Forum Anak Dompu

Forum Anak Dompu DAD adalah salah satu Organisasi Anak Indonesia yang berada di wilayah NTB. DAD telah banyak melakukan upaya untuk permasalahan anak-anak secara Mandiri

suatu organisasi anak yang menjadi wadah anak-anak untuk berekspresi.

Assalamualaikum.. Selamat malam teman2 FAD, kita dapat kabar bahagia + undangan dari Bunda Tercinta Cukul Murni ..Buat t...
13/09/2017

Assalamualaikum..
Selamat malam teman2 FAD, kita dapat kabar bahagia + undangan dari Bunda Tercinta Cukul Murni ..
Buat temen2 yang bisa hadir, mohon kehadirannya yaa..

11/06/2017

MASA LALU, MASALAH, DAN “PENYAKIT” FORUM ANAK KABUPATEN/KOTA DI NTB
Forum anak adalah wadah yang dibentuk dimana anak-anak dapat berpastisipasi dan menyalurkan bakat, minat, dan potensi yang dimilikinya. Pembentukan forum anak adalah salah satu upaya merealisasikan Undang-Undang Perlindungan Anak nomor 23 Tahun 2002 yang sekarang telah direvisi menjadi UU Perubahan nomor 35 Tahun 2014. Forum anak menjadi salah satu media dalam melakukan pemenuhan hak dasar anak. Hak dasar anak ada empat, yaitu hak hidup, hak tumbuh kembang, hak perlindungan, dan hak partisipasi. Forum anak adalah salah satu upaya pemenuhan hak partisipasi. Keberadaan forum anak dalam suatu daerah—provinsi dan kabupaten/kota—sangat dibutuhkan dalam konteks mewujudkan dunia yang tepat bagi anak (the world fit for children).
Pada tataran kebijakan pemerintah, eksistensi forum anak di suatu daerah sangat penting. Salah satu indikator suatu provinsi atau kabupaten/kota dapat dikatakan layak anak adalah apabila di daerah tersebut sudah terbentuk forum anak. Makin ke sini, forum anak memiliki peran tersendiri dalam pembangunan di daerahnya. Begitu juga di Provinsi NTB, yang mana forum anak tingkat provinsi telah terbentuk. Begitu juga di 10 kabupaten/kota-nya. Bahkan beberapa forum anak di beberapa kabupaten/kota seperti Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu, Kabupaten Sumbawa, dan Kabupaten Lombok Timur, pembentukannya sudah lama terbentuk bahkan jauh sebelum forum anak di kabupaten/kota lainnya terbentuk. Siapa yang menginisiasinya? Kita harus berterima kasih kepada beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) pemerhati anak yang telah “berjasa” menginisiasinya. Saya sebut saja Lembaga Perlindungan Anak, Plan Internasional, dan Unicef.
Saya ambil contoh, Forum Anak Kabupaten Dompu—yang dulunya Dewan Anak Dompu—terbentuk pada tahun 2002 pada Kongres Anak Dompu I yang difasilitasi oleh Plan Internasional wilayah Dompu. Begitu juga Dewan Anak Kabupaten Bima, Dewan Anak Kabupaten Sumbawa Besar, dan Dewan Anak Kabupaten Lombok Timur. Dulu, namanya masih dewan anak. Orang kerap “geli” mendengar nama dewan anak. Ketika orang mendengar kata “dewan” maka akan langsung mengidentikkan dengan lembaga legislatif: DPR/DPRD. Padahal, tidak demikian keadaannya. Dewan anak pure menjadi wadah bagi anak-anak untuk belajar banyak hal termasuk cara-cara menyampaikan pendapat dengan baik dan elegan. Kenyataannya, tidak sedikit mereka yang pernah menjadi anggota dewan anak (juga forum anak) sukses di bidangnya masing-masing berkat pengalaman-pengalaman yang pernah mereka dapatkan di dewan anak. Saya masih ingat seringnya bertemu dengan teman-teman dari dewan anak kabupaten lainnya di NTB dalam kapasitas mewakili dewan anak kabupaten di berbagai kegiatan yang diadakan oleh Plan, LPA, Unicef, dan lembaga swadaya masyarakat pemerhati anak lainnya yang ada di NTB. Begitu banyak yang kami dapatkan dari kegiatan-kegiatan tersebut.
Sehubungan dengan waktu pembentukan kesepuluh forum anak kabupaten/kota di NTB, saya mengkategorikannya ke dalam tiga masa, yaitu masa LSM antara tahun 2002 sampai 2007; masa peralihan antara tahun 2007 sampai 2009; dan masa pemerintah antara tahun 2009 sampai 2013. Masa LSM adalah masa dimana pembentukan forum anak diinisiasi dan difasilitasi oleh LSM dan kemudian pemerintah daerah diajak untuk memfasilitasi forum anak yang telah terbentuk. Namun demikian, dalam hal memfasilitasi, LSM masih berperan besar termasuk pendanaan. Saat itu, meskipun pemerintah daerah telah diberitahu telah terbentuknya forum anak, perhatian pemerintah belum seperti sekarang ini. Forum anak kabupaten yang terbentuk pada masa LSM adalah Forum Anak Kabupaten Bima, Forum Anak Kabupaten Dompu, Forum Anak Kabupaten Sumbawa Besar, dan Forum Anak Kabupaten Lombok Timur. Masa peralihan adalah masa dimana pemerintah sudah memahami bahwa forum anak di daerah merupakan tanggung jawabnya. Oleh karena demikian, seiring makin gencarnya sosialisasi undang-undang perlindungan anak, keberadaan