Semua dalam semangat eksyar, yakni “Kebaikan untuk Semua”.
Menurut , apa yang paling penting untuk dalam mengakselerasi kekuatan ekonomi syariah Indonesia?