SIAP SIAGA

SIAP SIAGA Program SIAP SIAGA adalah Kemitraan Australia-Indonesia yang bertujuan untuk menguatkan ketangguhan bencana di Indonesia dan Kawasan Indo-Pasifik.

Selamat Memperingati Maulid Nabi S.A.W. - 12 Rabiul Awal 1448 H. Semoga keteladanan Nabi Muhammad S.A.W. senantiasa menj...
25/08/2026

Selamat Memperingati Maulid Nabi S.A.W. - 12 Rabiul Awal 1448 H.
Semoga keteladanan Nabi Muhammad S.A.W. senantiasa menjadi cahaya penuntun untuk setiap langkah kita. 🤲

Selamat Hari Kemanusiaan Sedunia 2026!Kemanusiaan bukan hanya tentang merespons krisis, tetapi tentang membangun harapan...
19/08/2026

Selamat Hari Kemanusiaan Sedunia 2026!

Kemanusiaan bukan hanya tentang merespons krisis, tetapi tentang membangun harapan, kepercayaan, dan ketangguhan jauh sebelum bencana terjadi.

Hari ini Program SIAP SIAGA memberi penghormatan kepada para pemimpin lokal, relawan kebencanaan, fasilitator gender, dan penggerak inklusi disabilitas di seluruh Indonesia. Terima kasih atas dedikasi Kawan-kawan Tangguh dalam menjaga keselamatan dan menguatkan resiliensi komunitas! 🤝✨

Makna merdeka hari ini adalah ketika setiap warga - tanpa terkecuali - merasa aman, terlindungi, dan berdaulat menghadap...
17/08/2026

Makna merdeka hari ini adalah ketika setiap warga - tanpa terkecuali - merasa aman, terlindungi, dan berdaulat menghadapi ancaman krisis dan bencana.

Melalui sinergi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan mitra internasional, kita ukir fondasi keselamatan bangsa dari tingkat desa hingga nasional.

Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81!

Mari terus berjuang demi Indonesia yang tangguh bencana! 🇮🇩✨

Dari Yogyakarta untuk Dunia: Mengangkat Kearifan Lokal dan Pembelajaran Bencana ke Panggung Resiliensi GlobalPengalaman ...
13/08/2026

Dari Yogyakarta untuk Dunia: Mengangkat Kearifan Lokal dan Pembelajaran Bencana ke Panggung Resiliensi Global

Pengalaman panjang Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghadapi dan bangkit dari bencana menjadi pelajaran berharga yang siap dibagikan kepada dunia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara khusus mengundang Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, untuk berbagi pengalaman dan praktik baik Yogyakarta pada ajang internasional The 3rd Global Forum for Sustainable Resilience (GFSR) 2026 di Jakarta.

Sebagai bagian dari rangkaian menuju forum global tersebut, BNPB menyelenggarakan Seminar Nasional "Keterpaduan Operasionalisasi Resiliensi Berkelanjutan di Tingkat Lokal" di Yogyakarta. Forum ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat keterpaduan antara penanggulangan bencana, adaptasi perubahan iklim, dan pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal.

Langkah strategis ini terwujud berkat dukungan penuh dari Program SIAP SIAGA. Melalui kolaborasi ini, Program SIAP SIAGA mendukung BNPB dan pemerintah daerah dalam mempertemukan dan memperkuat peran berbagai aktor lintas sektor: pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media untuk mendorong operasionalisasi agenda resiliensi berkelanjutan di tingkat lokal. Kolaborasi ini sekaligus memastikan pengalaman, praktik baik, dan kearifan lokal Yogyakarta dapat terdokumentasikan dan diangkat sebagai pembelajaran bagi penguatan resiliensi di tingkat nasional maupun global.

Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, masyarakat, dan mitra internasional ini menegaskan bahwa resiliensi yang sejati dan berkelanjutan dibangun dari akar rumput, berakar pada budaya lokal, dan diperkuat melalui kolaborasi yang inklusif.

Foto 1-3 Sumber: Dok Humas Pemda DIY

Mencetak Agen Perubahan untuk Penanggulangan Bencana yang Responsif GenderKebijakan kesetaraan gender di atas kertas tid...
10/08/2026

Mencetak Agen Perubahan untuk Penanggulangan Bencana yang Responsif Gender

Kebijakan kesetaraan gender di atas kertas tidak akan bermakna tanpa kehadiran para penggerak tangguh di garis depan yang siap membantu mengubah komitmen menjadi aksi nyata.

Biro Perencanaan BNPB bersama Program SIAP SIAGA baru saja menyelenggarakan Bimbingan Teknis Fasilitator Gender dalam Penyelenggaraan Pengarusutamaan Gender (PUG) di BNPB, sebagai bagian dari proses pemilihan Fasilitator Gender BNPB Periode 2026-2027.

Selama dua hari, perwakilan dari berbagai direktorat dan biro di lingkungan BNPB dibekali keterampilan fasilitasi, komunikasi efektif, serta pemahaman mendalam tentang gender dan Perencanaan Penganggaran Responsif Gender (PPRG), sebelum diuji langsung melalui simulasi micro teaching di hadapan dewan juri.

