TAO Bali

TAO Bali Agama TAO yg mengAgungkan Maha Dewa Thai Shang Lao Jun (太上老君) sbg Dewa Utama TAO , didampingi Dewa Erl Lang Shen dan Dewi Jiu Tian Xuan Nu.

Salurkan Amal Sosial Berdana anda melalui

YAYASAN TAO SEJATI
BCA 611.5888.688

Xie Shen En
Gong de wu liang Agama TAO yg mengAgungkan Maha Dewa Thai Shang Lao Jun (太上老君) sbg Dewa Utama TAO , didampingi Dewa Er Lang Shen (二郎神) dan Dewi Jiu Tian Xuan Nv (九天玄女).

Guan Sheng Di Jun (關聖帝君)Teladan utama dari Dewa Guan Gong (關公) yang menjadi pedoman hidup manusia: 1. Kesetiaan (忠 Zhong...
23/07/2026

Guan Sheng Di Jun (關聖帝君)

Teladan utama dari Dewa Guan Gong (關公) yang menjadi pedoman hidup manusia:

1. Kesetiaan (忠 Zhong)

Tidak tergoyahkan oleh harta, jabatan, atau ancaman. Meskipun Cao Cao memberinya kemewahan, beliau tetap bertekad kembali kepada Liu Bei. Ajaran: setia pada janji, keluarga, dan kebenaran, tidak mudah berubah arah.

2. Keadilan & Integritas (义 Yi)

Menempatkan kebenaran di atas kepentingan pribadi. Guan Gong memaafkan Cao Cao di Jembatan Hua Rong karena berhutang budi, namun tetap tegas menegakkan aturan. Ajaran: berbuat adil, jujur, dan tidak mengambil keuntungan dengan cara yang salah.

3. Kejujuran & Memegang Janji (信 Xin)

Segala ucapannya dapat dipegang. Saat berjanji akan pergi jika menemukan tuannya, beliau benar-benar menepatinya.
Ajaran: menjadi orang yang dipercaya, menepati kata-kata, berintegritas, jujur, dan setia.

4. Keberanian yang Benar (勇 Yong)

Berani menghadapi bahaya demi melindungi yang lemah dan menegakkan kebaikan—bukan berani untuk berbuat jahat.
Ajaran: teguh menghadapi tantangan, berani menolak kesalahan, dan berani membela kebenaran.

5. Sopan Santun & Harga Diri (禮 Li)

Selalu menghormati orang lain dan menjaga martabat diri sendiri. Guan Gong tetap sopan meski memiliki kekuatan besar.
Ajaran: berperilaku hormat, menjaga tata krama, dan tidak sombong .

6. Kebijaksanaan & Kebajikan (仁 Ren)

Bertindak dengan hati nurani dan pikiran yang jernih. Guan Gong tidak sewenang-wenang, melainkan membedakan musuh dan orang yang berhak dihargai. Ajaran: berbuat baik kepada sesama, berpikir sebelum bertindak, dan tidak bertindak gegabah .

Hidup dengan setia, jujur, adil, berani, dan bermoral—itulah inti ajaran Dewa Guan Gong.

Perayaan hari Kemuliaan Dewa Guan Sheng Di Jun 關聖帝君 pada kalender Imlik 24-6.
tahun ini jatuh pada hari Kamis tanggal 6 Agustus 2026.

#關聖帝君 #關公 #關羽 #關雲長

29/06/2026

Merayakan Hari Kemuliaan Maha Dewa Thày Shàng Lǎo Jūn
Senin, 29 Juni 2026 (imlik 15-5)

Kekuatan Gaib Tiada Tara, Menuntun Semua Umat Manusia, Jutaan Tahun Tanpa Henti, Umur Panjang Tiada Batas

恭祝 太上老君...
法力无边。普渡众生。万年不辍。万世无疆

谢神恩
Xie Shen En🙏🙂

#太上老君 #老子 #道德經

Merayakan Hari Kemuliaan Maha Dewa Thày Shàng Lǎo JūnSenin, 29 Juni 2026 (imlik 15-5)Kekuatan Gaib Tiada Tara, Menuntun ...
29/06/2026

Merayakan Hari Kemuliaan Maha Dewa Thày Shàng Lǎo Jūn
Senin, 29 Juni 2026 (imlik 15-5)

Kekuatan Gaib Tiada Tara, Menuntun Semua Umat Manusia, Jutaan Tahun Tanpa Henti, Umur Panjang Tiada Batas

恭祝 太上老君...
法力无边。普渡众生。万年不辍。万世无疆

谢神恩
Xie Shen En🙏🙂

#太上老君 #老子 #道德經

Taishang Laojun (太上老君).Taishang Laojun (太上老君), yang secara harfiah berarti "Penguasa Agung  Tertua", bukan sekadar Dewa ...
20/06/2026

Taishang Laojun (太上老君).