forum anak mulai diperhatikan. Forum anak yang muncul pada masa peralihan ini adalah Dewan Anak Kota Mataram (satu-satunya forum anak yang masih menggunakan nama dewan anak karena terbentur sejarah pembentukannya), Forum Anak Lombok Barat (dulunya Dewan Anak Lombok Barat), dan Forum Anak Lombok Tengah. Forum anak yang terbentuk pada masa peralihan ini memiliki pekerjaan rumah untuk “membagi” tugas tentang peran pemerintah dan LSM dalam konteks memfasilitasi. Namun, tampaknya kedua belah pihak di tiga forum anak tersebut relatif tidak mengalami miskomunikasi. Hal ini perlu diperhatikan karena di beberapa daerah ada, forum anak yang justru menjadi korban akibat pemerintah daerahnya dan LSM pemerhati anak kerap berselisih paham perihal tupoksinya dalam memfasilitasi, mendampingi dan membimbing forum anak. Sedangkan, masa pemerintah adalah masa dimana pembentukan forum anak difasilitasi oleh pemerintah daerah. LSM pemerhati anak tetap diajak untuk memfasilitasinya. Ada tiga forum anak yang terbentuk pada masa pemerintah, yaitu, Forum Anak Kota Bima; Forum Anak Kabupaten Sumbawa Barat; dan Forum Anak Kabupaten Lombok Utara. Singkatnya, itulah sekelumit tentang waktu pembentukan 10 forum anak yang ada di NTB. Harapannya, kita dapat bernostalgia tentang seperti apa forum anak pada masa lalu di kabupaten/kota di NTB pada masa silam. Semoga kita tidak melupakan sejarah. Sejarah dan masa lalu pada konteks apapun merupakan hal penting untuk dijadikan sebagai pelajaran di masa-masa yang akan datang.
Eksistensi forum anak di kabupaten/kota di NTB, seperti organisasi-organisasi lainnya tidak terlepas dari masalah meskipun di beberapa tahun terakhir sudah berada di bawah naungan pemerintah. Mungkin berlebihan jika sebagian masalah tersebut, saya menyebutnya penyakit. Sebenarnya masalah-masalah tersebut dapat dicegah terjadinya. Mengapa saya menyebutnya penyakit? Karena dengan adanya masalah-masalah tersebut, beberapa forum anak mengalami kondisi “hidup segan, mati tak mau” atau setidaknya “redup” gaungnya. Forum anak yang sebenarnya menjadi tempat bagi semua anak berpartisipasi, justru pada kenyatannya, tidak semua anak di daerah tersebut tahu tentang forum anak yang ada di daerahnya. Saya ingin mengambil contoh keadaan Forum Anak Kabupaten Dompu saat ini. Okay-lah, setiap tahun Dompu mengirim perwakilan anak pada kegiatan tahunan tingkat provinsi—Temu Forum Anak NTB—tapi di Dompu sendiri, gaung dari keberadaanya sedang redup. Pada suatu kesempatan pada bulan April 2017 kemarin, saya kaget ketika salah seorang dosen salah satu perguruan tinggi swasta di Dompu yang juga pemerhati anak mempertanyakan eksistensi Forum Anak Dompu. Forum Anak Dompu sekarang, katanya, sudah kehilangan gaungnya. Saya tersentak karena tidak dapat dipungkiri, saya sendiri adalah produk Forum Anak Dompu. Setidaknya itu adalah kritikan tersirat untuk saya juga. “Eh, coba diperhatikan lagi-lah Forum Anak Dompu biar tidak jalan di tempat (lagi)”—lebih-kurangnya demikian kritikan tersiratnya. Itu salah satu contoh konkrit dan saya yakin beberapa forum anak kabupaten/kota lainnya juga mengalami hal yang sama.
Selain itu, dulunya Forum Anak Kabupaten Bima dan Forum Anak Kabupaten Lombok Timur pernah fakum. Pada tahun 2013, saya pernah dihubungi oleh pendamping anak dari unsur pemerintah daerah untuk membantu memfasilitasi upaya menghidupkan kembali Forum Anak Kabupaten Bima yang sudah lama “tertidur”. Tetapi rencana itu tidak kunjung terealisasikan karena yang bersangkutan terkena rotasi jabatan. Saya berdo’a Forum Anak Kabupaten Bima sudah aktif lagi. Sedangkan, Forum Anak Lombok Timur yang terbentuk pada tahun 2004 dan sempat fakum, sekarang sudah cukup aktif. Begitu juga dengan halnya Forum Anak Kabupaten Sumbawa Besar. Dulunya, juga pernah fakum tapi akhirnya aktif lagi seiring munculnya kesadaran pemerintah daerah untuk memfasilitasinya, meskipun di satu sisi peran lembaga swadaya masyarakat pemerhati anak di Sumbawa Besar tidak bisa dipandang sebelah mata dalam membantu dan menjaga agar forum anak samawa tetap hidup.
