13/01/2026
Sekolah Rakyat Membuka Jalan Mimpi Anak Bangsa Bertemu Presiden*
Senyum bahagia tak lepas dari wajah Pati dan Rafi, siswa Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 55 Kotawaringin Timur. Keduanya masih sulit mempercayai pengalaman berharga yang baru saja mereka alami: bertemu langsung Presiden Prabowo Subianto dan memperoleh tanda tangan orang nomor satu di Indonesia. Bagi anak-anak dari keluarga sederhana ini, momen tersebut menjadi kenangan yang akan mereka simpan seumur hidup.
Rafi dengan bangga memperlihatkan buku yang telah ditandatangani Presiden.
“Senang banget dan bangga bisa dapat tanda tangan Pak Presiden. Rasanya seperti mimpi,” ujarnya.
Sementara itu, Pati masih terlihat terbawa suasana haru. Antusiasme yang bercampur gugup membuat pengalaman tersebut terasa begitu berkesan.
“Deg-degan banget waktu antre tanda tangan, sampai senggolan sama teman-teman. Terharu juga karena nggak nyangka bisa dapat tanda tangan Pak Presiden dan Pak M. Nuh,” ucap Pati dengan mata berkaca-kaca.
Bagi Pati dan Rafi, pertemuan ini bukan sekadar bertatap muka dengan Presiden, melainkan simbol tumbuhnya keberanian, kepercayaan diri, dan mimpi baru sejak mereka bersekolah di Sekolah Rakyat.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa peresmian 166 Sekolah Rakyat rintisan merupakan langkah awal menuju target 500 Sekolah Rakyat pada 2029. Program ini menjadi bagian dari komitmen negara untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Presiden menegaskan bahwa cita-cita pemerintah pada akhir masa jabatan 2029 adalah menghapus kemiskinan ekstrem, khususnya pada kelompok desil 1 dan 2. Ia pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk optimistis dan percaya pada kemampuan Indonesia.
“Indonesia berprestasi, Indonesia bisa berprestasi, Indonesia akan berprestasi, dan Indonesia akan bangkit menjadi negara yang baik, negara yang maju, dan negara yang sejahtera,” ujar Presiden.
Acara peresmian Sekolah Rakyat tersebut menjadi ruang perjumpaan harapan bagi anak-anak dari berbagai daerah. Penampilan seni, kedisiplinan baris-berbaris, serta ekspresi percaya diri para siswa mencerminkan proses pembinaan karakter yang terus tumbuh.