Taishang Laojun (太上老君), yang secara harfiah berarti "Penguasa Agung Tertua", bukan sekadar Dewa biasa dalam Jajaran Kedewaan Tao dan mitologi rakyat Tiongkok. Beliau adalah Dewa tertinggi dalam panteon Taoisme, personifikasi dari Dao (Alam Semesta) itu sendiri, dan salah satu dari Sanqing (Tiga Dewa Murni) yang kesemuanya adalah sosok dari perwujudan Tai Shang dalam masa yang berbeda.
Namun, kisah yang paling menarik tentang Thay Shang adalah perpaduan antara Keagungan langit dan peran Nya di bumi sebagai filsuf legendaris, Laozi (老子).
Berikut adalah riwayat kisah menarik sang Penguasa Agung, dari penciptaan alam semesta hingga tungku alkimia.

1. Kelahiran yang Ajaib dan Nama "Anak Tua"
Sebelum bumi dan langit tercipta, Taishang Laojun sudah ada sebagai energi murni dari Dao. Namun, untuk membimbing umat manusia, beliau memutuskan untuk menjelma ke dunia manusia pada masa Dinasti Zhou (sekitar abad ke-6 SM).

> Legenda kelahiran (cerita rakyat):
> Ibunya mengandung diri Nya setelah melihat bintang jatuh (meteor). Kandungan tersebut tidak berlangsung selama 9 bulan, melainkan 81 tahun!
> Ketika akhirnya Laozi lahir dari ketiak kiri ibunya, Laozi sudah berwujud seorang bayi yang berambut putih keperakan dan memiliki janggut panjang, namun memiliki aura keagungan yang suci. Karena penampilannya yang langsung tua sejak lahir, beliau dinamai Laozi (老子 berarti "Anak Tua" atau "Guru Tua").

2. Sang Penjaga Perpustakaan dan Perjalanan ke Barat
Di bumi, Laozi hidup sebagai manusia biasa yang bijaksana. Laozi bekerja sebagai penjaga arsip sejarah di perpustakaan istana Dinasti Zhou. Di sinilah Beliau menumpuk kebijaksanaan mutlak. Bahkan filsuf besar Konghucu (Confucius) pernah menemuinya dan menyamakannya Laozi bagaikan "Naga yang menunggangi awan dan angin."
Melihat Dinasti Zhou yang mulai runtuh karena korupsi dan perang, Laozi memutuskan untuk meninggalkan peradaban dan pergi ke arah barat menuju Gurun Gobi dengan menunggangi seekor kerbau air berwarna biru tua.

Ketika sampai di gerbang Han Gu Guan 函谷关 (perbatasan barat), seorang Jenderal Yin Xi (尹喜) penjaga gerbang melihat aura ungu yang agung mendekat dari timur—pertanda seorang berkah langit akan datang. Yinxi memohon kepada Laozi untuk menuliskan kebijaksanaannya sebelum meninggalkan dunia fana.

Han Gu Guan adalah celah yang memisahkan bagian atas Sungai Kuning dan lembah Wei, tempat lahir peradaban Tiongkok dan ibu kota lamanya Xi’an, dari Dataran Tiongkok Utara yang subur.

Jenderal Yin Xi menyambut kedatangan Laozi (老子) di Gerbang Han Gu Guan. Laozi pun turun dari kerbaunya dan menulis sebuah kitab pendek berisi 5.000 kata. Kitab itulah yang kita kenal sekarang sebagai Dao De Jing (道德經), fondasi utama ajaran Tao. Setelah menyerahkan kitab itu, Laozi melanjutkan perjalanannya ke barat, menghilang di balik kabut gurun, dan kembali ke wujud surgawinya sebagai Tai Shang Lao Jun 太上老君.

3. Sang Alkemis Agung
Kembali ke Istana Langit, Taishang Laojun tinggal di Istana Dou Shuai (Dou Shuai Gong / 輝煌兜率宮). Tugas utamanya adalah menjaga keseimbangan kosmis dan mengoperasikan Tungku Delapan Trigram Bāguà lú (八卦炉). Di dalam tungku ini, Beliau membakar api suci untuk menciptakan Pil Keabadian (Elixir of Immortality) dan menempa pusaka paling dahsyat di alam semesta.