Mari kita mengubah cara berpikir. Forum anak yang aktif tiak bisa diukur karena setiap tahun mengutus perwakilannya ke acara Forum Anak NTB dan beberapa kegiatan lainnya baik di tingkat provinsi maupun nasional. Forum anak yang aktif tidak seperti itu. Kalau hal tersebut dijadikan tolok ukur, maka apa bedanya forum anak dengan panitia MOS di sekolah-sekolah, yang aktif pada pada saat menjelang pendaftaran siswa baru dan segera dibubarkan setelah kegiatan usai. Sesungguhnya forum anak yang aktif adalah forum anak yang mana terlihat dari padatnya aktivitas dan kegiatan di daerah dan menjadi tempat bagi semua anak untuk menyalurkan aspirasinya. Idealnya, forum anak memiliki sekretariat dan setiap hari sekretariat ramai oleh anak-anak yang menyalurkan kreativitasnya. Ingat! Semua anak bukan segelitintir anak. Jika kondisi ini terwujud, maka inilah forum anak yang sesungguhnya aktif. Pemerintah memiliki kewajiban untuk menyediakan sekretariat yang layak untuk forum anak. Selain itu, paradigma bahwa jika dana ada maka kegiatan juga dapat dilakukan, harus dihindari. Eksistensi forum anak sebagai tempat semua anak berkumpul dan berkreasi tidak dapat diukur dari tersedia atau tidaknya dana dari pemerintah. Forum anak dapat melakukan hal-hal kecil tetapi memiliki dampak bagi perkembangan anak-anak di daerahnya. Tidak semua aktivitas dan kegiatan di forum anak bergantung pada pendanaan. Pertanyaan saya yang muncul kemudian adalah “apakah semua forum anak di NTB seperti itu?”Pertanyaannya dapat segera terjawab: sebagian besarnya masih terjebak paradigma lama.
Masalah dan penyakit yang dihadapi oleh forum anak kabupaten/kota di NTB sehingga mereka tidak bisa aktif yang sesungguhnya dan kerap menghadapi kefakuman adalah sebagai berikut:
(1) Tidak ada sekretariat. Sekretariat sangat penting untuk dimiliki oleh setiap organisasi, termasuk forum anak untuk menjamin operasional organisasi berjalan dengan lancar. Ada berapa forum anak di NTB yang memiliki sekretariat? Saya kira selain Dewan Anak Mataram, forum anak kabupaten/kota lainnya hanya menumpang di dinas pemerintah yang memfasiitasinya. Kondisi ini menciptakan kecanggungan pengurus forum anak. Akibatnya, mereka hanya akan berkunjung ke kantor tersebut jika dipanggil atau karena ada hal yang benar-banar urgent.
(2) Kebijakan rotasi dan mutasi pejabat terkait. Kebijakan pemerintah yang melakukan rotasi dan mutasi pejabat juga mempengaruhi pelaksanaan program perlindungan anak. Kondisi ini-lah yang juga sering kali dihadapi oleh forum anak. Rencana atau program kegiatan, dan pendanaan forum anak belum tentu dilanjutkan oleh pejabat yang baru. Akibatnya, pengurus forum anak harus menyesuaikan diri dengan “orang tua” baru Ditambah lagi, pejabat yang baru harus mempelajari kewenangannya dalam menjalankan tugas yang berkaitan dengan anak dan juga forum anak.
(3) Semangat semu (pseudo-spirit). Saya mengatakan bahwa ini merupakan penyakit turunan yang dihadapi oleh forum anak. Sering kali pengurus forum anak merasa ditinggalkan oleh anggotanya yang sudah menjadi duta anak atau yang telah mengikuti kegiatan-kegiatan lainnya. Mereka yang memiliki semangat semu jelas memberikan dampak yang buruk bagi forum anak. Seharusnya mereka mempergunakan ilmu dan wawasan yang telah mereka dapatkan di berbagai kegiatan untuk membesarkan forum anak bukan sebaliknya menghilang setelah pulang dari kegiatan. Mereka hanya aktif di forum anak jika mendengar ada pemilihan perwakilan kegiatan. Keadaan yang demikian menciptakan kefakuman pada forum anak. Semangat anggota yang lain menjadi kendor. Lambat-laun juga menghilang.
(4) Regenerasi tidak berjalan dengan baik. Secara teoritis, organisasi yang baik adalah organisasi yang regenerasinya berjalan dengan baik. Pada forum anak, tidak selamanya regenerasi berjalan dengan baik. Keadaan ini menyebabkan sangat minimnya generasi yang akan melanjutkan perjuangan forum anak. Kondisi ini dialami oleh Forum Anak Lombok Timur antara tahun 2009 sampai tahun 2013. Jika tidak ada pengurus Forum Anak NTB yang memfasilitasi dan membantu menghidupkan kembali, saya tidak yakin Forum Anak Lombok Timur seaktif sekarang.
(5) Belum move-on dari bimbingan LSM pemerhati anak. Contoh konkritnya adalah Forum Anak Kabupaten Dompu. Dulunya, antara tahun 2002 sampai tahun 2011, Forum Anak Kabupaten Dompu begitu jayanya difasilitasi oleh Plan. Kondisi yang serba dipenuhi ini-lah tak disadari menjadikannya menjadi forum anak yang manja. Akibatnya, ketika Plan berangsur-angsur mengurangi perannya, Forum Anak Kabupaten Dompu seperti kehilangan pegangan. Di saat yang bersamaan, Plan “menyerahkan” kepada pemerintah daerah. Sejak tahun 2012, forum anak mendapatkan dana rutin dari pemerintah daerah. Kendatipun demikian, Forum Anak Kabupaten Dompu belum benar-benar move on dari Plan. Kondisi ini-lah yang menyebabkan gaungnya makin redup bahkan di Dompu. Forum Anak Kabupaten Dompu sepertinya tidak sendirian menghadapi kondisi ini. Forum Anak Kabupaten Bima dan Forum Anak Kabupaten Lombok Timur juga mengalami hal yang sama. Dulu, kedua forum anak yang terakhir saya sebutkan juga difasilitasi oleh Plan, LPA dan Unicef..