Langkah konkret ini memastikan bahwa setiap kebijakan mitigasi dan penanganan darurat benar-benar berpihak pada keselamatan seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali perempuan, anak, lansia, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya.

Ketangguhan sejati tidak lahir secara instan, melainkan tumbuh jauh sebelum bencana datang. Hal inilah yang dibuktikan o...
07/08/2026

Ketangguhan sejati tidak lahir secara instan, melainkan tumbuh jauh sebelum bencana datang. Hal inilah yang dibuktikan oleh 10 desa dampingan di lima kabupaten di Jawa Timur—Lumajang, Malang, Pasuruan, Pacitan, dan Sampang—yang sukses memperkuat kesiapsiagaan, ketahanan iklim, dan ekonomi lokal melalui kerja nyata di tingkat tapak.

​Melalui Lokakarya Pembelajaran Praktik Baik DESTANA di Malang pada 4–5 Agustus 2026, terungkap bagaimana konsep Desa Tangguh Bencana (DESTANA) berhasil diterjemahkan secara konkret dengan memadukan kesiapsiagaan bencana, pengarusutamaan GEDSI, ketangguhan ekonomi yang diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Langkah ini memastikan bahwa perlindungan warga dan keberlanjutan ekonomi desa menyatu dalam kebijakan perencanaan dan penganggaran Desa.

​Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur, Gatot Soebroto, memberikan apresiasi atas capaian ini dan menegaskan pentingnya keberlanjutan program di tingkat tapak:
​"Pengurangan risiko bencana tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus menyatu ke dalam sistem perencanaan dan penganggaran pembangunan desa. Keberhasilan 10 desa ini mengunci program ketangguhan dalam APBDes adalah langkah krusial agar perlindungan warga terlaksana secara berkelanjutan."

​Arah transformasi kebijakan ini juga selaras dengan penekanan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto, mengenai krusialnya komitmen alokasi sumber daya pada pencegahan sejak dini:
​"Alokasi sumber daya pada upaya pencegahan sebelum bencana terjadi memberikan manfaat yang jauh lebih besar dibandingkan biaya penanganan setelah bencana."

​Langkah progresif ini terwujud berkat kolaborasi erat antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dunia usaha dan organisasi masyarakat sipil, dengan dukungan penuh dari Program SIAP SIAGA melalui Konsorsium KONDUSIF sebagai mitra program di Jawa Timur.

​Sinergi lintas sektor ini membuktikan satu hal mendasar: ketahanan iklim dan pengurangan risiko bencana tidak lahir di tengah krisis, melainkan diukir melalui penguatan kapasitas lokal yang konsisten, tata kelola risiko yang terintegrasi, serta kesiapsiagaan kolektif yang kokoh demi melindungi setiap nyawa dari ancaman bencana di masa depan.

Gubernur NTT Melki Laka Lena mendampingi Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Brazier, meninjau langsung Pusat...
03/08/2026

Gubernur NTT Melki Laka Lena mendampingi Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Brazier, meninjau langsung Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi NTT di Kupang.

​Kunjungan ini menegaskan keberlanjutan komitmen kemitraan strategis antara Pemerintah Australia dan NTT dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana daerah.

Berawal dari dukungan fasilitas melalui AIFDRR pada tahun 2015, Pusdalops NTT kini terus berkembang secara signifikan melalui Program SIAP SIAGA dalam hal penguatan kapasitas kelembagaan, percepatan alur informasi krisis, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

​Dalam peninjauan tersebut, Dubes Roderick Brazier mengapresiasi efektivitas sistem yang berjalan serta memuji inovasi lokal di lapangan, termasuk pemberdayaan penyandang disabilitas melalui ULD-PB, pelibatan jejaring ojek daring GRAB melalui program TOP Ranger untuk mempercepat diseminasi informasi darurat kepada publik, dan LENTING untuk memastikan keberlangsungan knowledge dan praktik-praktik baik yang telah dihasilkan.

​"Saya bangga dapat melihat langsung hasil kemitraan antara Pemerintah Australia dan Pemerintah Provinsi NTT di bidang penanggulangan bencana. Menurut saya, hasilnya nyata, dan kami berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama ini agar sistem yang telah dibangun tetap berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Dubes Roderick Brazier.

​Menyambut komitmen tersebut, Gubernur NTT Melki Laka Lena menekankan krusialnya kemitraan bilateral ini dalam menghadapi spektrum risiko bencana yang tinggi di wilayahnya.
​"Tentu dukungan dari Pemerintah Australia untuk mengantisipasi bencana yang sangat luar biasa tinggi di NTT, yakni sekitar 13 jenis bencana, sangat berharga. Dari dukungan ini, kita bisa lebih bersiap menghadapi berbagai bencana, dan penanganannya tentu memerlukan kerja sama semua pihak di tingkat tapak," ungkap Gubernur Melki Laka Lena.