Meskipun memiliki kekuatan kosmis yang maha dahsyat, Tai Shang Lao Jun selalu digambarkan sebagai sosok kakek tua yang bijaksana, memegang kipas Bajiao Shan (芭蕉扇) dan penuh kebajikan. Ia melambangkan konsep Wu Wei (bertindak tanpa memaksa, mengikuti aliran alam).
Bagi masyarakat Tionghoa dan penganut Taoisme, Thay Shang Lao Jun bukan hanya Dewa yang di Bài 拜神 di altar, melainkan pengingat bahwa kekuatan terbesar di alam semesta ini tidak melulu soal senjata atau kekuasaan, melainkan tentang kedamaian batin dan keselarasan dengan semesta.

Perayaan hari Kemuliaan Maha Dewa Tài shàng lǎo jūn 太上老君
tanggal 29 Juni 2026, Imlik 15-5

#太上老君 #老子 #道德經

15/06/2026
Cao Guo Jiu (曹國舅)salah satu Dewa dari Delapan Dewa (Ba Xian) dalam Agama Tao. Di antara kedelapan dewa tersebut, ia dike...
15/06/2026

Cao Guo Jiu (曹國舅)

salah satu Dewa dari Delapan Dewa (Ba Xian) dalam Agama Tao. Di antara kedelapan dewa tersebut, ia dikenal sebagai Dewa yang berlatar belakang bangsawan dan anggota keluarga kekaisaran.

Berikut adalah ringkasan cerita dan asal-usul dari Cao Guo Jiu:

Latar Belakang Bangsawan
Nama aslinya adalah Cao Yi (atau Cao Jingxiu). Nama "Guo Jiu" sendiri sebenarnya bukan nama asli, melainkan gelar yang berarti "Paman Kaisar" (saudara laki-laki permaisuri). Beliau hidup pada masa Dinasti Song dan merupakan adik dari Ibu Suri Cao (Permaisuri Kaisar Renzong). Karena status sosialnya yang tinggi, sering digambarkan mengenakan pakaian resmi pejabat istana yang megah dan membawa papan penghormatan (paiban) dari batu giok atau kayu, seperti yang terlihat pada ilustrasi.

Cao Guo Jiu memiliki seorang adik laki-laki bernama Cao Er yang berwatak buruk. Adiknya sering menyalahgunakan kekuasaan kekaisaran untuk menindas rakyat, melakukan korupsi, bahkan terlibat dalam kasus pembunuhan.
Cao Guo Jiu berkali-kali menasihati adiknya, namun tidak pernah didengar. Karena merasa malu, bersalah, dan sadar bahwa kekayaan serta kekuasaan duniawi sering kali membawa petaka dan korupsi moral, Cao Guo Jiu memutuskan untuk:
* Meninggalkan seluruh jabatan kekaisarannya.
* Membagikan harta kekayaannya kepada fakir miskin.
* Pergi ke gunung terpencil untuk hidup sebagai pertapa demi menebus dosa keluarganya dan mencari ketenangan spiritual ( Xiu Tao).

Bertemu dengan Dewa dan Menjadi Abadi
Saat sedang bertapa di hutan, bertemu dengan dua dewa legendaris, yaitu Zhongli Quan dan Lü Dongbin. Kedua Dewa tersebut mengujinya dengan bertanya, "Apa yang sedang kamu Xiu (kultivasi)?"
Cao Guo Jiu menjawab, "Saya sedang Xiu Dao (mengkultivasi Tao - Jalan Kebenaran).

Ketika ditanya di mana Tao itu berada, ia menunjuk ke arah langit (Tian). Dan saat ditanya di mana Tian itu berada, beliau menunjuk ke arah hatinya.
Melihat pemahaman spiritualnya yang mendalam dan ketulusan hatinya yang telah melepaskan segala kemegahan duniawi, kedua dewa tersebut tersenyum. Mereka kemudian mengajarkan rahasia keabadian kepada Cao Guo Jiu, hingga akhirnya beliau diangkat menjadi salah satu dari Delapan Dewa.