(6) Kebiasaan senior meninggalkan adik-adiknya. Kondisi ini adalah kondisi yang sudah terjadi secara turun temurun. Sebagian besar dari mereka yang pernah terlibat atau bahkan namanya pernah dibesarkan oleh forum anak tidak merasa memiliki tanggung jawab moril untuk menengok keadaan forum anak sekarang. Akibatnya, adik-adiknya merasa tidak diperhatikan.
Masalah-masalah di atas sedang dihadapi oleh sebagian besar forum anak daerah di NTB. Sungguhpun demikian, saya tidak pernah pesimis. Forum anak di 10 kabupaten/kota di NTB akan mampu menghadapi masalah-masalah tersebut dengan baik. Teruslah menjadi forum anak yang mampu memberi inspirasi bagi anak-anak di NTB.
Tulisan Kak Andi Fardian (Alumni Forum Anak Dompu, Perintis dan pengembang Forum Anak NTB dan beberapa FA kab.lain di NTB, alumni Pemimpin Muda Indonesia)

Silahkan ikutan yah temen-temen :)An opportunity for a fully sponsored programme where you can get the opportunities to ...
06/12/2015

Silahkan ikutan yah temen-temen :)

An opportunity for a fully sponsored programme where you can get the opportunities to connect with other passionate youth from Southeast Asia!

