13/05/2026
, Jajaran pimpinan beserta staf Bawaslu Kabupaten Dompu mengikuti kegiatan Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Bawaslu RI melalui Zoom Meeting pada Selasa, (12/5/) 2026. Kegiatan yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Bawaslu RI tersebut mengusung tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat.”
Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat pendidikan pengawasan partisipatif sebagai upaya meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam mengawal proses demokrasi menuju Pemilu Tahun 2029. Seluruh peserta mendapatkan pemaparan terkait pentingnya kolaborasi antara penyelenggara pemilu dan masyarakat dalam menciptakan pemilu yang jujur, adil, serta berintegritas.
Dalam pelaksanaannya, jajaran pimpinan dan staf Bawaslu Kabupaten Dompu mengikuti kegiatan dengan penuh antusias dan serius menyimak seluruh materi yang disampaikan oleh narasumber dari Bawaslu RI. Pendidikan pengawas partisipatif dinilai menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun kesadaran masyarakat agar turut aktif melakukan pengawasan terhadap setiap tahapan pemilu.
Ketua Bawaslu Kabupaten Dompu, Irwan, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting dalam memperkuat peran pengawasan partisipatif di tengah masyarakat. Menurutnya, pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kita mendapatkan penguatan terkait pentingnya membangun kesadaran publik untuk ikut mengawasi jalannya demokrasi. Semakin tinggi partisipasi masyarakat dalam pengawasan, maka kualitas pemilu juga akan semakin baik dan bermartabat,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (HP2H), Wahyudin, menilai bahwa pendidikan pengawas partisipatif merupakan sarana strategis dalam membangun budaya demokrasi yang sehat, khususnya di kalangan generasi muda.
Ia menyampaikan bahwa pendekatan partisipatif harus terus diperkuat melalui edukasi yang berkelanjutan agar masyarakat memahami pentingnya pengawasan dalam setiap tahapan pemilu.
“Partisipasi masyarakat adalah kekuatan utama dalam menjaga integritas pemilu. Oleh karena itu, edukasi dan sosialisasi harus terus dilakukan agar masyarakat tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga menjadi pengawas demokrasi,” ungkapnya.
Di sisi lain, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu (P2PS), Syafruddin, S.H., menekankan pentingnya sinergi antara masyarakat dan lembaga pengawas dalam mencegah potensi pelanggaran pemilu. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam pengawasan dapat menjadi langkah preventif dalam meminimalisir terjadinya pelanggaran maupun sengketa pemilu di masa mendatang.
“Ketika masyarakat memiliki kesadaran untuk ikut mengawasi, maka potensi pelanggaran dapat dicegah sejak dini. Ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan proses demokrasi yang bersih dan berintegritas,” jelasnya.
Sahabat, baca berita selengkapnya pada website Bawaslu Kabupaten Dompu dengan kill link berikut:
https://dompu.bawaslu.go.id/berita/bawaslu-kabupaten-dompu-ikuti-kick-pendidikan-pengawas-partisipatif-tahun-2026-secara-daring