Dalam kepercayaan Tao Tionghoa , Cao Guo Jiu adalah simbol dari pertobatan, ketulusan hati, dan penolakan terhadap korupsi materi. Papan penghormatan (paiban) yang selalu dibawanya dipercaya memiliki kekuatan untuk membersihkan lingkungan dari energi negatif dan melambangkan kedamaian.

#曹國舅

He Xian Gu (何仙姑)Satu-satunya tokoh wanita di antara Delapan Dewa (Ba Xian) dalam Kedewaan Tao. Ia sering digambarkan seb...
13/06/2026

He Xian Gu (何仙姑)

Satu-satunya tokoh wanita di antara Delapan Dewa (Ba Xian) dalam Kedewaan Tao. Ia sering digambarkan sebagai sosok wanita anggun yang memegang bunga teratai, membawa keranjang bunga, atau memakai daun teratai raksasa sebagai payung.

He Xian'gu lahir pada masa Dinasti Tang di wilayah Guangdong dengan nama asli He Qiong. Sejak kecil dikenal sebagai gadis yang sangat berbakti, cerdas, dan memiliki hati yang murni.
Saat menginjak usia remaja (sekitar 14-15 tahun), ia mendapatkan sebuah mimpi spiritual. Dalam mimpi tersebut, sesosok Dewa memintanya untuk naik ke sebuah gunung untuk mencari mata air. Keesokan paginya, karena merasa mimpinya bukanlah mimpi biasa, He Xian Gu berjalan mendaki gunung yang terjal itu. Setelah perjalanan panjang nan melelahkan, beliau menemukan mata air yang dimaksud. Karena sangat haus, He Xian Gu minum air itu. Tidak disangka, setelah minum air tersebut, He Xian Gu merasa badannya begitu ringan dan sanggup berlari dengan kencang. Beliau pun menuruni gunung dengan kecepatan yang luar biasa. Sesampainya di rumah, beliau menyadari bahwa dirinya diberikan kekuatan yang luar biasa. Dirinya tidak lagi merasakan lelah serta mampu mengeluarkan tenaga yang besar.

Walaupun demikian, He Xian Gu menggunakan kekuatannya itu untuk menolong orang-orang di sekitarnya. Beliau mendaki gunung untuk mengumpulkan tanaman obat-obatan untuk orang tuanya dan rakyat yang membutuhkan. Beliau juga mengajarkan cara bercocok tanam dan cara mengumpulkan tanaman obat-obatan. Oleh karena itu, banyak orang yang mengagumi kerja keras dan dedikasi beliau.

Saat kedua orang tuanya sakit, He Xian Gu pergi mengumpulkan buah-buahan terbaik dari pelbagai tempat dan merawat mereka dengan baik. Beliau menyadari bahwa kehidupan ini hanyalah sementara sehingga perbuatan yang dilakukan sehari-hari menjadi sangat penting. Ketika kedua orang tuanya tiada, He Xian Gu melanjutkan dedikasinya kepada masyarakat dengan membantu orang-orang yang membutuhkan.

Suatu ketika, Ratu Wu Ze Tian yang mengetahui tentang kesaktian He Xian Gu, berusaha memanggil beliau ke istana untuk berbagi rahasia tentang ilmu kesaktiannya. He Xian Gu yang menyadari bahwa Wu Ze Tian hanya berambisi untuk hidup abadi dan kekal, mengabaikan permintaan sang ratu dan pergi meninggalkan Guangzhou dan menghilang. Banyak orang yang percaya bahwa beliau telah menjadi dewi dan terbang ke kahyangan.

Simbolisme Bunga Teratai
Dalam mitologi, He Xian'gu hampir selalu membawa **bunga atau daun teratai**. Teratai ini bukan sekadar hiasan, melainkan simbol dari:

Kesucian diri:
Teratai tumbuh di dalam lumpur namun mekar dengan sangat bersih dan indah, melambangkan jiwa He Xian'gu yang tetap murni di tengah dunia fana.

Kesehatan tubuh dan mental:
Teratai tersebut dipercaya memiliki kekuatan untuk menyembuhkan penyakit dan memulihkan energi kehidupan.

Melalui kisah hidupnya, He Xian'gu dipuja oleh banyak orang (khususnya kaum wanita) sebagai simbol kesucian, keberbakian kepada orang tua, keanggunan, serta pelindung bagi kesehatan fisik dan mental.