CHILI PADI ACADEMY

The Chili Padi Academy is an environmental education and leadership accelerator programme for senior high school students aged 16-17 from Malaysia, Indonesia and Singapore. The program is funded under the Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) grant by the US Department of State. 5 passionate youth participants from each country will convene in Singapore in a one-week accelerator program in February 2016, visiting NGOs, startups and tech companies, while understanding environmental issues in the region. They will propose innovative solutions for their home communities that can sustain their livelihoods or advance environmental protection. Together with local mentors and US State Department Alumni from various organisations, participants will be guided in project implementation and techniques for collaboration. All participants will be mentored over a few months, and will then reconvene in Indonesia in June 2016 for an evaluation (named “Together-Gather Indonesia) of their achievements. You will find a more detailed description on what this program is about on our website at chilipadiacademy.weebly.com

To be eligible for Chili Padi Academy, you'll need to:
1. Be passionate in addressing environmental challenges and making change in your community.
2. Be a citizen of Malaysia, Indonesia or Singapore aged 16-17 and be studying in a school in one of the three countries.
3. Demonstrate leadership capabilities and involvement in community activities.
4. Possess intellectual curiosity and a desire to connect with other like-minded youth in the region.
5. Be able to fully participate for the entire duration of the programme from February to June 2016.

If you meet the requirements listed above, APPLY NOW at:
chilipadiacademy.weebly.com/information-for-applicants.html
Application closes December 30, 2015.

Any inquiries can be sent to [email protected] or me directly at +6285343998050 (WA). Thank you

HALLO FORUM ANAK DI SELURUH INDONESIA!DAFA AWARD TAHUN 2015 SUDAH DI MULAI LOH! Kami dari Panitia Pengumpulan Data Forum...
15/06/2015

HALLO FORUM ANAK DI SELURUH INDONESIA!
DAFA AWARD TAHUN 2015 SUDAH DI MULAI LOH!
Kami dari Panitia Pengumpulan Data Forum Anak (Dafa Award) mengajak semua forum anak yang ada dimanapun, di seluruh Indonesia untuk ikut berpartisipasi untuk mendukung terkumpulnya data-data Forum Anak di berbagai Pelosok Negeri.
Ajang Pengumpulan data dan informasi Forum Anak se-Indonesia ini dilakukan setiap tahun loh teman-teman, ini dilakukan guna memperbaharui data-data perkembangan forum anak. tahun ini dafa award mengangkat tema “Sekretariat Forum Anak”.
Bagi sebuah organisasi tentunya Sekretariat adalah tempat yang spesial d**g yah? Di sekretariat atau biasa disebut Basecamp Forum Anak tentu menjadi pusat berkumpulnya anggota forum anak, untuk berkegiatan untuk rapat, untuk belajar dan yang lainnya.
Nah, Kini saatnya Forum Anak yang ada di wilayah kalian bisa eksis, nunjukin diri dan menyatakan kalau Forum Anak kalian tuh “ADA!” Bahkan harus diketahui oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah bahkan Forum Anak lain di diberbagai daerah di Indonesia. Tentunya ini akan sangat mempengaruhi Forum Anak di daerah kalian dan sangat membantu, apabila keberadaan forum anak kalian diketahui oleh semua pihak, juga tidak menutup kemungkinan akan terjalin yang namanya tali sillaturahmi antara sesama forum anak, karena memiliki komunikasi yang baik dari kontak mudah untuk dihubungi yang kalian berikan, termasuk untuk mendapatkan update-tan kegiatan-kegiatan forum anak dari berbagai sumber Informasi yang membutuhkan keterlibatan dan partisipasi kalian sebagai wadah partisipasi anak !!!
Nah, Mekanisme Kegiatan DAFA AWARD-nya, yaitu Setiap Forum anak Berfoto selfi di depan Sekretariat Forum anak masing-masing. Sekretariat Forum anak boleh juga dihias sesuai dengan kreatifitas, lalu Foto upload ke Statusfan.com (Sosmed Forum Anak) dengan format yang sudah ditentukan.

Bagi Forum Anak yang belum memiliki Sekretariat, kalian bisa foto di depan BADAN PP, BPPKB, BP3A dan lembaga pemerintah atau lembaga (apapun yang masih menaungi kalian hingga saat ini, jangan sungkan memberikan keterangan apapun tentang kondisi sekretariat kalian yang bermasalah, terutama bagi yang belum memiliki sekretariat karena ini akan dijadikan saran terbaik bagi tempat berkumpulnya forum anak).

Info lengkapnya langsung aja diakses di http://fan.or.id/blog/dafa-award-2015/

Ada banyak manfaatnya apabila kalian berpartisipasi di DAFA AWARD 2015, selain manfaat yang diuraikan diatas juga akan dipilih 3 Provinsi penerima Award dan 5 Foto Favorite. Pengumuman Penerima Award Akan diumumkan saat Pertemuan Forum Anak Nasional 2015. So? Nunggu apalagi? Ayo buruan ngumpulin anggota dan pengurus forum anak kalian dan selfie di depan sekretariat. Buat gaya semenarik mungkin, jangan lupa kontak forum anak kalian. Ingat! Yang ngirim fotonya paling cepat juga akan ada penilaian khususnya loooh…buruaaan!!!