​Kolaborasi berkelanjutan antara Pemerintah Australia dan Nusa Tenggara Timur ini menunjukkan bahwa ketangguhan daerah dibangun melalui sistem yang terintegrasi dan kolaborasi lintas sektor yang konsisten.

Dengan penguatan kelembagaan, optimalisasi teknologi informasi, serta pelibatan aktif masyarakat hingga tingkat tapak bersama Program SIAP SIAGA, NTT memperkuat fondasi resiliensi jangka panjang dalam menghadapi berbagai potensi ancaman bencana.

03/08/2026
1.000 Warga Moyo Utara Serentak Lakukan Simulasi: Saat Dokumen Kesiapsiagaan Berubah Jadi Aksi Nyata di SumbawaSuasana K...
31/07/2026

1.000 Warga Moyo Utara Serentak Lakukan Simulasi: Saat Dokumen Kesiapsiagaan Berubah Jadi Aksi Nyata di Sumbawa

Suasana Kecamatan Moyo Utara, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) tampak berbeda saat sekitar 1.000 warga dari enam desa berkumpul bersama untuk menguji kesiapsiagaan mereka. Langkah proaktif ini dilakukan sebagai bentuk tindakan antisipatif dalam menghadapi potensi ancaman bencana dan dampak cuaca ekstrem akibat fenomena El Niño. Untuk memastikan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan darurat bencana hidrometeorologi berjalan cepat dan tepat, warga Desa Sebewe, Pungkit, Baru Tahan, Penyaring, Songkar, dan Kukin antusias mengikuti Gladi Lapang Bencana Banjir di Kabupaten Sumbawa.

Selain menguji alur evakuasi dan koordinasi perangkat desa, gladi lapang ini juga menjadi momen krusial untuk menguji keterandalan teknologi sistem peringatan dini (early warning technology) baru. Melalui alur Program Karang Tangguh, warga dilatih merespons sinyal peringatan dini berbasis teknologi tersebut agar informasi ancaman bahaya dapat tersampaikan secara lebih cepat, akurat, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat saat krisis melanda.

Langkah penguatan kapasitas dan inovasi lokal ini terwujud berkat sinergi erat antara Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), KONSEPSI, BNPB, BPBD Kabupaten Sumbawa, serta dukungan dari Program SIAP SIAGA. Kolaborasi ini menegaskan satu pesan penting: ketangguhan daerah yang sejati tumbuh dari kesiapan bergerak bersama dan beradaptasi di lini terdepan demi melindungi keselamatan seluruh warga.

Tidak Hanya Saat Darurat: Kesiapsiagaan Bencana Itu Hak Dasar Setiap WargaSobat Tangguh, pernahkah terpikir bahwa kalau ...
30/07/2026

Tidak Hanya Saat Darurat: Kesiapsiagaan Bencana Itu Hak Dasar Setiap Warga

Sobat Tangguh, pernahkah terpikir bahwa kalau perlindungan dari ancaman bencana itu sebenarnya bukan sekadar "aksi sukarela", melainkan hak dasar setiap warga negara yang wajib dipenuhi oleh pemerintah?

Selama ini, urusan bencana sering kali baru dapat perhatian penuh saat krisis sudah di depan mata. Tapi Kota Kupang sedang mengubah aturan mainnya dengan menuntaskan Rencana Aksi Daerah Standar Pelayanan Minimal (RAD-SPM) 2027–2029. Melalui RAD-SPM ini, Pemkot Kupang mengunci kesiapsiagaan bencana mulai dari informasi rawan bencana, pencegahan, hingga evakuasi sebagai layanan dasar wajib bagi setiap warganya.

Apa artinya bagi warga Kota Kupang? Keselamatan dan rasa aman warga tidak lagi tergantung pada sisa anggaran, tapi sudah terikat secara hukum dan dijamin dalam APBD hingga tahun 2029. Ditunjang dengan pembenahan validitas data penerima layanan yang lebih akurat, pemerintah kota dapat memastikan bahwa setiap alokasi program perlindungan krisis disalurkan secara tepat sasaran dan berkeadilan, termasuk bagi kelompok rentan dan penyandang disabilitas.

Langkah progresif ini terwujud berkat kolaborasi solid Bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Kupang bersama Biro Pemerintahan Setda Provinsi NTT dan Program SIAP SIAGA. Payung hukum berbentuk Peraturan Wali Kota (Perwali) pun disiapkan agar peta jalan ini menjadi standar kerja yang mengikat bagi seluruh dinas.

Karena ketangguhan sejati tidak dibangun saat bencana datang, tapi disiapkan sejak hari ini. Salut untuk Kota Kupang yang terus bergerak maju demi keselamatan warga! 💪🏼

Address

Treasury Tower 59th Floor, District 8 SCBD Lot 28, Jalan Jend. Sudirman Kav 52/53
Jakarta
12190

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when SIAP SIAGA posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to SIAP SIAGA:

Shortcuts

Share