#何仙姑

Lan Caihe 蓝采和 Lan Caihe adalah salah satu Dewa dari Delapan Dewa Abadi ajaran Tao, hidup mengembara sejak zaman Dinasti ...
11/06/2026

Lan Caihe 蓝采和

Lan Caihe adalah salah satu Dewa dari Delapan Dewa Abadi ajaran Tao, hidup mengembara sejak zaman Dinasti Tang. Berpenampilan sederhana: baju biru lusuh, satu kaki bersepatu satu lagi telanjang, membawa keranjang bunga dan alat musik kayu . Ia bernyanyi syair yang terdengar sederhana namun sarat makna tentang keterikatan manusia pada Nama. Harta, Kedudukan, dan keabadian jiwa. Banyak orang mengira dia pengemis atau gila, padahal hatinya sudah bebas dari ikatan dunia. Suatu hari di kedai minuman, awan surgawi turun menjemputnya; Beliau naik ke langit, hanya keranjang dan alas kakinya yang tertinggal di bumi.

☯️ Sisi Kedewaan Lan Caihe蓝采和

1. Bebas dari batasan dunia — Melampaui aturan sosial, usia, jenis kelamin, dan keinginan materi; melambangkan kebebasan batin
2. Kebijaksanaan tersembunyi — Nasihat lewat nyanyian mengajarkan hidup sederhana dan melihat hakikat kehidupan
3. Simbol kedamaian & kelimpahan — Keranjang bunganya membawa berkah, kesuburan, kebahagiaan.
4. Keseimbangan & harmoni — Menggabungkan seni, alam, dan rohani; mewakili “keselarasan” dalam nama dan perbuatannya
5. Jalan pencerahan yang sederhana — Tidak lewat kekuasaan, tapi lewat ketulusan, kerendahan hati, dan kasih sayang

Lan Caihe, Dewa Pengembara pembawa keranjang bunga. Ia melambangkan kebebasan, kesederhanaan,kebijaksanaan, dan kebahagiaan sejati yang tak terikat pada Nama, Harta atau Kedudukan.

#蓝采和

09/06/2026

Ge Hong (葛洪)

Ge Hong (葛洪) hidup pada masa Dinasti Jin (283–343 M), adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah Taoisme, alkimia, dan pengobatan tradisional Tiongkok.
Berikut adalah ringkasan mengenai kontribusi dan warisan penting dari beliau:

1. Alkemis dan Filsuf Taoisme
Ge Hong dikenal sebagai tokoh utama dalam aliran Taoisme Alkimia Rohaniah dan Lahiriah (*Neidan* dan *Waidan*). Berbeda dengan beberapa pemikir Taois pendahulunya yang lebih fokus pada aspek filosofis murni, Ge Hong sangat percaya bahwa keabadian spiritual dan fisik dapat dicapai manusia melalui meditasi, teknik pernapasan, moralitas yang baik, serta ramuan alkimia (eliksir).

2. Penulis Kitab *Baopuzi* (抱朴子)
Karya terbesarnya yang paling fenomenal adalah Baopuzi (Master yang Memeluk Kesederhanaan). Kitab ini dibagi menjadi dua bagian:
☯️Neipian (Bagian Dalam): Membahas tentang teknik-teknik Taoisme, ritual, cara menghindari penyakit, dan formula alkimia untuk mencapai keabadian.
☯️Waipian (Bagian Luar): Berisi pandangan politik dan sosialnya, di mana ia mencoba menjembatani nilai-nilai etika Konghucu (Konfusianisme) dengan praktik spiritual Taoisme.

3. Pionir Pengobatan Tradisional Tiongkok (TCM)
Selain seorang spiritualis, Ge Hong adalah seorang tabib dan ilmuwan praktis yang sangat hebat pada zamannya. Dalam kitab medisnya, Zhouhou Beijifang (Panduan Pertolongan Pertama Darurat), ia mencatat berbagai resep obat herbal untuk masyarakat umum yang murah dan mudah didapat.

Ge Hong adalah Penemu Obat Malaria: Berabad-abad kemudian, catatan Ge Hong tentang penggunaan tanaman *Artemisia annua* (Qinghao) untuk meredakan demam menjadi inspirasi utama bagi ilmuwan Tu Youyou untuk mengisolasi zat "artemisin", yang akhirnya membuahkan Penghargaan Nobel Kedokteran pada tahun 2015.

4. Representasi Visual
Dalam berbagai peninggalan sejarah dan seni—mulai dari patung perunggu kuno hingga lukisan tradisional—Ge Hong sering kali digambarkan sebagai seorang cendekiawan atau pertapa tua berjanggut yang sedang memegang kuas, membaca gulungan kitab suci, atau berada di dekat tungku alkimia tempatnya meracik obat-obatan herbal.