DAFA AWARD 2015 Dafa Award 2015 – Forum Anak Nasional DAFA Award adalah Ajang Pengumpulan data dan informasi Forum Anak se-Indonesia. Dafa award dilakukan setiap tahun guna memperbaharui data-data perkembangan forum anak. tahun ini dafa award mengangkat tema “sekretariat forum anak”. Latar Belakang…

Hallo selamat pagi, dari ibu kota info menarik nih buat teman-teman semua :D ada browsur tentang lomba national yang mem...
24/09/2014

Hallo selamat pagi, dari ibu kota info menarik nih buat teman-teman semua :D ada browsur tentang lomba national yang memberi kesempatan pada siapapun untuk menang! Tak peduli kamu tinggal dimanapun! Asalkan kamu bisa berkarya, mengekspresikan dirimu dalam film pendek yang bisa direkam dengan kamera smart phone juga loh. Dan hadiahnya sampai 60 juta plus penghargaan dari menteri :D
Selamat berkarya! Manfaatkan peluang apapun untuk menjadi lebih baik guys!

02/04/2014

SEKILAS, AWAL FORUM ANAK

Pada awal 2003,

Menjamurnya anak jalanan dikota-kota besar dan banyaknya permasalahan
anak lainnya membuat LSM lokal maupun internasional turut menjamur di
Indonesia, tidak terkecuali di Jakarta sebagai ibu kota Negara dan juga
ibu kota masalah sosial. Dalam menghadapi masalah yang ada beberapa LSM
mencoba membuat jaringan agar kinerja satu LSM dengan LSM lain saling
mendukung, bahkan beberapa LSM mempunyai program yang sama dengan Rumah
Singgah sebagai pusat anak. Hal ini mendukung adanya pertemuan Forum
komunikasi rumah singgah sebagai wadah untuk para pekerja sosial
berjejaring.Selain forum komunikasi rumah singgah, ada juga forum anak
atau temu anak sebagai wadah anak-anak binaan rumah singgah untuk saling
bertemu, berdiskusi dan saling memberikan mas**an atas setiap masalah
yang dihadapi di rumah singgah masing-masing.Pertemuan-pertemuan ini
terus berlanjut, bahkan ada beberapa pertemuan yang menjadi agenda
rutin, hal ini membuat permasalah anak mulai terurai, namun selalu sulit
untuk diselesaikan karena selalu bertolak belakang dengan kebijakan
pemerintah.Sepertinya nasib sedang berpihak pada anak-anak, Komisi
Nasional Perlindungan anak atau yang biasa disebut Komnas PA yang pada
saat itu diketuai oleh Seto Mulyadi mengadakan pertemuan Forum Anak
Nasional (FAN) dan Kongres Anak Indonesia(KAI), kegiatan ini mengundang
anak dari seluruh anak se-Indonesia dengan berbagai macam latar belakang
dan mewakili berbagai macam LSM atau organisasi, dalam kegiatan ini
juga anak diberi ruang untuk berdiskusi tentang permasalahnya didaerah
asalnya masing-masing lalu membuat deklarasi sebagai harapan untuk
menjadi solusi dari setiap masalah anak di Indonesia, kemudian deklarasi
ini diberikan dan dibacakan langsung di depan ketua DPR atau didepan
Presiden Indonesia yang waktu itu masih Ibu Megawati. Beberapa poinisi
deklarasi menjadi mas**an yang baik dan dapat diwujudkan, tapi ada juga
beberapa deklarasi yang terabaikan, hal ini dikarenakan berbedanya
kebijakan pemerintah disetiap daerah.
Kegiatan FAN dan KAI yang
dilaksanakan hanya sekali dalam setahun membuat anak-anak merasa
kurangnya wadah dalam menyuarakan permasalahnya, serta sulitnya membuat
jejaring dalam sekala nasional membuat perlu adanya wadah lain yang
lebih bisa menampung suara anak dan adanya pertemuan yang lebih sering
serta berkelanjutan. Pada kisaran tahun 2006 beberapa Lembaga
Perlindungan Anak (LPA) sebagai kepanjangan tangan Komnas PA untuk
tingkat provinsi mencoba memfasilitasi dengan cara membentuk Forum Anak
Daerah (FAD), seperti Jawa Barat, Sumatera Barat dan lain-lain. Namun
tidak semua LPA mau dan mampu membentuk FAD, bahkan yang sudah
membentukpun tidak banyak yang benar-benar berjalan lancar.Namun semua
ini tidak menyurutkan semangat anak-anak Indonesia untuk terus
menyuarakan suaranya dan memperjuangkan Haknya sebagaimana yang tertulis
dalam Undang-undang perlindungan anak no.23 tahun 2002. Anak-anak rumah
singgah yang lebih banyak berdomisili di JABODETABEK menjadi ujung
tombak dalam perjuangan ini karena lebih sering mendapat kesempatan
untuk bertemu dengan pemerintah pusat, tentu saja dibantu oleh banyak
anak lainnya yang diluar JABODETABEK dengan berbagai cara. Ada beberapa
kejadian menarik dalam proses perjuangan ini, contoh ketika ada seorang
kawan yang membacakan puisi berjudul “LAPAR” didepan Menteri dan pejabat
lain dalam sebuah forum karena sudah jam 2 sore lebih kami belum
mendapat makan siang, ada juga kawan yang naik dan menggebrak meja
karena merasa didiskrimasikan ketika ada “tanya jawab” dengan salah satu
menteri dia mengacungkan tangan untuk mendapat kesempatan bertanya
namun dari awal sampai akhir acara sang moderator mengabaikan dia,
setelah menggebrak dan naik keatas meja lalu dia minta pulang
kedaerahnya padahal itu adalah hari pertama acara forum berlangsung, ini
semua adalah proses, ya proses perjuangan.
Pada 2009 Kementrian
Pemberdayaan Perempuan berubah menjadi Kementrian Pemberdayaan Perempuan
