31/12/2020
Sejak zaman kolonial, Garut dikenal sebagai daerah tujuan utama wisatawan karena keindahan alamnya. Bahkan, keindahan Garut disebut sebut sama indahnya dengan Swiss di Eropa sehingga Garut diberikan julukan Swiss Van Java oleh Belanda. Udara yang sejuk dengan wisata alam yang indah dan menarik membuat siapapun yang datang berlibur ke Garut akan mendapatkan pengalaman berkesan.
Sembari menikmati keindahan alam yang mempesona, Anda bisa mengajak serta keluarga untuk berwisata kuliner di Garut. Untuk kuliner Garut sendiri memang bisa ditemui dimana-mana. Tapi jika Anda bisa menikmati makanan Garut di tempatnya tentu jadi lebih menyenangkan. Garut memiliki sentra kuliner yang sangat lengkap yang dikenal dengan Pasar Ceplak. disebut Ceplak karena akan menggoyang lidah penikmat kuliner dengan kelezatannya.
Puluhan pedagang UMKM Garut tersebut menjajakan berbagai jenis makanan khas Garut hingga makanan khas daerah lain. Berbagai makanan dan jajanan yang dapat dipilih sesuai selera seperti ayam goreng, sate, gado-gado, soto, martabak manis, kue tambang, baso hingga Seblak, dan ada juga ciri khas Garut yaitu Kerupuk kulit dan dorokdok semuanya berjejer menghiasi jalan sepanjang kurang lebih 300 meter ini.
Tidak itu saja, jajanan tradisional juga tak boleh dilewatkan. Ada kue basah mulai dari kue putu, onde-onde, lupis, hingga kue khas Garut yakni kue awug. Kue awug terbuat dari tepung beras yang diolah sedemikian rupa kemudian diberi isian gula merah. Ada juga kue mayang dan getuk. Kedua panganan ini berbahan dasar singkong. Sebagai sajian tradisional, kue mayang dan getuk tidak dijual di banyak tempat, namun kita dapat menemukannya di kuliner Garut.
Potensi ini tentu saja ditangkap untuk dioptimalkan oleh pemerintah daerah dalam kerangka pembangunan ekonomi masyarakat. Pembinaan sekaligus fasilitasi UKM menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam pembangunan ekonomi yang berpihak pada rakyat. UKM maju, rakyat sejahtera, Garut berdaya saing.