#葛洪

  ( #韓湘子) Han Xiang Zi adalah salah satu dari Delapan Dewa Abadi dalam legenda Taoisme Tiongkok. Ia dikenal sebagai pemi...
08/06/2026

( #韓湘子)

Han Xiang Zi adalah salah satu dari Delapan Dewa Abadi dalam legenda Taoisme Tiongkok. Ia dikenal sebagai pemimpin musik surgawi dan simbol kebebasan serta bakat seni.

Han Xiang Zi adalah keponakan dari Han Yu, seorang pejabat besar dan penulis terkenal di zaman dinasti Tang. Sejak muda, ia tidak s**a kekayaan, jabatan, atau urusan duniawi. Ia lebih s**a mengembara, bermain seruling, dan mempelajari jalan keabadian. Pamannya sering menasihatinya agar belajar dan menjadi pejabat, tapi Han Xiang Zi tetap menolak.

Suatu hari saat pesta keluarga, Han Xiang Zi menunjukkan keajaibannya. Ia menanam bunga di depan tamu, dan dalam sekejap bunga itu mekar indah dengan tulisan emas di kelopaknya:

"Awan tebal menutup pegunungan Qin, di mana kuda akan berhenti saat salju menutup jalan."

Ia berkata kalimat ini akan menjadi nasib pamannya kelak. Tak lama kemudian, Han Yu benar-benar diasingkan ke tempat jauh karena menentang Kaisar. Di tengah perjalanan yang sulit dan bersalju, Han Xiang Zi muncul tiba-tiba, menyambut pamannya dan membantunya melewati kesulitan itu. Han Yu pun akhirnya sadar akan kehebatan jalan Tao.

Setelah bertahun-tahun berlatih dan menempuh jalan Xiu Dao, Han Xiang Zi akhirnya mencapai keabadian dan diangkat menjadi Dewa. Ia selalu digambarkan membawa seruling ajaib, nadanya bisa menenangkan jiwa, menumbuhkan keindahan, dan mengusir kejahatan.

pesan yang disampaikan Han Xiang Zi adalah
Kekayaan dan kekuasaan tidak abadi, tapi "bakat", ketulusan hati, dan kesederhanaan adalah jalan menuju kebahagiaan sejati.

Bakat
Apa maksudnya: “Bakat adalah jalan menuju kebahagiaan sejati”?

Dalam cerita Han Xiang Zi, kata bakat di sini bukan sekadar kemampuan pintar atau hebat, tapi maknanya lebih dalam:

✅ 1. Bakat = Jati diri & Takdir Kamu
Han Xiang Zi punya bakat alami di musik dan seni, dan hatinya memang tertuju pada jalan Tao (kebenaran). Ia tidak memaksakan diri menjadi pejabat kaya seperti yang dipaksa pamannya.
👉 Menjalani apa yang sesuai dengan bakat dan hati nurani = Hidup terasa ringan, tenang, dan bahagia.

✅ 2. Bakat adalah bawaan alam diri dari lahir.
Saat kita menggunakannya dengan tulus dan baik (seperti Han Xiang Zi yang memakai serulingnya untuk menenangkan makhluk hidup dan menyebarkan kedamaian), maka kita sejalan dengan alam semesta.
👉 Di situlah letak kebahagiaan yang tidak bisa dibeli dengan uang atau jabatan.

✅ 3. Berbeda dengan Kebahagiaan Duniawi
Kekayaan, pangkat, harta itu sementara dan bisa hilang. Tapi bakat dan kebaikan yang kita hasilkan dari bakat itu akan tetap ada, membawa kepuasan batin yang abadi.

Jadi intinya:

"Jangan memaksakan diri mengejar apa yang tidak cocok dengan hatimu. Temukan bakatmu, jalani dengan tulus, maka di sanalah kamu akan menemukan kedamaian dan kebahagiaan yang sesungguhnya." 💛

Kuil Han Xiangzi (Xiangzi Temple) terletak di kota Xi'an, Provinsi Shaanxi, Tiongkok.
Kuil ini didedikasikan untuk Han Xiangzi, salah satu dari Delapan Dewa Abadi dalam Taoisme, dan dikenal sebagai kuil Tao

#韓湘子

Address

Denpasar
80126

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when TAO Bali posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category