17/03/2026
Ramadhan, Reset Hati, Perkuat Iman: Penutupan Semarak Ramadhan di Lapas Gorontalo Banjir Hadiah
Suasana Masjid At-Taubah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Gorontalo pada Senin (16/03) tampak sangat meriah. Setelah melalui rangkaian kompetisi yang panjang, kegiatan "Semarak Ramadhan 1447 H" resmi ditutup dengan penuh sukacita. Mengusung tema besar "Ramadhan, Reset Hati, Perkuat Iman", acara penutupan ini menjadi momen yang paling dinantikan karena para pemenang lomba akhirnya menerima hadiah berupa bingkisan dan sertifikat penghargaan.
Kegiatan yang telah berlangsung sejak 24 Februari hingga 12 Maret 2026 ini menghadirkan 11 cabang lomba yang sangat variatif. Mulai dari Lomba Tilawah, Tadarus, Lagu Religi, hingga Lomba Kultum dan Imam. Tak hanya itu, ada juga lomba Muadzin, Cerdas Cermat, MC, pembacaan Iqra 1-6, Khotib, serta Hifzil Qur’an. Seluruh perlombaan ini digelar di dua lokasi utama, yaitu Selasar Masjid At-Taubah dan Ruang PKBM Lapas Gorontalo, yang selalu dipenuhi antusiasme warga binaan.
Kesuksesan acara besar ini tidak lepas dari kerja sama yang solid antara pihak Lapas Gorontalo dengan para mitra strategis. Kolaborasi hebat ini melibatkan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Gorontalo, LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo, serta Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Gorontalo. Sinergi ini memastikan setiap cabang lomba dinilai oleh juri yang kompeten di bidangnya, sehingga memberikan kebanggaan tersendiri bagi para pemenang.
Dalam sambutannya, Plt. Kalapas Gorontalo, Sahduriman, menyampaikan ucapan selamat yang hangat kepada para jawara. Beliau berharap keberhasilan dalam lomba ini menjadi motivasi tambahan bagi seluruh warga binaan untuk lebih rajin mengikuti program pembinaan kepribadian. Sahduriman mengingatkan bahwa berkelakuan baik dan aktif dalam kegiatan positif adalah kunci utama bagi warga binaan untuk mendapatkan Remisi pada hari besar keagamaan maupun remisi khusus lainnya.
Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Kantor Kemenag Kota Gorontalo, Misnawaty S. Nuna, yang memberikan apresiasi tinggi terhadap perubahan positif para warga binaan. Ia meyakini bahwa rangkaian kegiatan spiritual selama Ramadhan ini akan memberikan manfaat jangka panjang. Baginya, kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan proses transformasi agar para warga binaan bisa kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang jauh lebih baik dan religius.
Pemandangan haru terlihat saat satu per satu pemenang dipanggil ke depan untuk menerima piagam dan bingkisan. Wajah-wajah gembira terpancar jelas dari para warga binaan yang merasa dihargai atas usaha keras mereka selama berlatih. Di sisi lain, tersirat rasa bangga dari wajah para pegawai Lapas serta para penyuluh agama yang selama ini sabar membimbing dan memberikan pelajaran keagamaan di balik jeruji besi.
Penutupan Semarak Ramadhan ini pun diakhiri dengan sesi foto bersama dan doa penutup yang sangat khidmat. Harapannya, semangat "Reset Hati" yang menjadi tema tahun ini benar-benar tertanam dalam sanubari setiap warga binaan. Meskipun bulan suci akan segera berlalu, perubahan karakter dan penguatan iman yang didapat melalui perlombaan ini diharapkan tetap konsisten dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.