dan Perlindungan Anak (KPPPA), hal ini menjadi kabar gembira bagi semua
pihak yang perduli terhadap anak. Pada tahun 2011 keluarlah sebuah
keputusan Menteri (Permen) yang didalamnya mengatur kebijakan bahwa
disetiap daerah harus memiliki Forum Anak yang dibina langsung oleh
badan PP dan Surat keputusannya langsung dari pemimpin daerah, jika
Forum Anak provinsi harus dari Gubernur, jika Forum Anak kabupaten atau
kota harus dari Bupati atau walikota. Juga adanya program Kota Layak
Anak (KLA) yang indikasi penilaiannya 40% dari kondisi Forum Anak. Maka
dalam waktu singkat menjamur jugalah forum anak di Indonesia.Ini artinya
tanggung jawab terhadap pendampingan forum anak beralih kepada
pemerintah, sayangnya dalam pembentukan dan pengembangan Forum Anak
pemerintah kurang bersinergi dengan LPA daerah selaku pihak yang
menggagas pembentukan awal Forum Anak, hal ini bisa diumpamakan seperti
pengadopsian anak tanpa izin orang tua kandung. Dibeberapa daerah
terjadi perebutan kuasa atas hak asuh Forum Anak, namun beberapa juga
ada yang mampu bekerja sama. Bisa saya sebut seperti Jawa Barat sebagai
salah satu Forum Anak tertua di Indonesia harus berjuang sekitar 7 tahun
agar bisa mendapatkan SK dari Gubernur karena LPA dan Badan PP provinsi
Jabar terus menerus tarik ulur kepentingan, ada juga Forum Anak
Sumatera Barat yang dengan mudah dan lancar terus berkembang Forum Anak
provinsi dan kota/kabupatennya, hal ini karena badan PP dan LPA Sumatera
Barat mau bekerjasama, bahkan di Sumbar saya lebih melihat peran LPA
sebagai orang tua kandung yang bertanggung jawab dan mau terus mengasuh
forum anak dan Badan PP lebih pada pemenuhan anggaran. Namun di beberapa
daerah yang pembentukanya langsung oleh Badan PP lumayan cukup lancar
walau masih ada beberapa kendala, seperti kurang fahamnya para staf
Badan PP terhadap pengertian dasar Forum Anak, meski KPPPA sudah
menerbitkan dan menyebarkan buku pedoman pembentukan dan pengembangan
Forum Anak, namun tidak sedikit orang-orang badan PP yang malas membaca
buku ini, sehingga tidak sedikit Forum Anak yang didirikan hanya sebatas
syarat program KLA lalu Forum Anaknya dibiarkan kurang aktif.
Lalu
dimana para anak-anak LSM yang dulu menjadi pionir berjuang dan
berteriak agar adanya Forum Anak?.Kebanyakan dari mereka hilang karena
terabaikan, beberapa ada yang masih aktif dan berperan sebagai
Fasilitator Nasional.Hal ini disebabkan karena badan PP dalam melakukan
pembentukan Forum Anak jarang melibatkan anak-anak LSM ini, Badan PP
lebih s**a mengambil anak-anak berprestasi dari sekolah-sekolah.Hal ini
tidak ada salahnya jika dalam pembentukan Forum Anak juga ada pembekalan
pengertian Forum Anak, namun sayangnya pembekalan ini jarang
dilakukan.Sementara anak-anak LSM yang sudah mengerti benar tentang
Forum Anak justru diabaikan.
Hari ini, saya melihat bergesernya
tujuan Forum Anak dari fitrahnya. Dimana dulu kami anak-anak LSM dari
berbagai latar belakang berjuang dan berteriak keras memperjuangkan
lahirnnya Forum Anak agar kami dapat setiap saat bisa menyampaikan suara
anak dan merubah kebijakan pemerintah agar sesuai dengan kepentingan
terbaik bagi anak, sekarang ketika Forum Anak lebih banyak di isi dan
didominasi oleh anak-anak sekolah yang berprestasi, Forum Anak lebih
menjadi sebuah wadah ajang existensi dan pengembangan diri. Semua tidak
ada yang salah, jika anak bahagia, hanya saja kita harus kembali
bertanya pada diri sendiri, sudahkah Forum Anak mampu dengan benar
merubah kebijakan pemerintah atau masih hanya sebatas pajangan dan
syarat program KLA.Bahkan dalam pertemuan Musyawarah rencana pembangunan
daerah (MUSREMBANG) jarang sekali Forum Anak dilibatkan.jikapun ada
yang dilibatkan dalam MUSREMBANG, Forum Anak lebih sebagai pendengar dan
tidak diminta mas**annya.
Forum Anak dalam masa dewasa ini memang
semakin berkembang, karena setiap daerah sudah bisa menyisihkan anggaran
untuk Forum Anak, namun tidak bisa dipungkiri banyak juga Forum Anak
yang terlena dan kehilangan pemikiran kritisnya. Sementara anak-anak
yang kritis akan dengan mudah tersingkirkan karena dianggap pembangkang.
Mungkinkah ini akan menjadi akhir dari perjuangan dasar adanya Forum
anak? Mungkinkah Forum Anak akan menjadi sama dengan
organisasi-organisasi anak lainya yang dibentuk oleh pemerintah seperti
OSIS, Pramuka, PMR atau lainnya? Ah rasanya semua ini tak perlu saya
jawab, biarlah para generasi pengurus sekarang yang menentukan, akankah
Forum anak kembali ke Fitrahnya sebagai organisasi anak yang kritis,
yang peka terhadap masalah setiap anak, yang mau terus berteriak untuk
merubah kebijakan pemerintah agar menjadi kebijakan yang berpihak pada
anak. Atau forum anak hanya akan jadi organisasi ajang exis dan batu
locatan untuk anak-anak yang ingin prestasi dan titel seperti sekarang,
karena Forum Anak adalah tempat yang sangat stategis untuk mendapatkan
akses.
para pengurus Forum Anak yang akan menjawabnya.

