22/06/2026
Salam Perlawanan.
Nimo, koyao, koha, kosa, dormu, foi-moi, tabea mufa, nayakla, nare,teleb, yepmum, walak, wainambe,amakanie, amolongo, kinaonak, wa…..wa….wa.
Pada tanggal, 18 juni 2026 militer colonial indonesia ( TNI/POLRI) telah melakukan serangan melalui udara mengunakan Camera Dron dan Bom Granat. Tepatnya di jam 13.00 WIT di Desa Danggoa, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah. Oprasi yang dilakukan oleh Militer Colinial Indonesia tersebut menggakibatkan dua orang ibu mengalami luka-luka berat dan kritis.
Berdasarkan kronologi yang diterima, kejadian tersebut bermula pada saat kedua ibu atau korban baru saja kembali dari kebun dan sedang mencuci hasil kebun, umbi-umbian dan sayur-sayuran di sebuah kali di dekat Kampung Danggoa. Tanpa ada aba-aba atau peringatan, sekitar pukul 13.34 WIT, sebuah drone milik TNI-Polri terlihat melintas di atas perkampungan dan menjatuhkan bom tepat di lokasi kedua ibu tersebut berada.
Identitas Korban Sebagai Berikut:
1. Otovina Hogajau (Kena di Paha Kanan)
2. Agolu Pogau, (Kena Dada Bagian Kiri)
Korban sementara sudah dievakuasi ke rumah sakit umum (RSUD) Jogatapa, distrik sugapa, kabupaten Intan Jaya. Diminta Kepada Semua pihak mohon pantauan media dan advokasi situasi darurat Militer kolonial Indonesia di Intan Jaya.
Pada tanggal 15 juni 2026 di kabupaten yahukimo Militer Kolonial Indonesia (TNI/POLRI) melakukan penembakan terhadap salah satu siswa SMA yang mengakibatkan peluru mengenai pahanya hingga berlobang
Korban tersebut Bernama Yustinus Yalak siswa SMA Negri 1 Dekai asal distrik sela kampung monamna. Tidak berhenti sampe disitu selang beberapa hari kemudian pada tanggal, 19 juni 2026 salah satu ibu rumah tangga yang hendak pergi ke kebunnya sekitar jam 8 pagi, berpapasan dan dihadang oleh Militer Kolonial Indonesia (TNI/POLRI) dengan senjata lengkap, lalu ibu tersebut diancam dan mendapatkan kekerasan yang berujung pemerkosaan secara paksa sambil menodongkan senjata terhadap ibu tersebut.Diam berarti membiarkan ketidakadilan terus terjadi di atas tanah Papua
Maka Dari Itu Kami Fron Anti Investasi Dan Militerisme Bali Menyatakan Sikap;
PERNYATAAN SIKAP :
1. Mengutuk Keras Tindakan Aparat Militer Colonial Indonesia Terhadap Oktovina Hogajau Dan Agulu Pogau Di Kabupaten Intan Jaya.
2. Mengutuk Keras Penembakan Terhadap Siswa Sma Yustinus Yalak Dan Pemerkosaan Terhadap Seorang Ibu Di Kabupaten Yahukimo.
3. Mendesak Negara Dan Institusi Militer Agar Bertangung Jawab Atas Tindakan Kekerasan, Pelanggaran Ham Dan Jatuhnya Korban Sipil Diseruh Tanah Papua.
4. Hentikan Segala Bentuk Kekerasan Oprasi Militer, Kriminalisasi, Penangkapan Sewenang-Wenang Serta Pengeboman Terhadap Warga Sipil Di Seluruh Tanah Papua.
5. Usut Tuntas Seluruh Kasus Pelangaran Ham Diseluruh Papua
Tarik Tni-Polri Organik Dan Nonorganik Diseluruh Tanah Papua.
6. Tolak Pembentukan Dan Pembanguna Battalion Invanteri Dan Teritori Diseruh Tanah Papua.
7. Stop-Hentikan Terror, Intimidasi, Pemburuan Aktivis Dan Mahasiswa Diseluruh Tanah Papua Dan Indonesia.
8. Bebaskan Seluruh Tahan Politik Papua Barat Dan Indonesia.
9. Cabut Uu Tni, Tolak Ruu Polri, Tolak Ruu Penyiaran, Cabut Uu Onimbus Law, Minerba Dan Cabut Kuhp.
Hentikan Proyek Strategis Nasional Dimerauke, Boven Digul Dan Diseluruh Tanah Papua.
Stop Kriminalisasi, Mama Yasinta Dandy Laksono, Cipry Jehan Paju Dale, Jhoni Tedy Wakum Dan Kawan Kawan Yang Terlibat Dalam Pesta Filem Babi Karena Mereka Ungkapkan Kebenaran Yang Terjadi Di Atas Tanah Papua.
Kami Bersama Kelompk Petani Sari Merta Batur Menolak Pt Tanaya Pesona Batur
Stop Kriminalisasi Terhadap Kawan Tomy Priatna Wiria
Berikan Hak Menentukan Nasip Sendiri [HMNS] Sebagai Solusi Demokratis Bagi Bansa West Papua
Demikian Pernyataan Sikap Ini Di Buat, Kami Akan Terus Melakukan Perlawanan Terhadap Segalah Bentuk Penjajahan, Pembumkaman,Penindasan Dan Penghisapan, Terhadap Rakyat Dan Bangsa West Papua.
Medan Juang,
Tanah Colonial Denpasar Bali, 22 Juni 2026