16/04/2022
Balada Udin dan Siti
"Terima kasih atas kerja keras kalian sehingga perusahaan kita bisa meraih penghargaan tahun ini. Tanpa kerja keras kalian, perusahaan ini tidak ada apa - apanya.. Sekali lagi, saya ucapkan banyak terima kasih.. "
Begitu kalimat Boss menutup pidatonya dalam acara buka puasa bersama yang diadakan oleh perusahaan di sebuah restauran yang kemudian disambut dengan tepuk tangan meriah oleh anak buahnya. Tak lama kemudian adzan Maghrib terdengar dan para karyawan menyantap hidangan yang sudah disediakan.
"Luar biasa Boss kita ini ya.. Meskipun baru memimpin di perusahaan kita tapi bisa membawa perusahaan ini melesat.. " begitu puji Anton, salah satu Kepala Bagian Produksi sambil menyeruput es jeruk yang ada di tangannya.
"Iya benar.. Target yang diberikan oleh kantor pusat bisa terpenuhi tidak sampai satu tahun.." sambung Riri, Kepala Bagian Marketing yang duduk di sebelah Anton.
"Bakal dapat cuan gede kita..!!!" sahut Budi, Kepala Bagian HRD yang kemudian disambut gelak tawa teman - temannya.
"Shtt.. Kalian ngomong apa sih? Jangan keras - keras ngomongin cuan - cuan di sini.. Gak enak sama karyawan kita yang gak kebagian.. " tegur Lili, Asisten Bendahara perusahaan itu mengingatkan. Yang ditegur seperti tersadar dan kemudian mulai menurunkan volume suaranya.
Udin yang tak sengaja mendengar percakapan mereka seperti teriris sembilu hatinya. Ya, bagi Udin dan karyawan lainnya yang berstatus karyawan tidak tetap itu hampir tidak pernah merasakan bonus - bonus dari perusahaan di mana mereka bekerja. Yang mereka terima hanya gaji bulanan tanpa adanya tunjangan seperti yang diterima oleh karyawan tetap.
"Kenapa kamu, din?" Tanya Koko yang duduk di depan Udin. Koko ini kawan baik Udin di kantor.
"Gak papa.." jawab Udin singkat.
"Gak papa tapi kok belakangan kamu sering melamun. Ada masalah apa din?" kejar Koko.
"Hmm.. Mungkin kamu udah tau situasinya kita setiap jelang lebaran, ko.." akhirnya Udin berkata
"Tentang THR?" terka Koko.
"Iya.. Kamu merasa ada diskriminasi gak sih?"
"Diskriminasi dengan siapa?"
"Diskriminasi di kantor kita. Kamu gak lihat apa mereka setiap tahun dapat THR sementara kita tidak padahal kita bekerja di ruangan yang sama dan pekerjaan yang kita kerjakan juga sama. Hanya karena status karyawan yang berbeda lalu kita mendapatkan perbedaan fasilitas dan penghasilan?" setengah menahan emosi Udin mengucapkan itu.
"Ya bagaimana lagi din.. Kita cuma karyawan tidak tetap sedangkan mereka itu karyawan tetap. Mau tak mau kita harus bisa menerima keadaan ini.. " jawab Koko pasrah.
"Tapi apakah Boss kita sama sekali gak punya hati? Kita sama - sama punya keluarga dan mereka juga layak mendapatkan kebahagiaan kan? Minimal 1 tahun sekali lah.."
"Iya juga sih.. Kalo kita mengandalkan gaji jelas gak cukup ya din?"
"Ya iyalah.. Saat Ramadhan dan Lebaran itu kan pasti banyak pengeluaran di luar pos bulanan kita. Seharusnya Bisa kita memikirkan hal itu.. " sungut Udin.
"Terus sebaiknya kita harus bagaimana din?"
"Kalo menurutku sih gak ada salahnya kita mempertanyakan hal ini ke Boss. Setidaknya supaya Boss kita tau apa yang kita rasakan.."
"Kamu berani menyampaikan hal ini ke Boss?"
"Ko.. Kamu kan tau selain doa kita juga harus ada ikhtiarnya.. Kita berdoa minta diberikan rejeki.. Ikhtiarnya dengan bekerja. Nah, menanyakan ada tidaknya THR untuk kita itu salah satu bentuk ikhtiar juga.." terang Udin.
"Iya din.. Aku setuju dengan pemikiranmu. Jadi kapan kamu mau menyampaikan ke Boss kita?"
"Insya Allah secepatnya, Ko.. Toh ini bukan demi aku aja tapi juga demi kawan - kawan kita juga kan? Mereka dan keluarganya juga layak diperhatikan kesejahteraannya.."
"Oke deh.. Aku dukung kamu. Ya udah itu dimakan nasinya.. Ntar keburu dingin.." ujar Koko.
"Kayaknya aku bawa pulang aja makanannya Ko.. Anakku paling s**a ayam goreng. Udah lama kami gak masak ayam goreng.. "
"Oh.. Ya udah, aku lanjut makan ya din.. "
Udin mengatakan sambil dia meminum es tehnya. Acara buka puasa bersama itu pun berlanjut dan Udin mengikutinya dengan perasaan yang campur aduk. Pikiran dia masih belum tenang karena segala macam hal masih berkecamuk dslam benaknya.
(Bersambung)
Rangkasbitung, 15/04/2022
G.A