tulisan : kurnia- fasilitator forum anak nasional

13/03/2014

Infromasi kepada teman-teman yang berada di Dompu bahwa Kongres Anak Dompu akan diadakan pada awal april ini. Penyebaran informasi sedang dilakukan yakni melalui undangan resmi kepada tiap-tiap sekolah untuk mengirimkan perwakilan sekolahnya masing- masing dan penyebaran melalui brosur. Jadi kepada teman-teman yang berminat dan memiliki minat yang tinggi maka jangan segan-segan untuk menghadirinya.:)

Tunggu info selanjutnya.

ini info buat temen-temen yang mau ikut pemilihan pemimpin muda indonesia 2014...ayo jangan lewatkan kesempatannya, buat...
01/03/2014

ini info buat temen-temen yang mau ikut pemilihan pemimpin muda indonesia 2014...ayo jangan lewatkan kesempatannya, buat nunjukin anak NTB dan Dompu khususnya buat jadi pemimpin muda Indonesia...

*IP

http://fan.or.id/blog/2014/02/28/tor-tmpi-2014/

TOR TMPI 2014by admin · 28 February 2014TOR Tunas Muda Pemimpin Indonesia 2014 — Klik untuk Download5 total views, 5 views todayShare', enableHover: false, enableTracking: true, buttons: { twitter: {via: ''}}, click: function(api, options){ api.simulateClick(); api.openPopup('twitter'); } }); jQuery...

Address

Dompu
53723

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Forum Anak Dompu posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share